Tablet akhir-akhir ini menjadi semacam gaya hidup sendiri. Bagaimanapun tablet seperti sebuah perangkat yang bisa menggantikan fungsi dua gadget sekaligus, ponsel dan netbook. Semakin banyak orang yang mengincar perangkat ini maka persaingan perangkat tablet akan semakin ketat dan menarik. Untuk bisa menarik pelanggan, tiap vendor berusaha memproduksi tablet dengan berbagai keunggulan dan harga yang kompetitif. Beberapa diantaranya bahkan menawarkan tablet Android Jelly Bean dengan harga yang terjangkau ataupun dengan salah satu fitur yang tidak terdapat pada vendor lainnya. Salah satu vendor yang mengeluarkan tablet dengan sebuah inovasi menarik adalah Tronity. Tronity sendiri merupakan pemain baru dalam ranah perangkat teknologi. Tronity membuat sebuah tablet android dengan sistem operasi Android Open Source.
Root 101, Tablet Android Open Source Yang Lebih mudah Dimodifikasi
Sedikit info, Tablet Android Open Source yang dimaksud adalah sebuah sistem operasi yang benar-benar terbuka. Vendor yang mengeluarkan perangkat dengan sistem operasi Android seperti Samsung, Sony, HTC dan lain sebagainya sebenarnnya tidak benar-benar mengusung open source. Hal ini karena vendor-vendor tersebut menghadirkan tampilan antarmuka yang eksklusifnya masing-masing. Tim Tronity lantas mengusung sebuahaperangkat dengan sistem Android yang membebaskan penggunanya lewat sebuah perangkat tablet dengan nama Riot 101. Menurut tim yang mengembangkan Riot 101, tidak semua pengguna menginginkan tampilan khusus dari vendor seperti TouchWiz, Timescape UI, atau Sense. Untuk tablet Riot 101 hadir menjawab kebutuhan tersebut.
Desain
Riot 101 merupakan tablet Android open source dengan desain yang menarik. Tiap sudutnya memiliki lengkungan sehingga tablet yang satu ini tidak terlihat kaku. Bagian depan tablet ini dihiasi dengan warna hitam dan pada bagian belakang diberi sentuhan warna perak dengan sedikit warna hitam pada bagian bawahnya. Paduan kedua warna ini tentunya tidak membuat tablet ini terlihat mrncolok tetapi justru terkesan tenang. Dengan dimensi 260 mm x 173 mm x 9.9 mm membuat tablet ini tidak terlalu berat untuk dibawa berpergian oleh penggunanya. Selain itu yang membuat desainnya sangat spesial adalah daya tahannya yang cukup baik karena bodinya terbuat dari almunium shell.
Layar
Tablet Android open source dari Tronity ini telah mendukung resolusi 1280 x 800 piksel. Layarnya sendiri memiliki dimensi 10.1 inci dan telah didukung oleh teknologi IPS. Dengan teknologi IPS tersebut membuat tablet ini memiliki kemampuan multisentuh yang kapasitif. Dengan layar yang cukup baik dan luas ini, performa multimedia semisal tampilan video dan foto sangat jelas dan tidak buram.
Performa
Riot 101 adalah tablet Android open source berukuran 10.1 inci yang memiliki dua inti prosessor sebagai dapur pacunya. Dipersenjatai dengan AmLogic AML8726-MX yang memiliki kecepatan 1.5 GHz membuat tablet ini dapat dapat diandalkan dalam menjalankan berbagai program dan aplikasi. Untuk mendukung kinerja prosessornya, tablet ini dilengkapi dengan RAM sebesar 1 GB. Selain itu tablet ini juga sudah dilengkapi dengan Mali-400. Mali-400 sendiri adalah prosessor GPU (Graphic Processing Unit) dengan dua inti di dalamnya. Dengan tiga senjata utama tersebut, tentunya tablet ini cukup lancar dalam menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan. Tablet ini pun dapat diandalkan dalam menjalankan video dengan kualitas yang sangat baik yaitu sampai di 1080 piksel.
Media Penyimpanan
Untuk menyimpan berbagai arsip baik dokumen maupun format multimedia seperti lagu dan video, tablet Android open source ini telah dilengkapi dengan memori internal dengan kapasasitas 16 GB. Untuk sebuah tablet, kapasitas tersebut sudah cukup mumpuni baik untuk menyimpan video ataupun dokumen serta lagu-lagu favorit.. Tidak lupa juga, pada tablet Riot 101 ini telah disematkan tambahan memori (microSD) yang mendukung kapasitas hingga 32 GB.
Kamera
Untuk urusan kamera, tablet Android open source ini dilengkapi dengan kamera yang tergolong biasa saja. Kamera belakang dilengkapi dengan kamera dengan sensor 2 MP. Kamera bagian depan bahkan tidak lebih baik. Untuk kamera depan, tablet ini masih menggunakan kamera berjenis VGA. Untuk Anda yang senang memotret, kamera bagian belakang tentu lebih bisa diandalkan meskipun masih cukup kalah dengan kamera yang memiliki sensor lebih tinggi.
Konektivitas dan Baterai
Tablet Android open source ini memiliki konektivitas yang cukup lengkap. Perangkat ini memliki konektivitas seperti Bluetooth, WiFi (802.11 b/g/n), Micro USB slot, 3.5 mm jack audio, dan dilengkapi dengan dua speaker belakang. Untuk urusan baterainya sendiri, tablet ini sudah dilengkapi dengan baterai 7000mAh yang memungkinkan tablet ini bisa menyala hingga 9 jam.
Kesimpulan
Riot 101 merupakan tablet Android open source yang memiliki banyak keunggulan. Kelebihan dari tablet yang satu ini adalah prosessor dan RAM yang sudah cukup mumpuni. Terlebih lagi kehadiran GPU membuat tablet ini dapat diandalkan dalam menjalankan berbagai games dengan kualitas grafis yang cukup berat. Selain itu, tentu saja keunggulan tablet ini ada pada sistem open source-nya. Bagi sebagian pengguna, kehadiran open source ini tentu akan memudahkan dalam memodifikasi dan membangun kostum ROM. Kekurangan tablet ini saja ada pada kameranya yang tergolong kurang baik. Tablet ini akan segera pada pertengahan Agustus. Dua hal yang belum pasti dari tablet ini adalah harganya serta kehadirannya di Indonesia. [MUL]
From Author
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.