article

Purbaya Sadewa Selaku Menkeu Ingatkan Risiko Global Masih Membayangi Kemajuan Ekonomi di Indonesia

Purbaya Sadewa Selaku Menkeu Ingatkan Risiko Global Masih Membayangi Kemajuan Ekonomi di Indonesia

Plimbi.com - Menkeu atau Menteri Keuangan, Bapak Yudhi Sadewa mengingatkan kondisi ketidakpastian global hingga saat ini masih dengan tebal membayangi pertumbuhan perekonomian nasional. 

Menurut dia, munculnya konflik geopolitik dan fluktuasi terhadap harga-harga sumber energi menjadi salah satu faktor utama. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan juga Tiongkok yang krisis memiliki potensi menimbulkan risiko rantai pasok.
 
Kondisi seperti ini dapat memberikan pengaruh stabilitas ekonomi terhadap negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Risiko global haruslah tetap diwaspadai karena bisa mengganggu laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
‎Purbaya menjelaskan tentang pemerintah telah menyiapkan beberapa kebijakan untuk tujuan menjaga daya tahan ekonomi. Fokus utama diarahkan kepada pembiayaan prioritas dan adanya penguatan program perlindungan sosial. 

‎Memasuki periode Agustus 2025, belanja negara tercatat mencapai angka Rp1,160 triliun dimana realisasi tersebut terdiri dari belanja kementerian juga keikutsertaan lembaga-lembaga dan belanja dari pihak non kementerian. 

ads

‎Adalah Suahasil Nazara selaku Wakil Menteri Keuangan menambahkan realisasi anggaran pendidikan mencapai Rp357 triliun atau 49 persen dari APBN. Ini jelas-jelas dipakai untuk pembiayaan beasiswa, ada untuk bantuan operasional, hingga dukungan kesejahteraan tenaga pendidik. 

Menurut penjelasan Wamenkeu lebih lanjut mengatakan bahwa kesehatan menjadi prioritas dengan realisasi Rp120 triliun atau 55 persen PDB. Dana bersangkutan digunakan untuk layanan kesehatan masyarakat dan revitalisasi sarana kesehatan. 

‎Pemerintah lebih lanjut mendorong program prioritas contohnya adalah sekolah rakyat, ada program makan bergizi gratis/MBG dan cek kesehatan gratis. Sebanyak 100 sekolah rakyat telah melakukan operasi dengan hampir 10 ribu siswa/wi dengan realisasi anggaran mencapai Rp789 miliar. 

Sedangkan program MBG telah melayani lebih dari 22 juta penerima hingga bulan ini. Targetnya adalah sebanyak 82 juta penerima dengan dukungan dapur umum di berbagai daerah. Bapak Suahazil lebih lanjut mengatakan bahwa pemerintah telah salurkan dana subsidi bentuk energi dan juga pangan dengan memakai angka total senilai Rp218 triliun. Ini mencakup subsidi untuk BBM, ada LPG, pupuk dan komoditas pangan strategis. 

Sementara itu pembangunan infrastruktur mendapat alokasi Rp142 triliun dimana anggaran digunakan untuk melakukan pembangunan jalan, jembatan-jembatan, pelabuhan hingga perumahan rakyat. Wamenkeu memiliki harapan agar percepatan belanja pusat dan daerah bisa menjaga momentum pertumbuhan. Pemerintah targetkan APBN terus menjadi instrument penting untuk kesejahteraan rakyat.***** 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads