Kisah Sultan Muhammad Al Fath Menaklukan Kota Konstantinopel

26 Aug 2019 13:55 2171 Hits 1 Comments Approved by Plimbi
Sultan Muhammad Al Fath adalah pemimpin pemberani yang mampu taklukkan Konstatinopel

Kota Konstantinopel yang kini menjadi kota Istanbul ibukota republik Turki banyak menyimpan sejuta cerita sejarah yang melegenda juga dikenal sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan dunia ketika itu.Tak heran Kota Konstantinopel menjadi rebutan negara-negara seperti rusia,arab dll termasuk Kerajaan Ottoman.

Pasalnya kota ini berada dijalur strategis, bahkan Konstantinopel terkenal sejak masa nabi Muhammad SAW sampai-sampai Rasullah SAW mengatakan bahwa Konstantinopel akan ditaklukan oleh tentara Islam.

Semenjak itulah banyak khalifah berlomba-lomba menaklukan konstantinopel mulai Bani Ummayah, bani Abbasiyyah dan sang khalifah Harun al-Rasyid pun juga pernah menaklukan kota konstantinopel, meski tidak ada yang berhasil kala itu. Namun ditangan Islam era Sultan Muhammad al Fatih atau terkenal dengan nama Sultan Mehmed 2, salah satu sultan Kekhalifahan Ottoman yang revolusioner, cerdas nan bijaksana, kota Konstantinopel sukses ditaklukanya dan siapa sangka sang Sultan Mehmed 2 inilah sang penakluk Kota Konstantinopel dipenghujung abad ke 20.

Bagaimana kronologis sesungguhnya penaklukan dramatis kota konstantinopel yang dilakukan oleh Sang sultan Mehmed 2?

Muhammad al Fatih sejak kecil dididik oleh ayahnya berbagai ilmu pengetahuan agama sehingga berpengaruh besar bagi dirinya. Ketika ia menginjak dewasa kemudian ia juga melihat usaha keras ayahnya menaklukan Konstantinopel walau akhirnya mengalami kegagalan.Sang Sultan Muhammad al Fatih naik tahta pada usia 13 tahun kemudian semenjak menjadi sultan Ottoman Ia berambisi besar menaklukan Konstantinopel dengan melakukan beragam strategi salah satunya mendekatkan diri pada sang Khalik,tidak pernah meninggalkan rawatib dan shalat Tahajud, mengumpulkan pasukan sebanyak 250.000.

Konon hampir semua pasukan tersebut tidak pernah lepas dari Tahajud dan pasukan ini kemudian dikenal dengan nama pasukan Yanisari. Pasca membentuk pasukan Yanisari Sultan al Fatih selanjutnya membangun benteng Rumeli Hisari dikawasan selat Horus selama 4 bulan beberapa tahun kemudian tepat tanggal 6 April 1453 Sultan al Fatih bersama gurunya Syekh Aaq Syamsudin, Halil pasha dan zaghanos menyerbu berbagai penjuru kota Konstantinopel disaat kota ini juga mengalami kekacauan konflik agama. Sultan al Fatih pantang menyerah Ia mengirim surat pada Paleogus untuk masuk Islam atau membayar upeti atau perang, sayang Paleogus tetap memilg mempertahankan konstantinopel bersama kardinal isidor, pangeran orkan ,giovani giustani dari Genoa kaisar kontantius karena khawatir akan serangan angkatan laut Ottoman kawasan pantai tanduk emas tepatnya pintu gerbang pelabuhan diletakkan rantai yang cukup besar sehingga kapal Turki tidak dapat masuk ke pelabuhan dan memperbaiki dinding bendung ,membuat parit selebar 50-60 meter di situ menara.

Kaisar Konstanius tetap nekad mempertahan Konstantinopel, maka Sultan al Fatih dengan berbekal senjata modern dan ribuan pasukan terlatih menyerbu Konstantinopel. Kisah penaklukan Konstantinopel berlangsung dramatis nan menegangkan. Betapa tidak? Sultan al Fatih dan pasukannya menyerbu Konstantinopel melalui rintangan yang penuh terjal apalagi konstantinopel ini dikelilingi benteng setebal 10M dan parit 7M membuat benteng sulit ditembus kemudian lebih tragisnya pasukan artileri harus membobol benteng 2 lapis dari sebelah Barat dan di arah selatan berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut Ottoman harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi rantai-rantai berukuran besar menyulitkan kapal perang ukuran kecil lewat.

Sementara benteng Byzantium hingga berminggu-minggu tak bisa jebol kalaupun runtuh pasukan constantine dengan cepat langsung menutupnya kembali dan usaha lain yang dicoba pasukan Ottoman dengan menggali terowongan dibawah benteng yang mampu membuat kepanikan kota,tetapi selalu gagal total.

Tags

About The Author

Suryatiningsih 31
Ordinary

Suryatiningsih

Penulis adalah Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel