Abdul Latief Muchtar, Sang Pembaharu Persis

27 Jun 2019 15:55 2056 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Abdul Latief Munctar adalah pembaharu Persis .Lewat tangan dingin Abdul Latief Muchtar dakwah Persis menjadi lebih humanis .Dari kepemimpinan Abdul Latief Persis tak lagi garang kemudian pendidikan yang ada di lingkungan Persis selangkah lebih maju

Siapa yang tidak kenal Abdul Latief Muchtar sang pembaharu Persis atau Persatuan Islam. Nama Abdul Latief  Muchtar demikian familiar dikalangan Persis. Abdul Latief Muchtar adalah salah satu tokoh  pembaharu organisasi gerakan pembaharuan Islam Persatuan Islam atau Persis yang pusatnya ada di Bandung,Jawa Barat. Persis di bawah kepemimpinan Abdul Latief Muchtar mengalami kemajuan yang luarbiasa dengan tidak melakukan gebrakan- gebrakan yang polemik atau eksklusif melainkan pendekatan yang luwes seperti pendekatan dakwah yang mengedepankan silaturahmi & komunikasi yang bermanfaat.
      
 Lewat tangan dingin Abdul Latief  dakwah Persis lebih humanis. Metode dakwah yang  demikian itu lahir bukan dari tuntutan perkembangan Persis sebagai gerakan sosial ,tetapi  pengaruh pergaulan Abdul Latief yang luas salah satunya pertemuan Abdul Latief dengan Harun Nasution,seorang guru besar IAIN Syarief Hidatullah yang berhasil memberi pengaruh pemikiran pada Abdul Latief hingga membuat Abdul Latief memiliki pengaruh yang besar pada Persis.
     
 Persis pada masa kepemimpinan Abdul Latief pada awalnya mengalami ujian yang cukup berat dimana waktu itu Uu no: 8 tahun 1985 yang menuntut semua organisasi kemasyarakatan atau ormas di Indonesia mencamtumkan asas tunggal Pancasila sebagai asas dalam organisasinya.


 Abdul Latief mencoba menjawab tantangan ini dengan menggelar muktamar dari  tingkat pusat hingga tingkat cabang melibatkan seluruh elemen Persis hingga akhirnya memutuskan bersedia mencatumkan asas tunggal Pancasila dalam Qonun asasinya sebagai siasah perjuangan & tetap bertahan sebagai  Jami' ah Islam.
    
 Persis di era Abdul Latief menjadikan organisasi yang tetap membuka diri seperti organisasi kemasyarakatan lainnya di Indonesia dan tetap mandiri tanpa isolir diri. Persis membuka diri tidak berarti mengikatkan diri pada kekuatan lain. Persis dibawah kepemimpinan Abdul Latief tidak lagi mengisolir diri dari perbagai persoalan umat. Semenjak itu jumlah anggota Persis meningkat tajam dengan jumlah anggota 10.604 orang yang tersebar 14 provinsi.
      
Persis sejak awal dikenal sebagai organisasi Islam yang keras & radikal, namun kini sejak kepemimpinan Abdul Latief Persis tidak lagi garang dan menantang. Persis kini lebih humanis dengan pendekatan persuasif & tidak lagi dakwahnya sebatas dikalangan anggota dan simpatisannya melainkan telah masuk dikalangan lingkungan kampus membuat Persis dikenal dikalangan mahasiswa di penjuru Nusantara.
   
Disisi lain Abdul Latief tidak saja mampu menjadikan Persis sebagai organisasi kemasyarakatan yang tidak lagi radikal tetapi, lebih luwes dan argumentatif  sesuai kebutuhan umat. Abdul Latief juga mambawa Persis lebih maju seperti organisasi kemasyarakatan lainnya yang membawa pembaharuan dalam bidang pendidikan yaitu Perguruan Tinggi tahun 1988 yang diberi nama Pesantren Luhur .
     

Pada perkembangannya Perguruan tinggi ini mengalami perubahan nama dari Pondok Pesantren Tinggl, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuludin hingga Sekolah Tinggi Agama Islam Persis. Perguruan Tinggi Persis yang didirikan Abdul Latief telah mampu melahirkan sarjana - sarjana yang berakhlak mulai.
    
 Abdul Latief adalah sosok pembaharu Persis yang mendunia, meski dikenal tokoh Persis yang mampu membawa Persis ke arah pembaharuan pemikiran Islam sesuai kondisi sosial politik yang terus berubah. Abdul Latief terjun kancah dunia dengan bergabung ke organisasi Konfrensi Islam atau OKI dan menyumbangkan pemikirannya seperti mengusulkan pembentukan Tentara OKI untuk menghadapi bentrokan senjata yang dihadapi oleh umat Islam & sebagai penengah apabila pertentangan di dunia Islam.
       

Abdul Latief juga sempat terjun ke dunia politik praktis melalui Partai PPP, meski keterlibatan dalam dunia politik praktis menimbulkan pro & kontra dikalangan jamaah Persis. Ia terjun dunia politik praktis atas nama pribadi bukan sebagai kapasitasnya ketua umum Persis. Cita- cita, idealisme perjuangannya menegakkan Islam melalui peta dakwah yang luas dan mengembangkan dakwah lewat konstitusional sesuai aspirasi rakyat
      
Jelang tahun-tahun  terakhir hayatnya Abdul Latief banyak terjun  ke dunia organisasi keislaman di luar Persis seperti Dewan dakwah Islamiyah Indonesia, ICMI, anggota majelis anggota partai PPP, anggota MUI kodya Bandung. Abdul Latief berhasil membawa Persis ke arah pembaharuan pemikiran Islam seirama dengan kondisi sosial politik yang terus berubah. Disisi lain Abdul Latief telah mampu menoreh tinta emas dalam catatan sejarah tersendiri umat Islam pada umumnya.
 

Tags

About The Author

Suryatiningsih 31
Ordinary

Suryatiningsih

Penulis adalah Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel