Mengenal Pluto dari Dekat

15 Jan 2020 12:05 369 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Cerita Pluto yang sejak tahun 2006 tidak lagi menjadi planet.

Pluto pertama kali ditemukan oleh astronut asal Amerika bernama Clyde Tombaugh pada tahun 1930.Awal ditemukan Pluto diyakini memiliki ukuran lebih besar dari Merkurius atau matahari, namun kini setelah dilakukan penelitian ilmiah oleh para ilmuwan. Pluto ternyata memiliki jarak yang sangat jauh sekitar 1.455 mil atau 2352 kilometer kurang dari 20% dan Pluto hanya 0,2 % dari ukuran.

Pluto tidak saja berukuran sangat kecil, tetapi juga cara orbit Pluto disebut-sebut aneh membutuhkan waktu mengelilingi matahari 248 tahun dengan jarak 3,45 milyar mil atau 5,87 milyar kilometer. Selain Orbit Pluto yang unik dan sangat lama, tetapi juga orbit Pluto ini tumpang tindih dengan orbit. Neptunus sehingga terlihat Pluto lebih dekat ke bumi darpada Neptunus .Orbit yang tumpang tindih antara orbit Pluto dan Neptunus terkesan kedua planet ini seakan saling bertabrakan.

Pluto yang memiliki orbit yang unik ,Jarak yang sangat jauh dari matahari membuat Pluto menjadi tempat terdingin di tata surya. Suhu yang dingin sekitar 375 derajat Fahrenheit atau sekitar 225 derajat Celsius .Pluto terdiri dari sebagian besar bebatuan 70% dan es Nitrogen. Namun setelah dilihat dari dekat permukaan Pluto berubah menjadi geyser. Walau Pluto merupakan planet yang dingin, tetapi uniknya Pluto juga  memiliki 4 satelit  yang berbeda dikenal dengan nama Charon, Nix, Hydra dan satelit yang baru ditemukan bernama P4. Satelit Charon memiliki ukuran setengah lebih besar dari Pluto, karena ukuran Charon yang demikian itu membuat beberapa astronom menganggap Pluto sebagai planet kerdil ganda. Ukuran Charon berbeda dengan ukuran satelit Nix, P4, dan Hydra yang disebut jauh lebih kecil ukuran ketiga satelit ini.

Pluto yang dikenal planet yang jaraknya terjauh dari matahari dan lebih kecil dari bumi ternyata  memiliki atmosfir dan udara meski sangat tipis berupa Nitrogen ,metana dan karbon Monoksida yang memanjang sekitar 1860 atau 3000 kilometer ke ruang angkasa .Walau Pluto memiliki sedikit atmosfir berupa Nitrogen, karbon Monoksida diperkirakan atmosfir pada Pluto tidak berlangsung lama hanya sampai tahun 2030.Hal ini terjadi.

Sisi lain dari Pluto  yang dulu dikategorikan sebagai planet dalam tata surya ,tapi sejak tahun 2006 dari hasil penelitian ilmuwan Pluto tidak lagi dikategorikan sebagai planet melainkan dimasukan sebagai planet kerdit bersama dengan 4 planet kerdil lainnya.

Keempat planet kerdil tersebut  yaitu: Ceres yang orbitnya berada disabuk asteroid yang terletak diantara orbit Mars dan Jupiter. Nama planet kerdil yang kedua disebut Pluto. Pluto memiliki orbit yang miring sehingga jarak Pluto dan matahari tidak selalu sama .Planet kerdil yang ketiga dinamakan Haumea .Planet kerdil yang disebut Haumea ditemukan tahun2004 dan memiliki bentuk paling lonjong berbeda dengan keempat  planet kerdil lainnya yang berbentuk bulat. Planet kerdil yang keempat disebut Makemake yang ditemukan tahun 2005. Makemake memiliki satu satelit ditemukan tahun 2016 disebut dengan satelit MK2 .Planet kerdil yang kelima dinamakan Eris ditemukan tahun 2005 yang memiliki jarak terjauh dari matahari. Eris memiliki masa lebih berat 28% dari Pluto sehingga menjadikannya sebagai planet kerdil dengan massa terbesar.

Sejak penemuan Sabuk Kuiper keberadaan Pluto selalu dipertanyakan, karena Sabuk Kuiper yang berupa kumpulan besar obyek es kecil diluar orbit Neptunus dan mirip dengan Pluto .Miripnya tidak hanya bidang orbit ,tetapi juga ukuran dan komposisi hingga membuat penasaran para ilmuwan yang menyebutkan Pluto benar-benar planet atau bukan. Pluto kemudian disebut dengan planet kerdil pasalnya Pluto ini obyek langit berbentuk bulat yang mengitari matahari ,tetapi Pluto memiliki orbit yang dikelilingi obyek benda lain yaitu  4 satelit  salah satunya dinamakan satelit Charon. Satelit Charon yang orbitnya mengelilingi Pluto diyakini memiliki ukuran yang hampir sama dengan Pluto.

Semejak diketahui Charon memiliki ukuran yang sama dengan Pluto hingga ilmuwan menyebutkan Pluto dan Charon dianggap membentuk sistem planet ganda sampai kemudian Persatuan Astronom Internasional  tahun 2006 mengumumkan  Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet.

Tags

About The Author

Suryatiningsih 34
Ordinary

Suryatiningsih

Penulis adalah Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel