Sejarah dan Perkembangan Opera Mini sebagai Mobile Browser Terkemuka

19 Jan 2012 15:30 17362 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Setiap pengguna perangkat *mobile* pasti sudah tidak asing lagi dengan *mobile browser* Opera Mini. Kehadiran browser ini menambah fasilitas pengaksesan ke jaringan Internet menjadi lebih mudah dan bersahabat.

Setiap pengguna perangkat "mobile" pasti sudah tidak asing lagi dengan "mobile browser" "Opera Mini". Kehadiran browser ini menambah fasilitas pengaksesan ke jaringan Internet menjadi lebih mudah dan bersahabat. Opera Mini yang saat ini hadir di genggaman Anda, bukanlah produk yang begitu saja hadir dengan cepat.

Produk tersebut terus mengalami perkembangan sejak pertama kali dikembangkan hingga saat ini. Pada tahun 1992, Jon Stephenson Von Tetzchner dan Geir Ivarsey beperan dalam mengembangkan sistem ODA "(Open Document Architecture)" di sebuah grup riset bernama Televerket yang merupakan sebuah perusahaan telepon asal Norwegia. Televerket adalah cikal bakal Telenor, di mana perusahaan Opera Browser dibangun. Dua sosok tersebut berhasil mengembangkan ODA yang merupakan standar sistem pengambilan dan penyimpanan dokumen serta gambar.

Setahun kemudian, Televerket tercatat telah mendirikan server Internet pertama di Norwegia. Ketika itu mereka merasa bahwa "browser" yang tengah digunakaan saat itu tampak biasa-biasa saja. Maka merekapun coba mengembangkan "browser" baru. Dua tahun setelah mengembangkan "browser" baru, pada tahun 1995 Televerket berganti nama menjadi Telenor. Produk pertama mereka bernama MultiTorg Opera. Komunitas Internet saat itu menyambut "browser" Opera dengan sangat antusias. Saat itu Opera telah melengkapi fitur "Multiple Interface Document* serta *sidebar"-nya yang mudah untuk digunakan. Sejak itu, Opera menjadi salah satu "browser* yang banyak digunakan oleh komunitas-komunitas Internet.

10 tahun kemudian, pada tanggal 10 Agustus 2005 "Opera Mini"resmi diluncurkan. Produk pertama Opera Mini ternyata belum dipergunakan sebagai fitur dalam ponsel. Saat itu, sebagai "pilot project" perusahaan Opera, mereka bekerjasama dengan stasiun TV Norwegia, TV 2. Stasiun televisi tersebut menyediakan layanan Opera Mini sebagai fitur tambahan pelanggannya. Karena mendapat respon yang baik, serta perkembangan teknologi "mobile" yang maju, tak lama kemudian Opera Mini hadir di berbagai ponsel seperti saat ini. Opera Mini memiliki tiga versi "browser". Versi pertama buatan mereka adalah versi standar atau asli. Versi standar ini dikembangkan di Amerika Serikat. Versi Opera Mini yang satu ini adalah "browser" yang paling banyak ditemui, mulai dari versi Opera Mini 0,2 hingga 6,5. "Browser" selanjutnya adalah Opera Mini versi modif. Dikenal pula dengan sebutan Opera Mini Modif. "Browser" ini dikembangkan di Rusia dan sebenarnya menggunakan bahasa Rusia.

Namun, sudah banyak pihak yang menterjemahkannya ke dalam bahasa lain. Opera Mini Modif ini memiliki kapasitas yang lumayan besar, mulai dari 200 hingga 300 KB. Untuk versi pertama dan ketiga, "browser" ini dapat dijalankan pada ponsel dengan kapasitas memori yang rendah. Namun, untuk versi yang ke-empat, versi ini dikenal dengan masalah kata 'test'. Kata tersebut muncul karena versi ke-4 ini masih dalam tahap percobaan. Versi yang ketiga dari Opera adalah Opera Mini Labs Edition. "browser" ini hanya memiliki satu versi saja, yaitu versi 4,2. Pengembangannya dilakukan di Cina. Kelebihannya, pengguna tidak harus menggunakan "joystick" untuk menggunakannya, karena versi ini mendukung pemakaian "keypad" sebagai pengarah "pointer".

Sejauh ini, produk Opera Mini telah mendapatkan berbagai penghargaan Internasional. Seperti "Laptop Magazine Editor Choice Award", "Sonny Ericsson Content Award for 'Productivity Mobility'", "Mobile Gala 'Best Program For Mobile Phones'" dan "CHIP De Digital Lifestyle Award". [MS]

About The Author

Plimbi Editor 999
Administrator

Plimbi Editor

Plimbi Chief Editor

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel