Makarel adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai komersial sedang di luar negeri termasuk Indonesia. Jenis ikan ini sangat cocok dimanfaatkan sebagai makanan yang disajikan dengan menu pendamping sebagai pelezat yaitu saos cabe atau saos tomat. Sebagaimana sarden, makarel menjadi bahan utama membuat ikan dikalengkan. Dalam Bahasa Jepang dikenal dengan istilah saba yaitu ikan makarel yang sudah melalui proses pengalengan adalah termasuk salah satu ikan populer dan favorit warga Jepang untuk dikonsumsi setiap hari. Ini wajar saja terjadi karena selain lezat, ikan ini juga bergizi tinggi. Makarel bisa dimakan mentah, dengan marinasi maupun dibuat beragam masakan seafood.
Makarel adalah salah satu jenis ikan pelagis yang umumnya hidup di laut lepas meskipun beberapa jenisnya mampu hidup dengan nyaman di perairan teluk yang tak jauh dari pantai. Jenis ikan ini tersebar di berbagai lautan tropis dan ugahari. Sebagian jenisnya mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter. Beberapa spesies makarel yang berukuran lebih besar seperti makarel sirip biru / bluefin mackerel contohnya mampu menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas otot-ototnya. Inilah yang menyebabkan mereka dapat hidup di air yang bersuhu lebih dingin dan mampu bertahan dalam kondisi yang beragam. Dalam Bahasa Inggris, makarel dikenal dengan nama mackerel yaitu sebutan bagi sekelompok ikan laut yang terdiri dari beberapa marga beranggotakan family scombridae. Kelompok ini mencakup grup ikan tenggiri dan ikan kembung. Makarel pada umumnya banyak ditemukan di laut Jepang yang terdiri dari beberapa spesies dimana yang paling terkenal adalah scomberomorus niphonius dan scomber japonicus.
Jika dibandingkan dengan banyak jenis ikan lainnya, makarel cenderung lebih mudah membusuk. Maka dari itu perlu untuk mengetahui kondisi fisik ikan makarel yang hendak dibeli apakah masih layak konsumsi agar tidak salah membeli, dimana semakin segar ikannya maka semakin nikmat pula untuk dimakan. Salah satu cara untuk mengetahui kesegaran ikan ini adalah dengan menekan dagingnya. Apabila tekanan jari berbekas di kulitnya maka artinya ikan tersebut sudah tidak terlalu segar. Selain itu, makarel segar mempunyai mata dan kulit yang mengkilap.
Selain sebagai ikan segar, makarel juga biasa dijual dalam kemasan kaleng. Makarel kaleng ini pada umumnya sudah dikemas bersama dengan saus pendamping dan sudah siap untuk dimakan. Namun beberapa orang lebih menyukai memasaknya kembali di rumah agar hangat disantap bersama dengan nasi putih.
Praktis Memasak Lempah Kuning
Seperti dijelaskan tersebut di atas bahwa ikan makarel bisa diolah dengan beragam masakan seafood yang rasanya sangat enak dan juga mengandung gizi dalam jumlah besar. Salah satu masakan terkenal yang menggunakan makarel sebagai bahan dasar adalah lempah kuning, anda bisa mencoba memasak sajian ini di rumah dengan mengikuti langkah yang kami berikan tersebut di bawah ini.
Bahan-bahan untuk membuat lempah kuning :
- Sediakan 1 Kg ikan makarel lalu dicuci bersih dengan air mengalir dan selanjutnya keringkan dengan diangin-anginkan saja untuk kemudian dibalurin air jeruk nipis dan diamkan selama 15 menit.
- 3 buah mentimun potong serong tanpa dikupas kulitnya.
Bumbu yang dihaluskan :
Â
- Air bersih secukupnya saja
- Garam, gula pasir dan penyedap jamur secukupnya saja
- 5 lembar daun jeruk
- 1 sdt terasi panggang
- 3 butir kemiri
- 5 biji cabai merah keriting
- 2 batang sereh
- 1 ruas kunyit
- ¼ ruas lengkuas
- 10 siung bawang merah
Cara memasaknya :
- Masukkan air secukupnya saja, tunggu sampai mendidih lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dengan tambahan daun jeruk.
- Masak sampai mendidih sambil diaduk-aduk dan mengeluarkan wangi bumbu.
- Barulah memasukkan ikan, garam, gula pasir dan penyedap jamur.
- Masak hingga ikan menjadi setengah matang.
- Masukkan potongan mentimun lalu masak hingga ikan matang yaitu daging menjadi empuk.
- Angkat dan sajikan bersama dengan nasi putih.
Demikian kami menjelaskan dengan singkat mengenai artikel dengan judul “ Lempah Kuning Untuk Menu Santap Siang Yang Nikmat â€. Semoga para pembaca menyukai masakan laut yang satu ini.
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.