Plimbi.com - Seperti diberitakan baru-baru ini, sudah lama tidak terdengar kabar berita di media sosial, PT. FAM Nexa Indonesia melalui Presiden Direktur Bapak Johny Famin Efendy mendadak muncul dan kembali ungkapkan rencana ambisius awalnya untuk selalu tetap meneruskan pembangunan City Mall Sambas dan juga Rumah Sakit Internasional dan infrastruktur lainnya sebagai salah satu bagian dari kawasan terpadu modern yang selanjutnya akan mengubah wajah Kabupaten Sambas.
Hal tersebut di atas dikatakan Johnny kepada media sosial bahwa proyek-proyek strategis ini sedang dalam tahap persiapan intensif terutama dalam proses perizinan saat ini menjadi fokus utama. Pihaknya sedang membentuk tim khusus untuk tangani AMDAL atau analisis dampak lingkungan. Inilah yang menjadi kata kunci karena perizinan pihaknya saat ini mentok kurang adanya perkembangan signifikan.
Menurut laporan dari Johnny bahwa proyek yang masuk ke dalam kategori proyek strategis nasional atau PSN ini memang secara langsung tidak bisa diproses secara biasa. Perizinan haruslah melalui beberapa level ke pemerintah pusat, kemudian pemerintah provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah Kabupaten Sambas. Proses memang membutuhkan waktu tetapi Johnny tegaskan bahwa pihaknya tetap merasa optimis.
Memang menunggu proses yang agak lama tetapi pihaknya mencoba pahami bahwa bagian ini menjadi tanggung jawab untuk memastikan proyek ini adalah jenis yang ramah lingkungan dan sifatnya berkelanjutan.
Kabupaten Sambas di Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa jika terealisasi bakalan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di area perbatasan Indonesia. Masalahnya adalah PT. FAM Nexa Indonesia bersama-sama mitranya dari Singapura, Long Dragon Investment secara resmi mengeluarkan pengumuman tentang rencana-rencana investasi senilai Rp7 triliun untuk tujuan membangun kawasan terpadu modern di Sambas.
Sebelumnya Presiden Direktur PT. FAM Nexa Indonesia Bapak Johnny Famin Efendy mengungkapkan rencana-rencana besar tersebut dalam sebuah konferensi pers berlokasi di Golden Tulip Hotel Pontianak hari Senin yang lalu dimana ia memastikan bahwa proyek ini akan membawa transformasi yang besar untuk masyarakat Sambas dan sekitarnya.
Pihaknya akan membangun enam proyek utama contohnya adalah City Mall, Hotel Bintang 5, ada Rumah Sakit Internasional/International Medical Centre, kemudian pengembangan Kampus Perawat Internasional atau Nurse College, ada Apartemen dan Perumahan Skala Besar.
Proyek berada di lokasi yang terletak di sepanjang Jalan Penangkalan yaitu hanya sekitar 2 kilometer dari Kantor Camat Sambas. Lahan yang tersedia adalah seluas lebih dari 16 hektar diklaim sudah dibebaskan dan siap digarap. Tetapi sebelum pembangunan dimulai, pihaknya tengah terfokus kepada penyelesaian proses perizinan khususnya AMDAL alias analisis dampak lingkungan.
Pihaknya sedang membentuk tim khusus untuk urus kebutuhan AMDAL. Proyek mereka masuk ke dalam kategori proyek strategis nasional atau PSN jadi perizinannya tidak hanya terfokus di daerah saja melainkan juga harus melalui pusat, pemprov Kalbar dan pemkab Sambas.
Proses yang berlangsung membutuhkan waktu agak panjang tetapi pihaknya mencoba untuk bersabar. Untuk mendukung aksesibilitas ini pihaknya juga berencana memperbaiki infrastruktur pendukung. Jalan yang ada saat ini masih dalam kondisi sempit akan dilebarkan menjadi 9 meter termasuk pembangunan jembatan yang sesuai kebutuhan kawasan.*****
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.