Begini Cara Paling Rasional Beli Rumah Sebelum Usia 30 Buat Milenial

13 Feb 2020 13:25 209 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Langkah pertama yang wajib dilakukan milenial, yakni menentukan rumah yang mau dibeli dengan mengunjungi pameran properti yang banyak digelar.

Memiliki rumah impian di usia muda bisa jadi jauh dari bayangan kebanyakan milenial perkotaan saat ini. Apalagi, selama ini alokasi kebanyakan pendapatan (gaji) bulanan milenial tersedot untuk gaya hidup hedon dan konsumtif.

Belum lagi, harga rumah di perkotaan cenderung naik drastis setiap tahunnya. Karenanya, hanya sedikit milenial yang kepikiran untuk memiliki rumah. Terlebih, dunia kerja yang saat ini sudah makin lintas negara membuat milenial mikir-mikir untuk menetap di satu tempat atau negara. Tak mengherankan, milenial lebih suka sewa apartemen.

Belum lagi, karakter milenial yang saat ini memang suka-suka pindah kerjaan alias tidak betah lama-lama di satu perusahaan, membuat mereka tidak ingin menetap lama di satu daerah tertentu.

Meski demikian, ada pula milenial yang sebenarnya memendam keinginan memiliki rumah di usia muda, khususnya untuk milenial cowok yang dalam arti tertentu "butuh" rumah untuk meminang calon pasangan hidup.

Nah, saat di satu sisi tidak ingin ketinggalan dalam gaya hidup, milenial begini tentu memiliki peluang untuk memiliki rumah di usia muda (sebelum 30 tahun) dengan strategi khusus. Lantas strategi seperti apa yang baiknya dilakukan? Berikut ini strateginya:

Taruh saja sebagai fresh graduated (first jobber), milenial biasanya berusia 22 tahun kalau kuliahnya lancar. Sampai batas target memiliki rumah impian maksimal sebelum 30 tahun maka waktu yang masih dimiliki milenial maksimal 8 tahun.

Langkah pertama yang wajib dilakukan milenial, yakni menentukan rumah yang mau dibeli dengan mengunjungi pameran properti yang banyak digelar.

Tujuan utama mendatangai pameran tentu saja untuk mengetahui harga dari rumah impian tersebut. Dengan langkah ini, memiliki modal awal, tentu bukan kewajiban.

Setelah mengetahui harga rumah impian, misalnya yang harga di harga Rp.800 juta maka langkah yang perlu dilakukan adalah mengetahui uang muka (down payment/DP).

Setelah tahu DP, misalkan 20%, maka tinggal dikalkulasi 20% dari Rp.800.000 maka dana untuk DP harus disiapkan sebesar Rp.160 juta.

Meski saat ini tidak sedikit developer yang bisa memberikan DP ringan hingga 5%, milenial tetap harus realistis bahwa semakin DP besar maka bakal semakin meringankan cicilan atau pelunasannya.

Sebagai first jobber taruh saja gaji bulanan yang didapatkan Rp.5 juta, tentu gaji ini tidak akan dialokasikan untuk menyiapkan DP rumah. Milenial perlu pengeluaran lainnya juga.

Anggap saja dana untuk menyiapkan DP rumah Rp.2 juta per bulan maka dalam setahun terkumpul Rp.24 juta. Untuk mencapai angka DP Rp.160 juta maka dibutuhkan waktu sedikitnya sekitar 6 tahun 8 bulan.

Fix DP rumah pun sudah bisa terkumpul sebelum usia 30 tahun. Tapi satu hal yang perlu diingat, rumah impian dalam perjalanan waktu selama 6 tahun 8 bulan biasanya juga mengalami kenaikan.

Dengan demikian uang DP untuk rumah impian pada maksimal 7 tahun ke depan tentu juga naik yang biasanya di atas inflasi. Oleh sebab itu, salah satu langkah cerdas biar nilai uang tidak merosot, yakni dengan mengembangkan uang tersebut pada instrumen investasi yang terpercaya dan memberikan imbal hasil di atas inflasi. Dengan begitu, tabungan dan deposito saja tidak cukup.

Nah, pilihannya untuk investasi ini, bisa investasi reksa dana atau saham. Menariknya, investasi reksa dana atau saham saat ini sudah sangat mudah, semisal di aplikasi IPOTGO milik IndoPremier, yang bisa digunakan untuk investasi reksa dana sekaligus saham. Untuk memaksimalkan cuan dalam investasi ini maka milenial tentu wajib mempelajarinya dengan seksama.

So, dengan strategi ini dana untuk rumah impian tentu bakal benar-benar terwujud sebelum usia 30 tahun.

Tags

About The Author

Dhea Anggraini 28
Novice

Dhea Anggraini

Pemula

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel