Salah Siapa Budaya Bugis Terancam Punah?

6 Jan 2020 09:46 560 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Budaya Bugis salah satunya bahsa bugis mengalami kepunahan dan kalau sudah seperti ini siapa yang salah

Budaya Bugis terkenal keindahannya baik tradisi, adat istiadat hingga tari-tariannya memiliki nilai seni yang tinggi   .Kini keberadaan seni dan budaya Bugis mulai terancam punah,bahkan generasi muda di tanah Bugis tidak mengenal lagi kebudayaan Bugis .Keadaan seperti ini dampaknya luarbiasa bagi perkembangan budaya Bugis dimasa mendatang   dan keberadaan budidaya Bugis bisa mengalami kepunahan .Salah siapa kalau budaya Bugis kini terancam punah?

Bugis kaya budaya dan seni jumlahnya ratusan, namun kini satu persatu kebudayaan Bugis terancam punah salah satunya: komunitas Bissu atau pendeta agama Bugis kuno pra Islam  yang sehari-hari bekerja sebagai petani atau membantu pelaksanaan upacara perkawinan .Bissu dipandang menampung dua elemen yaitu elemen perempuan dan laki-laki.Komunitas Bissu memiliki peran penting dan istimewa dalam kehidupan sehari-hari,karena dianggap satu-satunya operator komunitas antara manusia dan dewa melalui upacara rite tradisionalnya yang unik dan khas salah satunya tradisi Maggiri .

Saat ritual Maggiri digelar komunitas Bissu sebagai pemeran utama  kesaktian Bissu yang dikenal kebal dari tusukan badik. Syarat menjadi Bissu yang dipandang berat termasuk kemampuan untuk menunjukan  kekebalan tubuh dengan cara menusuk-nusukan keris yang disebut Badik ke lehernya sendiri membuat generasi muda enggan melestarikan komunitas Bissu.

Budaya Bugis yang  lain terancam punah yaitu bahasa Bugis .Bahasa Bugis dikenal unik dan khas semustinya sebagai orang Bugis merasa bangga dengan bahasa ibunya sendiri,namun kini keberadaan bahasa Bugis dianggap barang usang di tanah sendiri .Hal ini terjadi karena logat bahasa daerah Bugis bercampur aduk dengan bahasa Indonesia hingga akhirnya bahasa daerah aslinya hilang.

Hilangnya bahasa Bugis bisa jadi karena hidup diperantauan dan terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari menjadi penyebab kehilangan logat bahasa Bugis yang dulu dibanggakan ,tetapi kini dilupakan .Hal lain yang menyebabkan bahasa Bugis punah karena banyak orang Bugis yang meninggal dunia hingga bahasa Bugis pun ikut hilang.Banyak orang Bugis terutama generasi muda tidak bisa bahasa Bugis salah satu sebabnya sebagian besar orang tua tak lagi mengajarkan bahasa Bugis pada anak-anaknya menjadi penyebab bahasa Bugis punah.

Generasi muda Bugis tidak lagi mengenal bahasa ibunya sendiri yang juga bahasa lokal  hingga membuat penggunaan Bahasa Bugis dikalangan anak muda minim dan keadaan seperti ini terus berlangsung bahasa Bugis terancam punah.Bahasa Bugis yang kini sudah  dilupakan dan tidak dikenalnya lagi menurut Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan H.Andi Mualim akibat dari kurangnya kurikulum bahasa daerah pada pendidikan usia dini.

Pendidikan usia dini seperti pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dan Playgrup tidak mengenalkan lagi bahasa daerah secara optimal  .Bahasa Bugis makin tenggelam oleh hadirnya bahasa asing yang diajarkan di sekolah-sekolah dari TK sampai Sekolah tingkat Atas .Belum lagi masalah lain yang ikut membuat bahasa Bugis makin punah yaitu kurang minatnya guru bahasa daerah juga menjadi salah satu penyebab utama ancaman punahnya bahasa Bugis di Sulawesi Selatan .Guru bahasa daerah tidak ada yang minat mengajarkan bahasa Bugis di daerahnya sendiri bagaimana bisa bahasa Bugis bisa berkembang seperti dulu.

Budaya Bugis lain yang mulai  terancam punah yaitu Sinrilik. Sinrilik merupakan sebuah alat musik tradisional khas Bugis /Makasar .Sinrili dimainkan dengan duduk bersila berpakaian lengkap dengan pakaian tradisional .Penutur Sinrili disebut Pansinrili kemudian menariknya Pansinrili ini bercerita tentang kepahlwanan ,keagamaan terkadang kisah tentang cinta sambil diiringi alunan Sinrilik.Sinrilik juga menjadi kesenian syahdu khas Sulawesi Selatan.

Kesenian Sinrilik ini hanya dijumpai disejumlah daerah yaitu Kota Makasar  dan Gowa dan tidak bisa ditemukan lagi diwilayah lain seperti wilayah Toraja ,Jeneponto dan Bugis .Awalnya kesenian Sinrilik sulit diterima oleh masyarakat setempat dengan alasan tertentu .Dahulu kesenian Sinrilik ini pernah pentas sampai ke negara Afrika Selatan dan Canada .Di negara tersebut kesenian Sinrilik disambut luarbiasa ,tetapi setelah kembali ke negerinya sendiri Sinrilik sulit mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Kesenian Sinrilik tidak mudah dipelajari ,karena kesenian ini tidak berpedoman pada not-not musik pada umumnya .Menariknya lagi Sinrilik tidak diiringi oleh nada dan not yang mengikat hanya menggunakan pesan yang disampaikan lewat  perasaan dari Pansinrilik melalui pemain yang ada saat itu mulai dari pemain keso-keso ,gong dan dua pemain puwi-puwi ( sejenis gendang).Kesenian Sinrilik bisa bertahan sampai sekarang berkat kegigihan Sanggar Siradjuddin Gowa mempertahankan keberadaan kesenian Sinrilik sejak tahun 1980-an .Kini kesenian Sinrilik hampir punah tidak ada generasi selanjutnya yang mampu melanjutkan kesenian Sinrilik .Kini alunan nada Sinrili sudah jarang didengar ,akibat dari perkembangan alat musik yang lebih modern membuat generasi muda tak lagi mengenalnya.

Angngaru salah satu tarian khas Sulawesi Selatan yang juga mulai punah .Tarian Angngaru begitu indah berisi pesan moral penjagaan terhadap bahaya dengan diiringi ucapan lantang yang menarik urat leher .Badik sebagai simbol penjagaan dan perlindungan menjadi cirikhas tarian Angngaru .Kini tarian seperti ini sudah jarang dijumpai ,karena tidak semua orang bisa menarikan tarian ini  dan sekarang jumlahnya bisa dihitung dengan jari membuat tarian Angngaru tidak bisa ditemukan lagi.

Budaya Bugis  yang kini mulai pudar disinyalir dampak perkembangan zaman yang luar biasa.Hal ini menyebabkan budaya   Bugis mengalami perubahan besar setelah adanya perkembangan tehnologidigital.Perkembangan zaman dengan kecanggihan tehnologi digital membuat  budaya ini jarang dipelajari dan ditampilkan oleh generasi muda Sulawesi Selatan .Kebudayaan Bugis mulai punah juga dipengaruhi oleh masuknya budaya asing yang demikian besar menjadikan budaya Bugis hanya penghias sejarah di masa lalu .Budaya Bugis sesungguhnya merupakan identitas dan jati diri masyarakat Sulawesi Selatan yang juga warisan nenek moyang yang tak ternilai.

Tags

About The Author

Suryatiningsih 36
Ordinary

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel