Tak diragukan lagi Barcelona dan Real Madrid merupakan klub terbesar di sepak bola modern, jadi rivalitas mereka selalu menjadi bahasan menarik karena mereka punya kualitas yang luar biasa.
Kedua klub ini banyak menciptakan pemain terhebat dunia dan setiap pertemuan keduanya ratusan juta penggemar akan menyaksikannya. Hampir semua laga mereka mencatatkan sejarah, namun ada yang sulit untuk dilupakan dan akan terus diingat fans kedua klub. Dan ini memang perlu kita ingat agar tahu bagaimana intensnya laga ini.
Â
13 Juni, 1943: Real Madrid 11-1 Barcelona
Ini terjadi saat semi final Copa del Generalisimo. Di leg pertama Barcelona menang 3-0 di Camp Nou. Tentu, dengan kemenangan 3-0 mereka percaya diri menghadapi leg kedua.
Sebelum pertandingan ini tidak ada rivalitas hebat antara dua raksasa Spanyol ini, tetapi setelah ini persaingan mereka selalu menjadi bahasan.
Barcelona menghadapi atmosfer yang tidak bersahabat di Santiago Bernabeu. Kiper mereka, Luis Miro dilempari koin oleh fans Real Madrid. Ada juga yang mengatakan ada ‘ofisial’ yang mendatangi skuat Barcelona di ruang ganti sebelum pertandingan.
Hasilnya pembantaian terjadi di lapangan, Barcelona di gilas 11-1, namun laga ini tidak terlalu diingat di Madrid walau merupakan catatan kemenangan luar biasa.
Sejak saat ini hubungan kedua raksasa Spanyol ini memanas walau tidak bisa dipastikan ini yang menjadi sumbu rivalitas Blaugrana dan Los Blancos.
Â
25 Oktober 1953: Real Madrid 5-0 Barcelona

Alfredo di Stefano, orang pertama yang mencetak empat gol di EL Clasico
Alfredo di Stefano dikenang sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah Real Madrid, tetapi ada hal yang ternyata sangat berbeda, dia nyaris menandatangani kontrak dengan Barcelona sebelum bergabung dengan Los Blancos.
Entah ada permainan kotor atau hanya kesimpangsiuran tentu ini bisa terus diperdebatkan. Namun, yang pasti insiden ini menyalakan sumbu api persaingan kedua klub ini.
Panasnya hubungan kedua klub semakin menyala-nyala usai Di Stefano mencetak empat gol saat mereka menang 5-0 satu minggu setelah dia bergabung dengan El Real. Mereka kemudian memenangkan liga musim itu dan lima European Cups berturut-turut dari 1956-1960.
Berikutnya pembalasan Barcelona
17 Februari 1974: Real Madrid 0-5 Barcelona

Johan Cruyff bintang yang mengevolusi Barcelona
Permainan Di Stefano kini berbalik karena kali ini waktunya Barcelona yang memenangkan pertempuran uang untuk mendatangkan super star, Johan Cruyff. Pemain asal Belanda ini menunjukkan ketidak senangannya kepada Madrid dan bahagia dengan fansnya yang baru dengan mengatakan dia tidak akan bergabung dengan klub yang berhubungan dengan Prancis.
Dampak Cruyff tidak secepat Di Stefano di El Clasico, dia butuh beberapa bulan untuk mencatatkan sejarah di El Clasico. Dia mencetak 4 gol untuk membawa Barcelona menang 4-0.
Hasilnya, dia membantu Barcelona meraih gelar pertama mereka dalam 14 tahun sebelum kedatangan Cruyff. Yang membuat Cruyff semakin menjadi legenda setelah pensiun bermain sepak bola dia kemudian menjadi pelatih dan direktur di Camp Nou dan menjadi lokomotif evolusi Catalan di dunia sepak bola. Dia pulalah yang memperkenalkan total football kepada Barcelona yang menjadi dasar tiki-taka Blaugrana. Tidak heran ketika Cruyff meninggal pada 24 Maret 2016 Barcelona memberikan penghargaan setinggi-tinggnya untuk legenda mereka yang satu ini.
Â
8 Januari 1994: Barcelona 5-0 Real Madrid
Era ini era Cruyff dan pada awal 1990-an merupakan musim yang spektakuler untuk mereka bersama pemain-pemain seperti Pep Guardiola, Hristo Stoichkov, Ronald Koeman dan Romario.
Yang terakhir mereka berhasil tampil memukau pada Januari 1994, mereka menampilkan kecepatan, kekuatan dan finishing yang luar biasa dan Koeman sukses mencetak hat-trick dengan tendangan bebas nya yang menakjubkan.
Barce kemudian memenangkan gelar juara liga empat kali berturut-turut dan mencapai final European Cup kedua dari tiga kesempatan – Barcelona mendominasi rivalitas mereka dengan Real Madrid pasca era perang – walau begitu Real bisa membalas ini musim berikutnya.
Berikutnya pertarungan sengit
23 November 2002: Barcelona 0-0 Real Madrid

Di Stefano mungkin membangun persaingan dan Cryuff mengintensifkan persaingan, Luis Figo – pindah dari Barcelona langsung ke Real Madrid dengan nilai transfer memecahkan rekor dunia – menjadi lambang rivalitas mereka.
Figo adalah salah satu pemain terbaik dunia, ikon Barcelona ketika Real Madrid membuatnya menjadi proyek Galactico mereka. Fans Barcelona tidak pernah memaafkan mantan pahlawan mereka yang satu ini.
Saat kembali untuk kedua kalinya ke Camp Nou dia dimandikan dengan perlakukan kasar dan dilempari benda-benda setiap kali dia mengambil tendangan sudut yang membuat pertandingan dihentikan sekitar 20 menit. Ketika pemain meninggalkan lapangan terlihat salah satu benda yang dilempar ke lapangan adalah kepala babi.
Memang pertandingan ini tidak begitu sebagus pertandingan El Clasico lainnya dan akhir skornya tidak seperti yang diharapkan, 0-0, tetapi insiden kepala babi membuat laga ini terus diingat dan menjadi pelajaran bagi judas lainnya.
Â
19 November 2005: Real Madrid 0-3 Barcelona
Dari semua kebencian antara kedua klub masih ada momen-momen di mana Real dan Barca saling memberi penghargaan dan ini adalah salah satu dari laga tersebut.
Di era ini Ronaldinho hampir tak bisa dibendung, menontonnya sangat menyenangkan tak memandang siapa yang Anda dukung. Dan fans Real Madrid memberikan buktinya karena mereka semua standing ovation untuk penampilan bintang Brasil ini di El Clasico.
Ronaldinho seperti menari-nari melewati pertahanan Real Madrid untuk mencetak gol kedua dari dua golnya yang indah. Di sini suporter Real Madrid yang ada di stadion langsung memberi standing ovation karena luar biasanya penampilan pemain yang satu ini.
Sedikit mengenai transfer Ronaldinho, tersiar kabar kalau sebelum pindah ke Barcelona, Real Madrid juga terpukau melihatnya, namun karena wajah Ronaldinho tak tampan dia dianggap tak bisa dijadikan Galacticos sehingga akhirnya Barca yang mendapatkannya.
Berikutnya era Barcelona
10 Maret 2007: Barcelona 3-3 Real Madrid
Maret 2007 Lionel Messi sudah menjadi bintang – walau dia melewatkan final Liga Champions tahun sebelumnya karena cedera, dia adalah pemain kunci Barcelona.
Ketika usianya 19 tahun dia masih mentah, masih belum membuktikan apa-apa, Ronaldinho masih menjadi sorotan utama di Camp Nou sampai pada pertandingan ini.
Messi memberi tahu dunia sebagai mesin gol setelah hat-trick melawan Real Madrid, membuat skor imbang 3-3 walau awalnya Real Madrid sudah memimpin. Barcelona bermain dengan 10 orang pada pertandingan ini dan mereka mendapat poin yang sangat penting. Itu adalah treble pertama klub ini, yang pertama bagi siapa pun di Clasico dalam12 tahun terakhir. Di sini lah titik di mana seluruh dunia benar-benar melihat bintang baru telah lahir.
Â
29 November 2010: Barcelona 5-0 Real Madrid
Di bawah manajer baru, Jose Mourinho Real Madrid tak terkalahkan dari awal musim hingga akhir November. Kemudian Barcelona datang untuk merusak catatan mereka ini dengan cara yang mengerikan.
Gol dari Xavi dan Pedro membuat tuan rumah unggul dua gol dalam 18 menit dan babak kedua aksi indah Messi, Xavi dan Andreas Iniesta mendalangi dominasi mereka dan David Villa berperan untuk finishing.
Di akhir pertandingan Sergio Ramos harus diusir dari lapangan karena menjegal Messi denagn keras, Mourinho sangat malu di sini. Barca memenangkan La Liga musim ini walau Real Madrid berhasil mengalahkan mereka di final Copa del Rey dan menjadi trofi pertama Mou untuk Los Blancos.
Dominasi Barcelona
17 Agustus 2011: Barcelona 3-2 Real Madrid
Pada pertemuan sebelumnya sudah sangat emosional laga ini benar-benar menjadi tak terkendali dan banyak kekerasan yang terjadi di Spanish Super Cup. Pertandingan ini berakhir dengan keributan.
Barca memimpin dengan agregat 5-4, Marcelo mendapat kartu kuning kedua karena menjegal Cesc Fabregas tepat di depan bangku cadangan. Kericuhan pun tak terelakkan, kedua kiper ke tengah lapangan dan kemudian semua pemain berkerumun.
Mourinho melakukan tindakan memalukan, dia mencolok mata asisten Tito Vilanova yang membuat The Special One diskors dua pertandingan. Pertandingan itu pun berakhir dengan dua kartu merah yang diberikan kepada David Villa dan Mesut Ozil, bahkan kedua pemain ini tidak ada di lapangan pada laga tersebut.
Â
22 November 2015: Real Madrid 0-4 Barcelona
Real Madrid baru saja mencatatkan awal musim yang apik, 14 pertandingan tak terkalahkan dan hanya 3 kali seri. Namun, ketika mengincar kemenangan ke-15 mereka tumbang 3-2 di kandang Sevilla dan pada laga El Clasico dengan mengejutkan mereka tumbang 0-4 di Santiago Bernabeu.
Tidak ada yang menyangka Real Madrid akan kalah telak di Bernabeu pada saat itu karena awal musim mereka yang apik dan di laga ini Real Madrid benar-benar seperti tak berdaya menghadapi Neymar, Luis Suarez dan Andres Iniesta. Dua gol di cetak Suarez, satu gol Neymar dan satu gol Iniesta dan mereka melakukan ini tanpa Messi yang masuk di menit 66.
Dalam keadaan tertekan, Real Madrid pun harus bermain dengan 10 orang setelah Isco mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran keras kepada Neymar. Sempurnalah kekalahan Real Madrid.
Tak berhenti di situ saja, Rafael Benitez yang menggantikan Carlo Ancelotti pun mendapat tekanan tinggi dan kemudian dipecat pada bulan Januari 2016 yang kemudian digantikan Zidane. Untungnya di pertemuan kedua, di bawah Zidane Real Madrid berhasil membalaskan dendam di Camp Nou walau hanya menang 1-2.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.