Tradisi 4000 Tahun, Aksi Berburu Bangsa Kazakh dengan Menggunakan Elang

4 Nov 2015 08:02 5728 Hits 0 Comments
Tradisi bangsa Kazakh yang masih lestari setelah 400 tahun, berburu dengan menggunakan elang

Berburu menggunakan hewan mungkin tidak asing lagi bagi manusia, di belahan dunia ini hewan acap kali digunakan untuk membantu manusia dalam berburu, di Indonesia berburu menggunakan hewanjuga ada, namun biasanya mereka menggunakan anjing, namun bagaimana jika berburu menggunakan burung elang? Dan bangsa Kazakh melakukan hal itu.

Bangsa Kazakh mendiami bagian utara Asia Tengah (sebagian besar di wilayah Kazakhstan, namun dapat dijumpai di wiliyah Tiongkok, tepatnya di provinsi Xianjiang, Uzbekistan, Rusia dan Mongolia. Suku Kazakh adalah salah satu suku yang termasuk dalam bangsa Turki di Eropa Timur.

Tapi kali ini kita tidak akan mengulas tentang sejarah bangsa Kazakh, namun ada satu tradisi yang sangat menarik dari mereka, yaitu berburu dengan menggunakan burung elang, dan mereka melakukan tradisi ini sejak 4000 tahun lalu. Berikut kami sajikan aksi menakjubkan dari para pemburu bangsa Kazakh dengan menggunakan elang.

Dilansir dari dailymail.co.uk, Rabu (3/11) kami menyajikan beberapa foto dalam festival edisi ke-17, yang didirikan pada tahun 1999 untuk melestarikan budaya unik bangsa Kazakh, tradisi untuk melindungi elang emas.

Tidak hanya itu saja, dalam acara ini juga diberikan penghargaan yang diberikan untuk Best Turned Out Eagle And Owner, Best Eagle At Hunting Prey and Best Eagle At Locating Its Owner From A Distance.  Berikut kami sajikan beberapa foto mengesankan dari festival tahunan tersebut.

 

Tradition: Dozens of MongolianàKazakhs arrive for the annual hunting festival, held every October in the Altai Mountains

Tradisi: Puluhan pemburu elang tiba untuk merayakan festival tahunan, yang diselenggarakan setiap Oktober di Pegunungan Altai Barat Mongolia

 

Bangsa Kazakh dari pegunungan Altai di Mongolia Barat adalah orang-orang terakhir yang diketahui di dunia ini masih menggunakan cara berburu sebagai salah satu cara untuk bertahan hidup, dan uniknya mereka berburu dibantu dengan burung elang emas, dan saat ini masih ada sekitar 400 pemburu, angka yang terus menyusut hingga kini.

 

In his father's footsteps: The tradition of hunting with golden eagles is said to have been started by the nomadic Khitans from Manchuria in northern China around 940AD

Mengikuti jejak ayahnya: Tradisi berburu dengan elang emas dikatakan telah dimulai dari kehidupan nomaden Khitans dari Manchuria di Cina utara 940SM.

 

Namun karena modernisasi, berburu tidak lagi menjadi salah satu cara bertahan hidup bangsa Kazakh, tapi mereka tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya mereka, dan tetap melestarikannya hingga saat ini.

Setiap Oktober, puluhan pemburu elang, bersama dengan sejumlah penonton berkumpul untuk merayakan kebiasaan bangsa Kazakh dalam bayangan Pegunungan Altai selama dua hari dalam acara Golden Eagle Festival tahunan. Para pemburu elang ini biasan disebut Burkutchu atau dalam bahasa inggris disebut The Falconers.

The Golden Eagle Festival in the Bayan-Ulgii province, was founded in 1999 to preserve Kazakh's unique culture àand to protect the eagles

The Golden Eagle Festival di provinsi Bayan-Ulgii, didirikan pada tahun 1999 untuk melestarikan budaya yang unik di Kazakh dan juga untuk melindungi elang.

 

Old school: The Kazakhs of the Altai mountain range in western Mongolia are the only people that hunt with golden eagles, and today there are around 400 practising falconers

Pemburu veteran yang sedang beraksi: Bangsa Kazakh dari pegunungan Altai di Mongolia Barat dalah satu-satunya orang yang berburu dengan elang emas, dan pada festival ini ada sekitar 400 falconers berlatih.

 

Annual meet-up: Every October up to 70 eagle hunters and a host of tourists gather to celebrate Kazakh customs in the shadow of the Altai Mountains during the annual two day Golden Eagle Festival

Bertemu setiap tahun: Setiap Oktober terdapat hingga 70 pemburu elang dan sejumlah wisatawan berkumpul untuk merayakan kebiasaan bangsa Kazakh di Pegunungan Altai selama dua hari di Golden Eagle Festival.

 

Elang yang mereka miliki telah dilatih sejak kecil dan berlanjut hingga tiga sampai empat tahun, dan setiap elang hanya dapat memiliki satu tuan. Dan pemiliknya harus memiliki ikatan kuat dengan elang tersebut, dengan mengajarkan bagaiamana untuk berburu secara lebih efisien. Elang-elang tersebut biasanya berburu rubah atau hewan kecil lainnya, dan bahkan mereka terkadang bisa membuhuh serigala muda.

 

In it to win it: As well as hunting with the predatory birtds, the Golden Eagle festival include competitions in horse racing, archery and Bushkashi, which is a goatskin tug of war on horseback

Untuk menang: Seperti hanya berburu dengan burung pemangsa, Golden Eagle Festival juga termasuk kompetisi balap kuda, memanah dan Bushkashi, yang merupakan lomba menyerat kambing dengan menunggang kuda perang.

 

Much at stake: The festival also sees awards handed out for Best Turned Out Eagle And Owner, Best Eagle At Hunting Prey and Best Eagle At Locating Its Owner From A Distance

Banyak yang dipertaruhkan: Festival ini juga diberikan penghargaan yang diberikan untuk Best Turned Out Eagle And Owner, Best Eagle At Hunting Prey and Best Eagle At Locating Its Owner From A Distance. 

 

The Golden Eagle festival is run by the Mongolian Eagle Hunter's Association to celebrate their heritage and compete with each other to catch animals with specially trained eagles

Golden Eagle Festival dibuat oleh Mongolian Eagle Hunter's Association untuk merayakan warisan mereka dan bersaing satu sama lain untuk menangkap hewan buruan dengan burung elang yang telah terlatih dengan baik.

 

Kegiatan lain yang diadakan dalam Golden Eagle Festival ini termasuk balap kuda, memanah dan Bushkashi (lomba menyeret kambing, permainan ini adalah untuk merebut bangkai kambing dan kemudian membawanya melewati pemain lain dan terus berlari sampai melewati garis gawang atau ke lingkaran sasaran).

 

All dressed up: The hunters wear traditional costumes, complete with fur coats made of marmot, fox or wolf skins which have been caught by their eagles, and the more extravagant the coat the more respected the hunter is

Lengkap dengan pakaiannya: Para pemburu mengenakan kostum tradisional, lengkap dengan mantel bulu yang terbuat dari kulit marmut, rubah atau serigala yang telah ditangkap oleh elang mereka, dan mantel itu akan menunjukkan reputasinya.

 

Working together:àA female eaglet is taken from its nest, usually aged four months, by the hunters themselves, in order to develop a trusting relationship with the hunter and his family

Bekerja sama: Seekor elang betina diambil dari sarangnya, biasanya berusia empat bulan, oleh pemburu itu sendiri, hal itu dilakukan untuk membuat hubungan antara pemburu dan elang itu sendiri, dan menjadikan mereka sebagai keluarga.

 

Ladies first: Only female eaglets are chosen as they are believed to be more aggressive, are more powerful and larger than the males

Ladies first: Hanya elang perempuan pertama yang dipilih karena mereka diyakini lebih agresif, lebih kuat dan lebih besar daripada pejantan.

 

At first, the eaglet is starved of food for days, until it begins to accept food from humans, after which the hunter can start training the eagle

Pada awalnya, anak elang dibuat kelaparan beberapa hari, sampai ia menerima makanan dari manusia, setelah itu pemburu dapat mulai melatih elangnya.

 

Close bond: As the connection develops between the hunter and eagle, owner and bird head to the mountains during the winter months, sometimes for days to hunt their prey â usually foxes or wolves

Ikatan kuat: Sebagai hubungan antara pemburu dan elang, pemilik dan burung pergi ke pegunungan selama musim dingin, kadang-kadang selama berhari-hari untuk berburu mangsa merkea, biasanya rubah atau serigala.

 

Partners in crime: The relationship between an eagle and her hunter is known to last between six to eight years before the hunter releases the eagle back in to the wild in order to breed

Partners in crime: Hubungan antara elang dan pemburu terikat antara enam sampai delapan tahun sebelum pemburu melepaskan elang kembali ke alam liar untuk berkembang biak.

 

2E0F520A00000578-3302009-image-m-127_1442E0F521200000578-3302009-image-m-129_144

Falconers: Dua pemburu memamerkan elang mereka, masih mengenakan pelindung di tangannya, sebelum kompetisi di mulai.

 

Well done, girl: An eagle appears to have been awarded with a treat after returning to her hunter

Melakukan tugasnya dengan baik: Tampak seekor elang memberikan hasil buruannya kepada tuannya setelah beraksi

 

Flying high: A golden eagle and her hunter, wearing an impressive competition outfit made from fur of prey his eagle has hunted for him

Terbang tinggi: Seekor elang emas dan pemburu mengenakan pakaian kompetisi yang mengesankan, terbuat dari bulu buruan yang didapatkan oleh elang dan pemburunya.

 

Good show: The annual festival, launched in 1999, has become a popular event for both the traditional eagle hunter and tourists

Pertunjukan menarik: Festival tahunan, yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1999, telah menjadi acara popuker bagi pemburu elang tradisional dan menjadi daya tarik para wisatawan.

 

IMpressive shots: The photos were takend by local snapper Batzaya Choijiljav at the annual traditional Kazakhs festival in October

Impressive shots: Foto tersebut diambil oleh fotografer lokal, Batzaya Choijiljav di festival tradisional  Kazakh tahunan pada bulan Oktober.

 

Aksi yang cukup mengesankan. Mengajarkan kita tentang bagaimana menjaga sebuah hubungan dengan makhluk hidup serta alam, hidup berdampingan sebagai sebuah keluarga. Meski para elang itu diambil dari sangkarnya ketika masih bayi, namun mereka melepaskan kembali para elang tersebut ketika sudah beranjak dewasa, hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian hewan yang dilindungi tersebut.

Dan apakah Anda juga pernah melihat acara festival mengesankan seperti itu, mungkin festival yang digelar setiap Oktober di setiap tahun ini bisa menjadi referensi destinasi wista kita selajutnya, tertarik untuk menghadirinya?

 

 

Gambar via Daily Mail

Tags

About The Author

Nana 45
Ordinary

Nana

Karena, menulis itu menyenangkan...

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel