Strategi Irit Mengelola Keuangan Saat Corona Mewabah

2 Apr 2020 08:40 227 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Saat physical distancing ini, tentu gaya hidup bisa dikesampingkan karena toh tidak bisa kemana-mana karena lebih baik di rumah.

Wabah virus Corona makin menjadi. Masyarakat kini belajar di rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah. Semua ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus yang benar-benar telah menjadi ancaman serius di Indonesia. Korban terus berjatuhan. Social distancing dan physical distancing pun dipertegas.

Nah, di saat banyak hal dilakukan di rumah, bisa jadi pengeluaran keuangan menjadi membengkak karena ketidakteraturan memenuhi keinginan. Oleh sebab itu, irit dalam arti bijak keuangan saat wabah Corona seperti saat ini penting dilakukan mengingat tak satu pun dari pakar sekali pun yang tahu kapan wabah ini akan benar-benar berakhir.

Masa puncak Corona pun masih sebatas prediksi. So, agar kita benar-benar siap dengan keadaan apa pun, baik juga mulai serius mengelola keuangan entah pribadi bagi yang masih single atau keluarga penting dilakukan.

Mau dikata pelit tak mengapa, tapi sebenarnya pengetatan pengeluaran keuangan saat wabah Corona ini bukannya pelit, tetapi biar irit dalam arti yang bijak. Irit bukan berarti pelit.

Berikut ini cara irit dan bijak mengelola keuangan saat Corona mewabah yang penting dilakukan:

1. Bayar utang, bayar kos, apartemen atau kontrak rumah (30%)
Yang namanya kewajiban wajib dilakukan seperti utang dan bayar-bayar tagihan bulanan seperti bayar kos, sewa apartemen dan kontrak kos. Kalau ini tidak dipenuhi bisa-bisa nanti diusir. Berabe bukan. Idealnya alokasi untuk bayar utang hingga cicilan ini maksimal 30% dari total gaji bulanan, termasuk di dalamnya tentu cicilan utang yang harus dibayar tiap bulannya, entah itu kartu kredit, cicilan mobil, rumah atau apartemen. 30% ini biasanya juga batas maksimal utang seseorang terkait dengan kesanggupan dalam membayarnya. Biasanya kalau lebih dari 30% akan mengacaukan alokasi keuangan lainnya.

2. Kebutuhan sehari-hari (40%)
Makan, minum, listrik, air, pulsa telepon, dan kuota internet termasuk kebutuhan sehair-hari. Budget ideal untuk keperluan makan dan kebutuhan pribadi lainnya ini 40% dari gaji. Kebutuhan ini wajib dipenuhi, termasuk kuota internet yang bisa jadi membengkak karena kebijakan belajar di rumah dan bekerja dari rumah. Nah biar irit, saat ini tentu baik juga memasak sendiri, apalagi saat ini sedang gencar-gencarnya physical distancing. Selain sehat, memasak sendiri tentu bisa menjadi momen kebersamaan bersama anak-anak untuk belajar memasak di tengah kejenuhan belajar di rumah yang telah dijalani selama ini, meski tetap disiplin dengan physical distancing.

3. Suplemen Imunitas (10%)
Pos yang ini sebenarnya pengalihan dari pos gaya hidup. Saat physical distancing ini, tentu gaya hidup bisa dikesampingkan karena toh tidak bisa kemana-mana karena lebih baik di rumah. Ideal alokasi gaya hidup yang biasanya mencapai 10% itu tentu sangat baik jika dialokasikan untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan jamu atau suplemen yang cocok. Oleh sebab itu, please deh, untuk kali ini 10% untuk hangout, kuliner hingga ngafe dan shooping itu dialokasikan untuk meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh.

4. Tabungan atau investasi (20%)
Siapa bilang tabungan atau investasi boleh diabaikan begitu saja saat bencana ini. Pos ini tetap harus direalisasikan dengan alokasi sebesar 20% dari total gaji bulanan. Yang namanya uang untuk masa depan itu wajib dan harus disiplin dilakukan. Apalagi saat ini investasi mulai menjadi gaya hidup karena kemudahan dan cuannya yang menggiurkan, semisal investasi saham melalui aplikasi IPOTGO besutan IndoPremier Sekuritas. Pun di saat wabah Corona mendera ini, investasi mendapatkan momennya karena harga-harganya yang sedang turun. Investor pemula bisa mendapatkan saham-saham ungggulan dengan harga yang murah dan begitu wabah Corona berlalu, potensi cuan saham yang menggiurkan siap didulang

Tags

About The Author

Dhea Anggraini 29
Novice

Dhea Anggraini

Pemula

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel