Netflix dan Tantangan Menghadapi OTT Global

30 Jan 2016 07:51 1301 Hits 3 Comments
Pemblokiran Netflix dan masa depan OTT di tanah air.

Netflix dan Tantangan Menghadapi Ott Global

Baru-baru ini, kabar hangat tentang pemblokiran layanan streaming berbasis internet, Netflix sedang hangat-hangatnya menjadi pembicaraan di media, bukan hanya di Indonesia, namun juga hingga media luar negri yang membicarakan pemblokiran tersebut.

Adalah group Telkom, yang mengambil inisiatif melakukan pemblokiran layanan streaming internet asal negeri paman sam tersebut. Group Telkom meminta Netflix untuk mematuhi aturan regulasi dari pemerintah Indonesia, hal ini terutama berkaitan dengan konten yang ada didalamnya, baik itu film maupun serial TV.

Jika melihat dasar dari layanannya, Netflix merupakan layanan yang menggunakan jalur internet didalamnya, istilah untuk pengertian ini adalah OTT alias Over The Top.

Jika kita menengok pengertian Over The Top, yaitu Layanan dengan konten berupa data, informasi atau multimedia, yang berjalan melalui jaringan internet. Jika kita melihat pengertian ini, kita bisa melihat, semua layanan yang menggunakan jaringan internet sebagai media distribusinya adalah OTT, termasuk Google, Facebook, Twitter, dan tentunya masih banyak untuk kita sebutkan.

Netflix dan Tantangan Menghadapi Ott Global

Internet memang memiliki ciri khas kebebasan didalamnya, hal ini dikarenakan koneksi didalamnya memungkinkan semua perangkat terhubung satu sama lain, tanpa dibatasi oleh wilayah regional teritori secara fisik.

Debat tentang layanang berbasiskan Over The Top dengan operator bukan hanya kali ini saja terjadi, namun sebelumnya juga pernah ada. Operator internet yang menyediakan pipa untuk akses, namun layanan OTT lah yang justru menikmati layanannya.

Sekarang muncul pertanyaan, jika Netflix di blok, kemudian layanan OTT lainnya tentunya harus di blok juga, seperti Google, Facebook, Twitter, ITunes dan semua layanan OTT yang jumlahnya tidak sedikit.

Bicara konten, Netflix memang menyediakan konten lain dari OTT lainnya, Netflix menyediakan layanan Video On Demand. Kita bisa melihat video, film ataupun serial TV dari perangkat apapun seperti smartphone, tablet dan komputer. Disinilah mungkin letak permasalahannya, Netflix memuat konten video baik berupa film atau serial TV didalamnya.

Kita tahu, bahwa sebuah konten video memang harus melalui penyensoran dari Lembaga Sensor Film Indonesia, agar konten tersebut layak konsumsi dengan nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia. Muatan konten berupa pornografi, dah hal lain yang tidak sesuai dengan nilai masyarakat Indonesia sudah seharusnya disaring secara ketat. Ini berarti bicara perlindungan terhadap pelanggan dari konten yang kurang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat.

Jika Netflix saja bisa diblokir, layanan OTT lainnya pun apabila menjual konten yang tidak sesuai dengan nilai masyarakat Indonesia harusnya diblokir.

Sifat dasar keterbukaan internet memang harus disikapi dengan cara pandang baru. Sebagai sebuah media informasi, internet memiliki manfaat yang sangat besar, namun disisi lain juga memiliki dampak negatif. Tidak hanya mengandalkan pemerintah, namun juga peran serta dari seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi tantangan era globalisasi internet ini.

Kedepan, tentunya akan lebih banyak tantangan yang lebih kompleks dalam era globalisasi internet ini. Dalam buku The World is Flat, penulis buku tersebut sudah memaparkan era dunia yang sudah datar tidak lagi sebuah dunia yang bulat. 

Tags Internet

About The Author

wan 62
Expert

wan

Mencoba Hobi tulis menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel