Perjalanan Hidup Muhammad Abduh dari Masa pembuangan hingga Puncak Karir

30 Dec 2019 13:35 1913 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Perjalanan karir Muhammad Abduh 

  Muhammad Abduh adalah sosok pemimpin,tokoh Islam yang revosioner dimasanya.Pemikiran Abduh yang tegas mampu memberi kontribusi besar dalam membangun Islam dimasa depan .  Sisi lain dari kisah kehidupan Muhammad Abduh yang menarik ketika Abduh diasingkan dari tanah airnya sendiri Mesir oleh Khedevi Taufiq Pasha penguasa Mesir kala itu.Abduh diasingkan ke luar negeri dengan beberapa alasan yaitu keterlibatannya dalam politik praktis berawal dari Riyad Pasya,seorang bekas perdana menteri berpaham liberal mengangkat Muhammad menjadi pemimpin redaksi surat kabar Al Waqa'i al Mishriyah( kejadian-kejadian di Mesir).Majalah ini dikenal sebagai surat kabar berkala milik pemerintah Mesir.dan sebagai pembantunya Ia mengangkat Syech Abdul Karim dan Syech Saad Zaglul.

     

 Pada saat Abduh diangkat menjadi pemimpin redaksi majalah Al Waqai Al Misriyah bertepatan masa gerakan Arabi.Jauh sebelum gerakan Arabi terjadi Abduh menduga saatnya melakukan gerakan perubahan dengan melancarkan kritik terhadap pemerintah setempat melalui artikel- artikel tentang masalah agama,sosial,politik dan kebudayaan . 

    

  Media ini pula yang membuat Abduh dijatuhi hukuman diasingkan ke luar negeri selama 3 tahun 3 bulan tepatnya bulan September 1882 dengan tuduhan  terlibat dalam pemberontakan yang dipimpin oleh Urabi Pasya tahun 1882.Ia dilarang pulang sebelum memperoleh izin dari pemerintah Mesir.Hukuman itu jatuh pada bulan September 1882 dan sebelum tahun itu berakhir Ia meninggalkan Mesir pergi ke negeri Syam mencari tempat perlindungan hukum sampai Ia bisa kembali ke tanah airnya kembali.Dibalik itu semua justru sahabat yang dipercayainya berbalik menentang dan menjatuhkannya . Entah apa alasannya yang membuat Abduh &Afghani sampai terbuang dari Mesir .

      

Faktor yang menyebabkan Abduh,Afghani dibuang dari Mesir oleh Khedevi Taufiq Pasha salah satunya akibat berbagai kejadian baru di Mesir dan faktor lainnya adalah karena pengaruh campur tangan bangsa asing. Ketika dipembuangan tahun 1882-1887 itu Ia bertemu Jamalludin Al Afgani kemudian pergi ke Paris tahun 1884 selama 10 bulan .

    

 Ketika di Paris ini pula Ia bersama Afgani mendirikan gerakan al Urwat al Wuthqa atau rantai yang tidak pernah putus adalah gerakan untuk menyadarkan,memperjuangkan negara Islam.Untuk mewujudkan cita-cita itu Ia bersama Al Afghni menerbitkan majalah yang senama dengan gerakan tersebut bernama majalah al Urwatul al Wastqa di Paris. Jurnal Urwutul ini adalah jurnal mingguan politik yang melaporkan dan memberi gambaran keadaan politik dan perjuangan muslim di negara- negara Islam untuk melepaskan diri dari dominasi negara-negara Barat.

    

 Majalah ini memang luar biasa pengaruhnya di dunia Islam mendapat reaksi beragam dari kalangan masyarakat Islam saat itu dan akibatnya majalah ini tak berumur lama akibat dilarang terbit oleh pemerintah  Inggris,India dan Mesir.Berhentinya majalah al Urwatul membuat Abduh dan Afgani  menghentikan segala kegiatan politiknya dan membuat mereka berdua Abduh dan Afghani berpisah .Abduh melanjutkan perjalanannya ke Beirut  tahun 1884,sedangkan Afgani ke Rusia.

     

Pasca berhentinya majalah al Urwut al Wathq Abduh mengembara menjelajah jazirah Arab dinegeri- negeri Islam.Abduh yang terbuang ke luarnegeri memberi hikmah baginya,karena dengan kejadian ini Ia bisa melakukan gerakan pembaharuan di negeri orang dengan pembaharuan pendidikan,pengajaran di sejumlah negeri di tanah Arab salah satunya mengajar di Madrasah Sultaniyah  akhir tahun1885  .

      

Di sekolah ini Abduh melakukan pelbagai pembaharuan mulai melakukan perubahan adminitrasi,sistem pendidikan dengan menambah pengajaran tentang fiqh,sejarah dan ketuhanan .Di sekolah ini Ia mengajar mantiq,balaqah,sejarah Islam .Di kota ini Ia juga banyak menulis,ke n terima kitab- kitab ke dalam bahasa Arab dan beberapa buku terjemahan lainnya dan menyelesaikan buku Risalah at Tauhid yang ditulisnya semasa Ia mengajar di sekolah Sultaniyah.

    

Tags

About The Author

Suryatiningsih 33
Ordinary

Suryatiningsih

Penulis adalah Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel