Menjadi karyawan bank tidak membuat agus nyaman. Meskipun bekerja di perusahaan besar, tidak membuat agus puas. Rasa bosan selalu menghantuinya. Pergi pagi pulang malam, membuatnya jenuh. Dan dia pun sadar bahwa karyawan bukan profesi yang dia inginkan.
Karena bosan menjadi karyawan bank, Agus beralih menjadi perternak lele, berkat ketekunannya hampir 8 tahun usaha ternak lelenya kian berkembang hingga keluar daerah jawa. Selain dapat membuka laparan pekerjaan, selama sebulan bisa mengantongi hingga ratusan juta rupiah dari usaha lele tersebut.
Di area kurang lebih 2 hektar beliau beternak lele. Pak Agus namanya. Dia memulai usaha ternak lele sejak 2005 lalu. Saat itu ayahnya lebih dahulu ternak lele memiliki satu kolam lele kecil di halaman rumahnya. Sejak ayahnya meninggal dunia, Agus menjadi terpanggil untuk meneruskan usaha ayahnya. Sejak kecil dia selalu melihat ayahnya berternak lele. Sehingga sedikit banyak dia juga tahu bisnis ikan lele tersebut.
Melepas profesi sebagai karyawan, agus menekuni usaha barunya.
Berkat ketekunannya, agus mendapat kepercayaan menjadi penyedia bibit ikan lele di banyak daerah. Sejak saat itu usaha ternak lele agus kian berkembang dan pasarnya makin meluas hingga luar Jawa seperti Sumatra, Sulawesi, Bali dan Kalimantan dan lainnya.
Lalu apa yang membuat ayah 2 anak ini untuk tertarik bisnis ikan lele? menurutnya karena tekstur daging lele yang lunak jadi bisa dikonsumsi untuk semua umur dan diolah untuk berbagai macam menu. Dan harganya cocok untuk rakyat menengah ke bawah. Sehingga menururutnya pasar ikan lele itu tidak pernah sepi. Dari warung pinggir jalan hingga restoran sekalipun menyediakan menu berbahan ikan lele ini.
Usahanya sekarang hanya fokus di pembibitan, namun dia juga ingin mengembangkan usahanya pada pembesaran ikan lele serta bekerja sama dengan berbagai rumah makan.
Setiap bulan Agus bisa menjual bibit lele sebanyak 6.000 ekor . 1 ekor lele dijual 70 rupiah.
Dari hasil bertenak lele Agus bisa menghasilkan ratusan juta rupiah setiap bulannya. Untuk mengelola lahan seluas 2 hektar miliknya, Agus membutuhkan puluhan pemuda di desanya di Jombang Jawa Timur. Meski mengalami pasang surut dalam usahanya, namun berkat kegigihannya mencari solusi atas segala permasalahannya, Agus dapat bangkit kembali.
Kesuksesan itu tidak instan, ada usaha dan doa yang tidak pernah putus.
Belajar dari Agus yang menekuni bisnis ini selama 8 tahun hingga dia pun menjadi sukses. Jadi jika Anda masih menekuni bisnis yang masih 1-2 tahun sudah putus asa, maka kesuksesan juga akan semakin sulit Anda raih. Punya usaha sendiri merupakan hal yang sangat diinginkan oleh banyak orang, tapi hanya sebagian besar saja dari mereka yang berhasil mewujudkannya.
Semoga bermanfaat.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.