Mengenal Tanaman Jali yang Langka

20 Jan 2020 09:34 209 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Tanaman Jali atau Hanjeli sering digunakan sebagai pengganti nasi .Biji Jali diolah menjadi bubur,puding hingga digunakan obat alternatif

Tanaman Jali dikenal sebagai  sejenis tumbuhan biji- bijian dari suku padi- padian atau Poaceae .Tanaman Jali atau nama ilmiahnya  Coix Lacryma Jobi L terdengar asing bagi masyarakat awam.

Tanaman Jali atau dikenal dengan nama  Hanjeli saat ini dikategorikan sebagai tanaman langka.Hal ini disebabkan tidak banyak orang mengetahui apa itu Jali  dan bagaimana bentuknya tanaman Jali.

Saat ini tidak banyak yang mengenal tanaman Jali . Bisa jadi tanaman ini sudah mulai jarang dikembangkan membuat Jali sering dilupakan.

Tanaman Jali yang bernama ilmiah Coix Lacryma Jobi L mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan .Jali  ini sama seperti gandum, serealia, jagung dan barley yang bisa dikomsumsi sebagai pengganti nasi.

Tanaman Jali sekarang ini mulai tidak kenal, sudah tidak lagi dikembangkan dan dibudidayakan membuat Jali seringkali  dilupakan.
Jali memiliki beberapa  macam nama  mulai dari job's tear,mayuen ,adlay ,gandum mutiara china hingga Sejenis Jali  yang disebut hatamugi.

Tanaman  Jali di  Indonesia juga memiliki berbagai sebutan  mulai dari  nama hanjeli,hajeli,jelai,jali ,japen hingga  Jali disebut dengan nama Jaten. Perlu diketahui tanaman Jali berasal dari Asia Timur dan Malaya,namun kini tanaman ini telah tersebar ke berbagai penjuru dunia  termasuk Indonesia.

Jali terbagi dua varietas yaitu  Jali  jenis  pertama disebut Coix Lacryma Jobi var memiliki cangkang keras berwarna putih  biasanya sebagai manik-manik.Jali  jenis yang kedua  disebut  Coix Lacryma Jobi var ma-yuen memiliki cangkang lunak.

Tidak banyak orang yang mengetahui bentuk buahJali.Buah Jali  berbentuk bulat lonjong pada varietas ma-yuen berwarna putih  atau berwarna biru/ ungu .Uniknya tanaman Jali memiliki  kulit keras dan rumpunnya banyak.

Ciri tanaman Jali yang tak kalah unik adalah batangnya tegak besar ,tinggi tanaman Jali 1-3meter,akarnya kasar  dan sukar dicabut.

Helai daun tanaman Jali berbentuk pita ,ukuran daunnya 8-100×1,5-5 cm ujungnya runcing .Bunga tanaman Jali yang begitu  menarik ,karena  keluar dari ketiak daun dan ujung percabangan berbentuk bulir.

Tanaman Jali  juga bisa dikembangkan diberbagai ekosistem lahan pertanian dari daerah iklim kering,basah maupun lahan kering atau lahan  basah.

Tanaman Jali mulai dibudidayakan disejumlah daerah seperti pulau  Sumatera,Kalimantan dan pulau Jawa.

Saat tanam Jali  perlu  tanah yang  subur  dan baik,air  serta  sinar matahari yang cukup dan pupuk  untuk menambah unsur hara nitrogen yang diperlukan.

Tanaman Jali mulai banyak dibudidayakan oleh sebagian petani di Indonesia ,karena dianggap mudah perawatannya  disegala jenis tanah mulai dari ketinggian 0 mdpl sampai 1500 mdpl .

Tanaman Jali tidak harus ditanam pada lahan terbuka .Selama ini tanaman  Jali  dibudidayakan dilahan terbuka atau tegalan .Tanaman  Jali bisa juga  ditanam pada lahan kebun yang banyak pepohonan ,bahkan Jali juga bisa dibudidayakan tanah yang kurang subur dan tanahnya keras berbatu pun bisa tumbuh subur.

Budidaya tanaman jali bisa tumbuh optimal akan diperoleh melalui lahan bertanah liat ,pasir atau vulkanis dengan unsur hara tinggi .Ketinggian lahan pertanian budidaya tanaman Jali untuk mencapai pertumbuhan optimal  antara 500- 700 mdpl.

Pola budidaya  pertanian tanaman Jali yang menarik adalah membuat larikan untuk menaruh biji baru kemudian ditimbun tanah .Tanaman Jali  dalam budidaya pertanian termasuk sebagai tanaman annual atau musiman ,maka perlu tanah yang baik, sinar matahari yang cukup dan pupuk mengandung unsur hara nitrogen tetap diperlukan dan  buah Jali  baru bisa dipanen setelah usianya sekitar 120 hari.

Tanaman Jali  sering dijadikan sebagai  pengganti nasi dengan diolah menjadi beberapa olahan makanan mulai bubur jali ,minuman ,jenang,bahkan buah Jali bisa diolah menjadi puding.

Sisi lain dari tanaman Jali ternyata buah Jali  obat alternatif pelbagai jenis penyakit menurunkan resiko penyakit jantung,menurunkan kolestrol,bahkan Jali cocok untuk diet,diabetes,kanker usus besar hingga mengobati batu empedu.

Tags

About The Author

Suryatiningsih 34
Ordinary

Suryatiningsih

Content Writers tinggal di Magelang yang senang berbagi ilmu pengetahuan

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel