review

2 Lokasi Syuting Pete ‘ s Dragon Yang Eksotik

2 Lokasi Syuting Pete ‘ s Dragon Yang Eksotik

Film Pete’s Dragon ( 2016 )

4

Sutradara : David Lowery, penulis skenario : Toby Halbrooks, David Lowery, produser : James Whitaker, dan para pemain : Oakes Fegley, Bryce Dallas Howard, Oona Laurence, dan Wes Bentley.

Setelah sukses tayang film terdahulu, live action, The Jungle Book, bulan September tahun ini Disney kembali hadir dengan karya terbaru yang tidak kalah seru dengan film – film petamanya bernama Pete’s Dragon. Sama halnya seperti The Jungle Book, kisah ini bercerita tentang persahabatan seorang anak dan seekor naga merupakan remake dari film animasi klasik Disney pada tahun 1977. Tidak jauh beda dari film originalnya, Pete’s Dragon versi live action ini memiliki keunggulan yang lebih memukau dengan menonjolkan teknik animasi dan efek visual modern.

Film dibuka dengan adegan menarik : pertemuan seorang anak kecil bernama Pete (diperankan dengan manis oleh Oakes Fegley) dengan seekor naga besar berwarna hijau yang oleh dia diberi nama Elliot. Pete adalah seorang anak yatim – piatu yang telah lama kehilangan kedua orangtuanya lalu menghabiskan hidupnya di tengah rimba di puncak pegunungan Rotorua bersama Elliot hingga usianya menginjak umur 10 tahun. Beberapa adegan kecil dalam film ini mengingatkan kita akan kisah unik dan mengharukan dari film : Mowgli dalam The Jungle Book.

Panorama alam pegunungan dimana tempat Pete dan Elliot tinggal adalah terletak di dekat kota kecil bernama Millhaven, Rotorua. Di sanalah tinggal Mr. Meacham (Robert Redford), seorang pengukir kayu tua dan pembuat almari bersama dengan Grace (Bryce Dallas Howard), putrinya yang bekerja sebagai polisi hutan. Mr. Meacham dikenal sebagai satu - satunya warga di desa ini yang pernah melihat sosok mengerikan, seeokor naga raksasa berwarna hijau lumut yang tinggal di tengah hutan, di sebuah goa batu besar, di pinggir sungai. Namun banyak warga lainnya tidak percaya dengan cerita beliau karena tak pernah ada bukti nyata tentang keberadaan naga tersebut di desa mereka di kaki gunung, sehingga warga kota menganggap cerita Mr. Meacham hanyalah sebuah mitos belaka.

Film ini disutradarai oleh David Lowery, menghadirkan cerita seru dari petualangan yang apik namun menyentuh hati. Ia mampu menonjolkan beberapa karakter kecil melalui efek visual yang tajam dimana sang visual effect supervisor, Eric Saindon, telah berpengalaman berkali – kali menerbitkan karaktek melalui tokoh – tokoh utama film agar mampu memberikan perhatian seperti pada film The Hobbit dan trilogi The Lord of The Rings. Mengambil lokasi syuting di negeri seribu taman bunga, New Zealand, pemandangan hutan hijau nan asri serta dalam latarbelakang suasana country kota kecil yang cukup tenang, menjadikan film ini patut untuk anda tonton bersama dengan anak – anak di akhir pekan yang mampu memberikan kesegaran pikiran agar bisa santai bersama dengan keluarga.

Dongeng tentang seekor anak naga raksasa yang tersesat dari dunianya di atas langit lalu bersembunyi di tengah hutan merupakan dongeng yang sudah tidak asing lagi di Hollywood. Tema serupa banyak ada dalam film animasi : Iron Giant (1999) atau How To Train Your Dragon (2010). Karakter Elliot yang lucu, friendly dan pemalu ini menyerupai si naga hitam dalam film Toothless atau How To Train Your Dragon. Hal – hal menarik lainnya, Pete’s Dragon bukan hanya sekadar memainkan peran layaknya aksi keren sang anak naga di dunianya sendiri, melainkan juga tentang sikap dan sifat masing – masing tokoh yang lainnya melukiskan tentang kehangatan sebuah keluarga dan persahabatan yang menemukan kembali dunia hilang dari sang naga nun jauh di kaki pegunungan, di tengah hutan rimba bersama dengan teman – temannya yang lain.

Bukan hanya Pete dan Elliot, namun tokoh - tokoh lain seperti Grace, Mr. Meacham, dan Natalie juga memainkan peran yang sama pentingnya dengan tokoh utama. Hal ini tak lepas dari bantuan aktor kelas dunia seperti Robert Redford, Bryce Dallas Howard, Wes Bentley, atau Karl Urban yang natural memerankan tokoh sesuai dengan karakter asli, meskipun mungkin kurang familiar di telinga orang Asia seperti Indonesia, tetapi mereka semua telah berhasil menghidupkan karakter dan cerita dengan sempurna, begitu juga terhadap beberapa aktor cilik pemeran tokoh utama dan pembantu. Jangan heran apabila banyak penonton yang menangis dan tak bisa menahan air mata terharu ketika cerita ini diakhiri. Seperti kata Mr. Meacham kepada sang naga kecil sebelum akhirnya mereka berpisah oleh dunia yang berbeda : It feels like magic.

Seperti halnya kisah nyata yang banyak terjadi di dunia yang menyerupai fiksi tentang seorang bayi atau anak yang telantar di rimba belantara, kemudian dibesarkan, dan lalu menjalin persahabatan dengan hewan – hewan pemeliharanya. Ketika beranjak dewasa, si anak dikisahkan menjalin hubungan sangat dekat dengan hewan - hewan nan lucu dan penuh welas asih tersebut hingga menjadi semacam " keluarga pengganti " bagi si anak yang kehilangan orang tuanya.

Beberapa kisah fiksi terkenal seperti kisah – kisah mitologi Romawi : dua bersaudara pendiri Kota Roma, Remus dan Romulus, yang dibesarkan oleh sekelompok serigala ganas di belantara rimba pegunungan Yunani hingga berhasil menjadi raja yang tangguh di Roma. Kisah lainnya, ada Tarzan, tokoh utama karya fiksi novel legendaris, Tarzan of the Apes, karya Edgar Rico Burroughs (1914), yang dibesarkan oleh seekor gorila dengan berlatar hutan belantara Afrika nan mempesona.

Mirip dengan kedua kisah fiksi tadi, film Pete's Dragon produksi The Walt Disney Studios, mengisahkan cerita malang seorang anak laki – laki yatim - piatu yang kehilangan kedua orangtuanya akibat kecelakaan fatal di salah satu kota kecil, New Zealand. Pete, diperankan dengan apik oleh Oakes Fegley, digambarkan sedang dalam perjalanan mobil beserta kedua orang tuanya. Ayah menyetir, ibu duduk di sampingnya, sementara Pete duduk di jok belakang sambil asyik membaca sebuah buku cerita komik. Adegan obrolan penuh kehangatan dari sebuah keluarga kecil sekejap berubah tragis saat mobil oleng diserempet oleh sebuah truk besar lalu terguling masuk ke dalam hutan. Mobil terbalik lantaran sang ayah banting stir dalam usaha beliau menghindar menabrak seekor rusa, tiba - tiba muncul melintas di depan mobil mereka yang tengah melaju kencang.

Ajaibnya, dalam kecelakaan tersebut, Pete selamat ! Dia berhasil keluar dari mobil yang terbalik, tetapi di hutan lebat di hari yang mulai gelap, ia begitu khawatir karena dimana – mana seperti ada ancaman yang mengintai, gerombolan serigala, ular atau burung elang yang kelaparan dengan sepasang mata tajamnya bertengger di salah satu dahan pohon hutan. Pada momen hidup mati itulah muncul Elliott yang menyelamatkan Pete dari gerombolan hewan buas yang sedang mengintai dan merasa kelaparan tadi melihat seorang anak kecil yang sedang tersesat.

" Apakah kamu akan memakanku ? " tanya Pete lugu. Elliott hanya mendengus dan dengan kuku tangan raksasanya yang kuat, ia menyorongkan tas milik Pete yang tercecer di atas tanah. Melihat sikap bersahabat sang naga kecil dengan Pete, anak ini kemudian berani menyentuh pipi Elliott yang tiba - tiba tersenyum ramah kepadanya. Selanjutnya, keduanya tinggal di sebuah gua batu yang berdekatan dengan sungai di bawah pohon apel liar di kedalaman hutan Pacific Northwest.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads