Plimbi.com - Artificial intelligence atau AI alias kecerdasan buatan saat ini semakin berkembang pesat dan sudah mulai merambah ke berbagai industri termasuk dunia hiburan. Seperti dari film, beragam aliran musik hingga gim, teknologi AI memberikan beberapa perubahan yang cukup mendalam. Tetapi di balik semua inovasi ini ada juga tantangan besar yang mesti dihadapi oleh para pekerja di industri hiburan.
Menurut survei yang dilakukan oleh CVL Economics terhadap 300 jenis pemimpin industri hiburan, AI mempunyai potensi besar untuk gantikan beberapa pekerjaan sebelumnya dilakukan oleh manusia.
Dalam dunia film dan TV, AI sudah mulai dipakai untuk permodelan 3D, desain-desain karakter, juga pembuatan suara hingga komposisi efek visual. Di dunia musik, AI juga mulai mengambil peran dalam pembuatan dan cloning suara seperti pada rekaman musik hingga komposisi lirik. Sementara itu, di industri gim AI sering dipakai untuk membuat skrip cerita, mulai menyederhanakan proses desain dan menghasilkan konsep baru.
Salah seorang animator berpengalaman dari Blizzard Entertainment dan Hasbro Inc juga Victoria Lijaya menjelaskan bahwa AI memang tawarkan banyak peluang dalam dunia industri gim. AI bisa membantu dalam membuat konsep awal seperti menyusun prototype bahkan menyederhanakan tugas-tugas yang umumnya memakan banyak waktu. Namun ada kekhawatiran tentang bagaimana AI dapat mengambil alih pekerjaan tertentu tanpa adanya persetujuan pencipta.
Adapun dampak AI menjadi semakin besar di dunia industri hiburan yang menyebabkan banyak pihak mengharapkan adanya regulasi yang lebih jelas dari pemerintah. Perkembangan AI memang membawa banyak kemudahan dalam dunia industri hiburan tetapi juga menghadirkan tantangan tersendiri.
Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi, penting bagi para pekerja industri hiburan untuk terus melakukan adaptasi dan meningkatkan keterampilan mereka agar tetap relevan. Di sisi lain regulasi yang tepat fungsi juga sangat dibutuhkan untuk tujuan melindungi para pekerja dari dampak negatif akibat perkembangan tajam AI.
Dengan adanya keseimbangan yang profesional baik diantara inovasi dan regulasi, AI bisa menjadi salah satu alat yang mendukung kreativitas bukan malah menghambatnya.
Artificial intelligence atau AI alias kecerdasan buatan saat ini semakin berkembang pesat dan sudah mulai merambah ke berbagai industri termasuk dunia hiburan. Seperti dari film, beragam aliran musik hingga gim, teknologi AI memberikan beberapa perubahan yang cukup mendalam. Tetapi di balik semua inovasi ini ada juga tantangan besar yang mesti dihadapi oleh para pekerja di industri hiburan.
Menurut survei yang dilakukan oleh CVL Economics terhadap 300 jenis pemimpin industri hiburan, AI mempunyai potensi besar untuk gantikan beberapa pekerjaan sebelumnya dilakukan oleh manusia.
Dalam dunia film dan TV, AI sudah mulai dipakai untuk permodelan 3D, desain-desain karakter, juga pembuatan suara hingga komposisi efek visual. Di dunia musik, AI juga mulai mengambil peran dalam pembuatan dan cloning suara seperti pada rekaman musik hingga komposisi lirik. Sementara itu, di industri gim AI sering dipakai untuk membuat skrip cerita, mulai menyederhanakan proses desain dan menghasilkan konsep baru.
Salah seorang animator berpengalaman dari Blizzard Entertainment dan Hasbro Inc juga Victoria Lijaya menjelaskan bahwa AI memang tawarkan banyak peluang dalam dunia industri gim. AI bisa membantu dalam membuat konsep awal seperti menyusun prototype bahkan menyederhanakan tugas-tugas yang umumnya memakan banyak waktu. Namun ada kekhawatiran tentang bagaimana AI dapat mengambil alih pekerjaan tertentu tanpa adanya persetujuan pencipta.
Adapun dampak AI menjadi semakin besar di dunia industri hiburan yang menyebabkan banyak pihak mengharapkan adanya regulasi yang lebih jelas dari pemerintah. Perkembangan AI memang membawa banyak kemudahan dalam dunia industri hiburan tetapi juga menghadirkan tantangan tersendiri.
Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi, penting bagi para pekerja industri hiburan untuk terus melakukan adaptasi dan meningkatkan keterampilan mereka agar tetap relevan. Di sisi lain regulasi yang tepat fungsi juga sangat dibutuhkan untuk tujuan melindungi para pekerja dari dampak negatif akibat perkembangan tajam AI.
Dengan adanya keseimbangan yang profesional baik diantara inovasi dan regulasi, AI bisa menjadi salah satu alat yang mendukung kreativitas bukan malah menghambatnya.*****
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.