Media Sosial Bisa Picu Depresi

19 Sep 2016 09:38 1486 Hits 0 Comments
Memposting melalui media sosial tetap memiliki sisi tanggung jawab bagi pemilik akun media sosial tersebut.

Media Sosial Bisa Picu Depresi

Interaksi dengan menggunakan media sosial sudah menjadi gaya hidup manusia modern dewasa ini. Tampaknya ada istilah, kita akan dianggap ketinggalan ketika tidak memiliki akun media sosial untuk saling berinteraksi di dunia maya tersebut. Dengan sifatnya yang lintas ruang, kepraktisan dalam berinteraksi dengan orang lain tentunya menjadi keunggulan media sosial ini.

Namun, penggunaan media sosial bukan lah tanpa resiko. Entah sudah berapa kasus pengguna media sosial yang dibully hingga depresi karena perilaku pengguna media sosial lainnya. Kebebasan dalam berekspresi hingga tanpa kontrol adalah salah satu hal yang memicu depresi bagi penggunanya.

Awalnya adalah sebuah postingan, entah dalam bentuk sebuah tulisan kata-kata atau gambar, namun pada akhirnya bisa berujung pada sebuah pertengkaran karena kesalah pahaman. Kebijakan dan filter dalam memposting sesuatu dalam media sosial adalah hal mutlak untuk kita lakukan. Salah satu hal yang kurang baik dari pengguna adalah adanya anggapan bahwa sebuah postingan tidak akan dipertanggung jawabkan, pengguna merasa bisa mengungkapkan apa saja dalam dunia maya. Ini adalah sebuah kekeliruan, postingan apapun dalam ranah dunia digital tetap harus dipertanggung jawabkan layaknya di dunia maya.

Menurut riset yang dilakukan Brown University School of Public Health, Rhode Island, Samantha Rosenthal, seorang asisten peneliti mengungkapkan “erinteraksi melalui media sosial memang penting, tetapi jangan berpikir tak ada dampak dari pengalaman berinteraksi secara virtual itu bagi seseorang”.

Dari 264 partisipan yang diteliti di tahun 2013 dan 2014, sebanyak 63 persen mengaku pernah mengalami pengalaman negatif ketika menggunakan Facebook. Lebih lanjut, risiko depresi lebih tinggi 3,2 kali ketika berinteraksi melalui Facebook. Bagi mereka yang dibully, bahkan beresiko 3,5 kali lebih tinggi terkena depresi. Undangan pertemanan yang tidak diinginkan juga menyumbang resiko sebesar 2,5 kali bagi para partisipan.

Bagi sebagian besar kita, berinteraksi dengan menggunakan media sosial memang sudah menjadi sesuatu yang penting bahkan sudah menjadi kebutuhan. Mudahnya akses komunikasi dan interaksi dengan teman dan keluarga menjadi keunggulan medsos ini, namun satu hal yang harus diingat adalah, apapun yang kita posting di medsos atau dunia maya tetap harus kita pertanggung jawabkan layaknya kita berbicara di dunia nyata.

About The Author

wan 63
Expert

wan

Mencoba Hobi tulis menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel