Demi Selfie: Ketika Nyawa Hanya Seharga Sebuah Foto

30 May 2017 11:17 1661 Hits 0 Comments
Bijaklah dalam berselfie.

Apa yang kamu pikirkan ketika orang berniat menukar nyawamu dengan sebuah foto? Tentu menolaknya, bukan? Tapi anehnya ada orang-orang tertentu yang rela menukar nyawanya sendiri demi mendapatkan foto yang bagus. Ya, mereka melakukan selfie berbahaya.

 

Tren berfoto selfie tidak boleh dianggap remeh. Kebiasaan tersebut bisa saja berbuah petaka. Aktivitas yang semula dianggap sekadar asyik-asyikan ini bisa berubah mengerikan kalau kadarnya sudah overdosis atau dilakukan di tempat-tempat yang berbahaya. Overdosis selfie membuat orang berpotensi mengalami gangguan kejiwaan, seperti narsis, kecanduan (terobsesi pada foto selfie yang sempurna), krisis kepercayaan diri, histrionik, Body Dismorphic Disorder (BDD), dan eksibisionis. Penelitian dari Ohio State University dalam Journal of Personality and Individual Diffrences bahkan menyatakan bahwa pria yang gemar selfie cenderung narsis dan berpotensi memiliki pribadi psikopat. Kadar kelainannya semakin parah lagi jika hasil foto tersebut diedit agar tampak sempurna.

 

Hyderabadi Bhanu Prakash Racha dari India bahkan sampai rela keluar dari pekerjaannya untuk memecahkan rekor selfie terbanyak dalam 1 jam. Rupanya, ia ingin menandingi Dwayne Johnson yang pernah swafoto sebanyak 105 kali dalam 3 menit.

 

Bila hal-hal di atas belum cukup mengerikan, bagaimana dengan yang ini:

  1. Di Mexico, dua remaja perempuan tewas ditabrak pesawat karena selfie di dekat landasan pacu.
  2. Eri Yunanto, selfie di puncak merapi lalu tewas terjatuh masuk ke kawahnya.
  3. Toomy Lucky Saputra, selfie di dekat rel kereta lalu tertabrak kereta hingga tewas.
  4. Andrey R dari Rusia, ingin selfie seperti orang terjatuh dari lantai 9 sebuah gedung dan akhirnya jatuh beneran. Tewas.
  5. Anna Ursu, selfie di atas jembatan yang ada aliran listrik untuk kereta lalu tewas kesetrum.
  6. Norhayati Wook dan Siti Yuslianis Roslan, warga Malaysia, ingin mengambil foto selfie dengan kamera dan tongsis dari luar Mobil. Hal ini menyebabkan mobil pun keluar jalur dan disambar truk. Mereka pun tewas.
  7. Anisa Nur Hidayati, asyik berselfie di atas jembatan hingga terpeleset dan jatuh di lubang antara pagar dengan jembatan. Tubuhnya sempat menghantam beton sebelum akhirnya masuk ke sungai Bengawan Solo dan tewas.
  8. Di Concrete, Washington, seorang laki-laki berumur 43 tahun tewas tertembak saat selfie dengan pistol.
  9. Getril Oktori, tewas tergulung ombak saat berusaha naik ke karang dan melakukan selfie.
  10. Di India, seorang pria selfie dengan kobra. Ia terpatuk olehnya dan tewas karena bisa ular tersebut sudah menjalar ke seluruh tubuhnya.

 

Serem, kan?

Selfie tidak hanya membahayakan pelakunya seperti itu, ada pula selfie yang tidak pantas dan bahkan kejam, misalnya: selfie dengan hewan yang baru saja dibunuhnya/dianiaya olehnya, selfie dokter yang memegang alat kelamin pasiennya, selfie dengan bayi lumba-lumba dan menyebabkan bayi tersebut mati, selfie remaja tanpa busana, dan masih banyak lagi.

 

Sebenarnya keburukan selfie bukan cuma itu. Kamu yang suka selfie overdosis di luar ruangan akan rentan mengalami penuaan dini. Terlalu sering selfie juga bisa membuat hubungan dengan pasangan atau orang lain memburuk, bahkan bercerai. Itu karena penggemar selfie selalu ingin tampil sempurna dan haus pujian, selain juga karena terlalu berfokus pada kegiatan selfie-nya. Dia menjadi tidak normal, aktivitas sehari-hari terabaikan, orang-orang di sekitar tidak diperhatikan, dan hal-hal semacam itu.

 

 Setelah berfoto, Si tukang selfie biasanya suka mengunggah hasilnya ke medsos. Saking banyaknya bisa-bisa follower eneg karenanya.

 

Selfie boleh-boleh saja asal tidak overdosis dan tidak diambil di tempat berbahaya. Selfie-lah dengan bijak agar bisa meminimalisir keburukan.

 

Sumber gambar: Flickr

Tags Teknologi

About The Author

Dini Nuris Nuraini 38
Ordinary

Dini Nuris Nuraini

penulis, blogger

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel