article

Masih Bingung Bandingkan Nikon vs Canon, Coba Baca Ini

Masih Bingung Bandingkan Nikon vs Canon, Coba Baca Ini

Nikon dan Canon, dua kamera DSLR yang tak habis-habisnya dibandingkan oleh banyak orang. Wajar, karena kedua kamera digital ini memiliki kemampuan yang mirip, namun berbeda. Fotografer-fotografer pemula atau orang awam bisa pusing ketika disuruh memilih dua kamera digital yang terdepan saat ini.

Sudah banyak mungkin yang menulis mengenai perbandingan dua kamera ini. Bila Anda sudah membacanya, mudah-mudahan ini bisa menjadi tambahan referensi yang membantu Anda dalam memilih Nikon atau Canon.

Kenapa ini penting, toh kedua kamera ini mirip. Ya mungkin mirip, tetapi fitur kecil pun di antara dua kamera ini membuat perbedaan besar, entah itu hasil jepretan, kenyamanan, fitur dan lainnya. Berikut perbandingan Nikon vs Canon yang mudah-mudahan tidak malah membuat Anda tambah galau memilihnya.

ads

Berikutnya megapixle

 

Sensor high-megapixel

Kita berbicara mengenai salah satu produk ultimate keduanya agar lebih mudah melihat perbandingan pada sensor megapixel.

Nikon D810 yang menghasilkan foto full-frame (Format FX) DSLR menawarkan sensor 36,3MP yang mengesankan walau resolusi yang ditawarkan sama dengan pendahulunya Nikon D800 da D800E.

Untuk produk unggulan Canon, MP-nya jauh mengalahkan resolusi tertinggi Nikon, 50,6 MP. Canon 5DS dan 5DS R menawarkan resolusi 50,6 mega pixel, tetapi harganya juga cukup jauh perbedaannya dengan Nikon D810.

Sebagai perbandingan, saat artikel ini ditulis harga Canon 5DS sekitar Rp48 juta dan 5DS R sekitar Rp52 juta sedangkan Nikon D810 sekitar Rp37 juta, perbandingan harga yang cukup tinggi.

Belum puas dengan 50MP? Canon saat ini sedang mengembangkan kamera dengan resolusi 120MP yang sudah ditunjukkan kalau sensor sebesar ini bisa bekerja pada kamera.

Apa yang bisa petik dari perbandingan ini? Untuk masalah sensor resolusi Canon bisa kita anggap terdepan dalam berinovasi dan inilah fitur kunci dari Canon, namun tentu kita setuju resolusi bukanlah yang paling penting pada kamera.

Berikutnya LCD Toucscreen

 

LCD Touchscreen

Masih Bingung Bandingkan Nikon vs Canon, Coba Baca Ini

Tidak bisa dipungkiri, variasi angle LCD membuat pengguna lebih mudah dalam memotret pada sudut sulit dan membantu ketika sedang merekam. Menambahkan touchscreen pada kamera meningkatkan kenyamanan dalam memotret 10 kali lipat.

Nikon D5000 diberi monitor yang bisa diputar dan diubah sudutnya pada tahun 2009 kemudian diikuti D5100, D5200, D5300 dan D5500 yang pada bulan Januari 2015 yang memperkenalkan touchscreen pada seri Nikon D5000.

Sementara itu Canon memperkenalkan layar yang bisa diputar pertama pada tahun 2010 di EOS 60D kemudian diikuti Canon EOS 600D tahun 2011. Namun, DSLR pertama yang menggabungkan LCD yang bisa diputar dengan touchscreen adalah EOS 650D yang dirilis pada tahun 2012. Canon EOS 650D, 700D juga memberikan layar sentuh sensitif yang bisa diputar dan semakin diperbaiki pada yang 750D dan 760D. Untuk urusan layar sentuh dengan angle bervariasi, Canon menang.

Berikutnya filter anti-aliasing

 

Tidak ada filter anti-aliasing

Mayoritas kamera digital memiliki filter anti-aliasing atau low-pass yang ditempatkan di depan sensor pencitraan. Filter ini berfungsi untuk mengurangi efek moiré seperti garis atau yang bekilauan dan pola yang berulang (bisanya pada pakaian atau material lainnya). Filter anti-aliasing mengurangi efek ini dengan membuat gambar digital lebih soft.

Masih Bingung Bandingkan Nikon vs Canon, Coba Baca Ini

Efek moiré pada pakaian karena tanpa filter anti-aliasing

Nikon D800E (edisi spesial dari D800 yang dirilis pada tahun 2012) memiliki tipe filter yang tidak memiliki sifat anti-aliasing. Berikutnya Nikon D810, D7100, D7200, D5300, D5500 dan D3300 bahkan entry-level tidak memiliki low-pass filter low-pass.

Semua DLSR Nikon ini memiliki potensi untuk merekam gambar lebih tajam dibanding dengan kamera berfilter low-pass. Untuk efek moiré bisa diperbaiki di Lightroom atau software editing serupa.

Canon menghabiskan cukup waktu untuk mengejar ketertinggalan di area ini dengan merilis EOS 5DS R pada tahun 2015. Canon 5DS R menggunakan filter sekunder yang membatalkan efek filter low-pass ketimbang menghapus OLPF.

Sampai pada saat ini baru EOS 20Da dan penggantinya, EOS 60Da yang mendekati hasil dari Kamera Nikon tanpa filter anti-aliasing.

Ini berarti, Nikon menang untuk urusan ketajaman gambar karena mereka tidak menggunakan anti-aliasing, Canon masih mencari cara mengimbangi rivalnya tersebut.

Berikutnya autofocus

 

Autofocus hybrid

Kebanyakan dari kamera DSLR menggunakan dua jenis autofocus: cepat ‘phase detection’ AF untuk penjepretan melalui viewfinder dan yang lebih akurat tetapi sangat lambat ‘contrast detection’ untuk autofocus Live View.

Sebenarnya keduanya tidak kompatibel untuk mengaktifkan Live View, cermin harus di posisikan di luar posisinya. Itu berarti tidak ada cahaya yang bisa dialihkan untuk sensor AF.

Canon memberi solusi untuk masalah ini dengan sistem hybrid autofocus untuk Live View dan merekam video. Ini ditemukan di semua DSLR entry-level selain EOS 1200D yang mengkombinasikan Hybrid CMOS AF sistem ini (phase detection AF ditanam di sensor  agar cepat mendapat fokus sebelum menyesuaikan contrast).

Canon semakin membaik untuk urusan ini, EOS 100D menawarkan Hybrid CMOS AF II dan EOS 750D/760D Hybrid CMOS AF III. Canon 70D memiliki yang lebih canggih ‘Dual Pixel CMOS AF’. 

Berikutnya kenyamanan

 

Kenyamanan saat dipegang

Masih Bingung Bandingkan Nikon vs Canon, Coba Baca IniQuick Control Dial

Ini perbedaan yang kecil, membandingkan body Canon dan Nikon yang selalu memberikan dampak besar dalam pemilihan kamera.

Perbedaan yang jelas ada di DSLR mid-range dan camera profesional. Canon memiliki Quick Control Dial di belakang kamera yang dikombinasikan dengan tombol perintah di dekat tombol shutter release. Di sebagian besar kamera malah ditempatkan tombol untuk memindahkan AF.

DSLR Nikon memiliki dua tombol perintah, satu di depan pegangan dan satu lagi di belakang  plus multi-selector D-pad di belakang kamera.

Pemasangan lensa, fokus, zoom dan exposure Nikon posisinya berlawanan dengan Canon, jadi bila Anda beralih dari Nikon ke Canon perlu menyesuaikan diri. Kenapa ini dilakukan? Ini masalah penjualan. Jika Anda sudah terbiasa dengan Nikon maka ada kecenderungan malas beralih ke Canon karena harus adaptasi lagi. Untuk urusan kenyamanan di tangan, keduanya sama.

Kesimpulan

Ketika Anda bertanya kepada fotografer expert mayoritas akan mengatakan Canon dan Nikon sama saja, tergantung kebutuhan Anda. Banyak pula yang mengatakan Nikon untuk yang expert dan Nikon untuk pemula. Sah-sah saja karena itu memang menjadi pengaruh besar dalam memilih.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah masalah orang-orang di dekat Anda. Misalnya, di komunitas Anda lebih banyak yang menggunakan Canon, maka dengan memilih Canon Anda berbagi dengan yang lain. Bukan itu saja, lensa Canon juga kompatibel dengan semua serinya, tidak seperti Nikon yang lensanya bisa berbeda-beda.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads