Cara Tepat Mengolah Ubi Jalar untuk Menu Harian yang Lezat

20 Sep 2021 10:10 115 Hits 1 Comments Approved by Plimbi

Cara Tepat Mengolah Ubi Jalar Untuk Menu Harian Yang Lezat

Apakah anda percaya bahwa makanan yang bergizi dan lezat harus harganya mahal ? Di Indonesia rata-rata penduduknya mempunyai keanekaragaman pangan yang dibanderol dengan harga terjangkau. Salah satunya adalah ubi jalar, bagian dari umbi-umbian ini kaya akan kandungan zat beta-karoten. Dalam 100 gram ubi jalar terdapat 3,3 gram serat yang mana lebih tinggi jika dibandingkan dengan kentang yang mengandung sekitar 2,2 gram serat. Ubi jalar juga banyak mengandung fosfor, magnesium, vitamin C dan kolin yang sering disebut sebagai nutrisi serba guna. Kolin diketahui memiliki fungsi membantu menyerap lemak baik di dalam tubuh dan juga mengoptimalkan fungsi otak. Sehingga tidak mengherankan apabila umbi yang satu ini sering direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil dan anak-anak.

Meskipun dikenal bergizi, tidak banyak yang menyukai ubi jalar karena cenderung memiliki rasa yang hambar. Terutama jika diberikan kepada anak-anak yang sangat menyukai ragam makanan dengan rasa yang ramai. Namun anda tetap saja bisa memberikan kepada anak-anak asalkan bisa menyiasatinya dengan pengolahan yang tepat dimulai dari cara memilih ubi jalar hingga penyajiannya.

Perhatikan beberapa tips tersebut di bawah ini tentang cara tepat mengolah ubi jalar untuk menu harian yang lezat bagi anda, keluarga terutama anak-anak.

1/ Perhatikan bagaimana penyajiannya

Olahan dengan memakai bahan utama dari ubi jalar sering disajikan untuk fungsi sebagai dessert atau sajian penutup cenderung menjadi camilan ringan. Seperti diolah menjadi cake brownies, bakpao, kue talam manis, keripik, hingga kolak. Camilan ringan ini bisa disajikan menjelang anda makan besar di waktu malam hari yaitu pada waktu sore hari bersama dengan secangkir teh hangat. Bagus disantap bersama dengan seluruh anggota keluarga mulai anak-anak hingga dewasa pasti menyukai olahan camilan dari bahan dasar ubi jalar. Bukan hanya rasanya yang nikmat, camilan ini bisa mengenyangkan sementara waktu hingga waktu makan malam tiba.

Pada beberapa tempat, selain difungsikan sebagai camilan, anda bisa menyajikan ubi jalar sebagai menu utama makan besar di waktu siang atau malam hari. Misalkan saja dari jenis ubi Cilembu Bandung yang hanya dikukus saja sudah bisa difungsikan sebagai menu sarapan pagi yang menyehatkan penuh energi. Masih sebagai menu untuk sarapan pagi, anda bisa sajikan ubi ungu kukus bertabur parutan kelapa muda bersanding dengan segelas teh manis hangat. Untuk makan siang, anda bisa sajikan ubi jalar yang dimasak menjadi kari kaya akan campuran rempah-rempah, sehat, enak dan sekaligus mengenyangkan.

2/ Perhatikan pengolahan

Beragam cara pengolahan bisa dicoba untuk ubi jalar ini seperti dengan mengukusnya, merebusnya dan memanggangnya. Dari ketiga cara pengolahan tersebut, proses pengukusan yang paling direkomendasikan karena nutrisi yang terkandung di dalam ubi jalar masih dalam keadaan utuh. Berdasarkan penelitian Institut Pertanian Bogor / IPB tahun 2012, kandungan serat pada ubi Cilembu Bandung yang dikukus adalah sebesar 18,77 persen sedangkan jika dogoreng hanya sebesar 8,9 persen. Untuk kandungan proteinnya, ubi Cilembu yang dikukus menyisakan nutrisi ini sebesar 3,17 persen sementara yang digoreng atau dijadikan keripik hanya sebesar 1,99 persen saja. Untuk mendapatkan cita rasa lebih enak, sebaiknya ubi jalar diolah dengan cara dikukus dan tambahkan baluran rempah-rempah. 

3/ Perhatikan penyimpanan

Tak hanya memperhatikan proses memilih, ketika anda melakukan penyimpanan ubi jalar yang baru saja dipetik atau dibeli di pasar harus diperhatikan tempatnya agar tahan lama. Segera keluarkan ubi jalar dari bungkus plastik setelah membelinya atau dari dalam karung usai memanen di ladang. Jika tidak langsung dikonsumsi, lap bersih satu per satu permukaan ubi jalar dengan kain bersih. Letakkan ubi di wadah bersih dengan posisi sejajar agar tidak mudah bertunas. Munculnya tunas menandakan bahwa ubi sudah kurang layak untuk dikonsumsi. Kemudian simpan di tempat sejuk dan tidak lembab serta jauhkan dari bahan makanan yang mengeluarkan bau menyengat seperti terasi, jeruk limau atau kencur.

4/ Membersihkan ubi jalar

Langkah keempat adalah terpenting perlu dilakukan yaitu proses pembersihan. Jika terlanjur membeli ubi jalar yang bergetah, maka pastikan untuk terlebih dahulu membersihkannya satu per satu. Caranya adalah potong kedua ujung ubi, gosok-gosok perlahan bagian ujungnya untuk menghilangkan getah lalu cuci di bawah air mengalir. Apabila anda berencana akan memanggang ubi beserta kulitnya maka jangan lupa untuk membersihkan bagian kulit secara sempurna. Sebaiknya jangan dikupas, langsung saja bersihkan ubi yang masih berselimut kulit dengan memakai sikat gigi baru.

5/ Perhatikan pemilihan

Ada beragam jenis ubi jalar yang bisa anda pilih mulai dari ubi jalar ungu, ubi jalar putih hingga ubi asal Cilembu yang sangat terkenal di Indonesia. Masing-masing jenis ubi jalar ini memiliki cita rasa khas namun berhati-hati sebelum membelinya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pilih ubi jalar yang masih bertekstur keras atau tidak lembek. Pastikan ubi tidak mengeluarkan aroma yang menyengat, juga lihat ukuran ubi bisa mempengaruhi rasa. Ukuran yang terlalu besar cenderung memiliki cita rasa lebih hambar. Maka sebaiknya pilihlah ubi ukuran sedang saja yaitu segenggam tangan.

Jangan memilih ubi yang masih segar bergetah karena bisa membuat rasa daging umbi masih hambar bahkan pahit. Getah biasanya terdapat pada umbi yang masih muda. Namun hindari juga memilih ubi yang terlalu tua karena akan bertekstur agak keras. Untuk ubi yang berusia tua biasanya ditandai dengan daging yang berserabut.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang artikel dengan judul ‘Cara Tepat Mengolah Ubi Jalar Untuk Menu Harian Yang Lezat’ dirangkum dari beberapa sumber berita. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Tags Keluarga

About The Author

Utamii 34
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel