Emotion Recognition - Penemuan Teknologi Terbaru Dimana Smartphone Bisa Mengerti Mood Pengguna

17 Jan 2012 16:30 6814 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Penemuan teknologi terbaru pada smartphone menyatakan bahwa Emoticon Recognition bisa membaca emosi yang sedang dirasakan oleh penggunya. Penasaran? Simak review lengkapnya di sini.

Voice Recognition adalah teknologi ala Startrek yang sudah hadir di kehidupan kita, tetapi nampaknya "science fiction" semacam ini tidak akan berhenti untuk diterapkan pada dunia nyata. "Penemuan teknologi terbaru" dari Samsung yang masih dalam tahap "prototype" menunjukkan bahwa "smartphone" sebentar lagi bisa mengidentifikasi "mood" dari penggunanya.

Penemuan teknologi terbaru bernama Emotion Recognition ini digarap oleh tim R&D "(Research & Development)" Samsung yang dihadirkan ke dalam bentuk "prototype" pada "smartphone" Samsung Galaxy S II. Pengembangan awal ini masih sebatas pada fungsi seperti ketika meng-"update" status media sosial, "smartphone" bisa mem-"block" status tersebut tergantung pada kondisi emosional pengguna. Atau, ketika meng-"update" status, disamping teks secara otomatis akan muncul "emoticon" yang bisa menunjukkan pada orang lain mengenai "mood" si pengguna.

Sistem dibalik "penemuan teknologi terbaru" ini secara mengejutkan sangat sederhana. Emotion Recognition mendeteksi emosi berdasarkan cara penggunaan pengguna, seperti seberapa cepat pengguna mengetik, mendeteksi getaran "handset"saat berada di genggaman pengguna, seberapa sering penggunaan melakukan "backspace" atau "delete" untuk menghapus teks ketika salah mengetik dan seberapa banyak simbol spesial yang digunakan. Dari poin-poin tersebut, "Emotion prototype" Samsung Galaxy S II khusus bisa mendeteksi apakah penggunanya sedang marah, terkejut, senang, sedih dan sebagainya dengan tingkat akurasi sekitar 67,5%.

Percobaan untuk sementara ini masih dilakukan oleh pihak Samsung sendiri, sehingga masih belum terdapat laporan resmi dari hasil Emotion Recognition. Baru beberapa minggu kedepan Samsung akan mendemonstrasikan penemuan teknologi terbaru ini pada even "Consumer Communications & Networking Conference".

Apabila dilihat dari sistem yang digunakan, penemuan teknologi terbaru Samsung ini, jelas masih terdapat banyak kekurangan. Komputer bukanlah manusia, dan cara antara manusia dan komputer berinteraksi adalah melalui semacam pelatihan seperti dahulu.

Yang dimaksud pelatihan dalam hal ini adalah membantu komputer untuk memiliki "database" dari kebiasaan pengguna pengguna atau manusia pada umumnya. Contoh, sebelum sebuah "smartphone" bisa secara otomatis menampilkan emoticon keadaan "mood" pengguna, komputer harus melalui proses pelatihan dari pengguna atau manusia itu sendiri. Seperti saat Anda dalam kondisi marah, Anda harus mengidentifikasikan hal tersebut kepada komputer, dan kemudian komputer akan mengidentifikasi seberapa cepat pengguna mengetik, getaran "handset" saat berada di genggaman pengguna, dan lain-lain serta menyimpannya dalam "database".

Tetapi, jangan dilihat dari sisi kekurangannya saja, lihat pulalah dari sisi positifnya di mana penemuan ini merupakan sebuah batu loncatan awal dalam sebuah teknologi komputer yang mampu merasakan dan bereaksi terhadap emosi manusia. Selain itu juga bisa melihat pertumbuhan fantastis penggunaan "smartphone" saat ini, Samsung bisa dinilai telah melakukan suatu penemuan penting. Emotion recognition adalah bagian dari penelitian ilmu komputer yang lebih besar bernama "affective computing", yang esensinya adalah penelitian seputar "software" komputer untuk mengukur, menginterpretasi dan bereaksi terhadap emosi dan perasaan pengguna. Contoh tujuan dari penerapan "affective computing" adalah "smartphone" akan bisa mendeteksi apabila pengguna sedang lelah dan kemudian "smartphone" secara otomatis dapat mengubah ukuran tampilan agar lebih besar dan lebih mudah di klik.

Kedepannya, bukan tidak mungkin apabila nantinya, dengan menggabungkan Voice Recognition, Emotion Recognition, dan/atau penemuan teknologi terbaru lainnya, Anda bisa curhat kepada "smartphone" Anda. [RY]

About The Author

Plimbi Editor 999
Administrator

Plimbi Editor

Plimbi Chief Editor

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel