Apakah anda mengetahui bahwa usia remaja merupakan usia yang menjelaskan bahwa seseorang belum memiliki kematangan jiwa yang sempurna sehingga inilah yang menyebabkan kelompok remaja sangat mudah melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari standar aturan pemyimpangan sosial yang ada hubungannya dengan keberadaan norma dan aturan. Contoh yang paling sederhana adalah bolos sekolah. Seorang remaja yang berani mengambil keputusan bolos sekolah biasanya terjadi karena adanya dorongan dari teman-temannya sebagai salah satu wujud rasa solidaritas antar teman. Pergaulan bebas yang dialami oleh remaja terutama di zaman modern seperti saat ini adalah menjadi salah satu penyimpangan sosial yang memang rata-rata dilakukan oleh kelompk remaja. Penyimpangan yang dimaksudkan adalah menjadi semacam dorongan atau faktor penyebab mengapa seorang remaja secara sadar melakukan sebuah tindakan penyimpangan.
Pergaulan bebas menjadi semacam gejala patologis sosial yang umumnya terjadi di kalangan remaja diakibatkan karena adanya pengabaian sosial, inilah yang menyebabkan remaja mengembangkan perilaku yang menyimpang dari standar umum suatu norma atau aturan yang berlaku dalam masyarakat sosial. Pergaulan bebas merupakan sikap individu atau sekelompok remaja yang menyimpang dari aturan, norma-norma sosial dan agama, keajiban, syarat dan rasa malu. Contohnya adalah penggunaan narkoba, seks bebas, mengkonsumsi minuman beralkohol, tawuran dan lain sebagainya. Meskipun demikian, pergaulan bebas pada remaja tidak muncul begitu saja dalam suatu lingkungan dan tidak semua remaja melakukannya, dimana diketahii bahwa diusia yang belum begitu matang dan masih dilatarbelakangi oleh emosi yang masih labil, pergaulan bebas biasanya dilakukan oleh remaja karena adanya penyebab. Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab adanya pergaulan bebas pada remaja.
1/ Karena minimnya pendidikan dari keluarga
Keluarga adalah lingkungan pertama dimana seorang anak tinggal sehingga pendidikan yang dilakukan oleh keluarga terhadap anak-anaknya menjadi hal utama yang tertanam sebagai perilaku dan kebiasaan anak-anak terutama ketika berada di luar rumah. Pendidikan yang dilakukan oleh sebuah keluarga adalah menjadi pola asuh yang diterapkan, di dalamnya ada komunikasi yang terjalin antara orang tua dan remaja yang bisa saja dalam kondisi buruk justru menjerumuskan remaja terhadap pergaulan bebas. Dalam hal ini sebenarnya remaja membutuhkan pengawasan sebagai dasar pengetahuan dari para orang tua tentang cara bertanggung jawab terhadap diri sendiri, kemampuan untuk mengenali resiko buruk yang muncul sebagai adanya pergaulan bebas dan nantinya berakhir pada kebutuhan akan lingkungan keluarga yang mampu menumbuhkan potensi positif dalam diri remaja bersangkutan.
2/ Keluarga yang kurang harmonis
Sebuah keluarga yang kurang harmonis adalah keluarga yang tidak utuh atau istilah zaman sekarang adalah broken home. Ini terjadi karena adanya perceraian kedua orang tua mereka, tetapi bisa juga muncul karena adanya tindak kekerasan di dalam rumah tangga bersangkutan atau kekerasan yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Inilah yang akan menyebabkan kondisi keluarga menjadi tidak nyaman yang akan membuat anak-anak mencari kenyamanan di luar lingkungan keluarga dimana lingkungan tersebut dirasa membuat anak-anak merasa diterima dengan perasaan aman dan nyaman meskipun faktanya yang dipilih adalah pergaulan yang negatif.
3/ Faktor ekonomi keluargaÂ
Faktor ketiga adalah ekonomi dalam sebuah keluarga memegang peranan yang sangat besar terhadap penyebab remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Keluarga kurang mampu mencukupi kebutuhan pendidikan dimana kondisi terekstrim adalah remaja mengalami putus sekolah yang menjadi faktor penyebab remaja terjerumus ke pergaulan bebas secara tidak sengaja. Kondisi ekonomi yang buruk adalah paling banyak dialami dalam sebuah masyarakat di kota-kota metropolitan dimana menyebabkan anak-anak terpaksa bekerja untuk tujuan mencukupi kebutuhan sendiri dan kalau ada penghasilan lebih bisa diberikan buat keluarga. Pendidikan minim, tidak adanya harapan untuk masa depan dan kurang adanya motivasi positif bisa membawa remaja ke pergaulan bebas.
4/ Kondisi lingkungan
Lingkungan dimana remaja tumbuh tidak hanya lingkungan keluarga saja dimana memasuki usia remaja mereka mulai mengenal lingkungan yang lebih luas. Pada umumnya lingkungan di sekolah atau pertemanan di luarnya adalah tempat untuk melakukan interaksi sosial. Usia remaja adalah usia yang masih labil dan rentan dimana lingkungan yang buruk sangat beresiko menjadikan remaja terpengaruh akan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Misalnya adalah seorang remaja yang bergaul dengan teman-teman yang lebih dewasa kemudian ikut-ikutan mengkonsumsi narkoba.
Semoga bermanfaat.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.