KEDAULATAN sebuah bangsa tak akan mampu tercapai selama masyarakatnya belum bisa memilih untuk menjadi autentik. Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengatakan, pada hakikatnya berdaulat adalah menjadi manusia yang autentik, tidak meniru, atau terpengaruh dari bangsa lain.
Celakanya, masyarakat Indonesia dilatih untuk tidak berdaulat. Masyarakat Indonesia dididik untuk menjadi peniru.
â€Dalam konteks berdemokrasi misalnya. Masyarakat memahami demokrasi karena pengaruh dari luar. Bukan model demokrasi asli dari masyarakat itu sendiri,†katanya dalam acara â€Sinau Kedaulatan†bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng.
Cak Nun dengan gayanya yang khas menggambarkan seperti apa sebuah kedaulatan yang semestinya. Umat muslim di Indonesia semestinya harus menjadi muslim ala Indonesia. Bukan justru meniru ala Arab. â€Yang menyuruh kita menjadi manusia Indonesia adalah Allah. Jangan justru menjadi manusia Arab atau yang lain,†katanya.
Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar memiliki peran signifikan di mata dunia. Jika pun negara saat ini belum berdaulat, Cak Nun mengajak umat untuk bedaulat secara pribadi. Setiap manusia memiliki kedaulatan kafilah. Itu artinya jika setiap generasi muda saat ini sudah berani berdaulat, sepuluh atau dua puluh tahun berikutnya akan menjadi pemimpin yang berdaulat.
Dengan belajar arti tentang kedaulatan maka kita akan makin paham melihat situasi dimana negara kita ini sama sekali tidak berdaulat dan banyak di setir oleh kepentingan-kepentingan asing yang ingin menguasai negeri ini melalui pejabat-pejabat kita yang ada di pemerintahan.
Contoh kecil akan ada nya peraturan tentang penyetandaran dalam tanam tembakau dan usul ini sebenarnya dari pihak asing, masak kita yang punya lahan dan punya potensi kok harus menuruti asing agar tembakau kita standar dengan tembakau atau keinginan mereka, mereka memakai standar apa? dan kenapa mereka repot-repot mau menstandarkan tembakau kita? ini perlu kia cerna dan pelajari betul-betul.
Dan lagi ada undang-undang yang mengatur potensi alam kita bisa di kelola oleh pihak asing dengan durasi kontrak yang mencapai 90 tahun ke depan, ini sungguh pembodohan dan merugikan untuk rakyat, namun para pejabat mau saja melegalkan undang undang ini dan memihak para pengusaha yang notabene mereka para pengusaha asing.Â
Sadarkah kita semua bahwa negara ini benar-benar dalam ancaman dari pihak asing yang ingin mengeruk kekayan negeri ini tanpa menyisakan apa-apa untuk anak cucu kita kelak.
Semoga para generasi penrus lebih kritis dan mau berjuang bersama sama untuk rakyat negeri ini agar negeri ini benar benar berdaulat tanpa ada rong-rongan dari pihak asing yang sangat merugikan bangsa kita ini.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.