Salak Hingga Sawo Jadi Wine ? Ini Cerita KHAS Fruit Wine

6 Sep 2021 17:25 139 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Salak Hingga Sawo Jadi Wine ? Ini Cerita KHAS Fruit Wine

Bagi mereka yang dekat dengan wine tentau saja mengetahui dan akan menemukan kecocokan rasa pada KHAS Fruit Wine, merupakan sebuah usaha rumahan untuk fruit wine serba buah-buahan lokal.

Produk-produk mereka menjadi rekomendasi lokal dalam edisi cetak di bulan Agustus 2021. Seperti pertemuan awal Femina Group dengan perusahaan ini bermula di sebuah bulk store sehat, dilanjutkan dengan berbagai weekend market. Mereka bersanding bersama booth-booth produk artisan lokal lainnya.

Berawal dari memanfaatkan salak wine koleksi KHAS Fruit Wine, kesukaan kaum wanita ini berlanjut ke wine buah naga, wine nanas, dan wine pisang ambon. KHAS Fruit Wine menempatkan buah tropis pada titik-titik kenikmatan baru dengan menonjolkan aroma minuman yang saling berbeda dan unik menjadi salah satu daya tarik. Dimana proses fermentasi alami tanpa melalui percepatan artificial, serta tidak melibatkan pencampuran pewarna buatan dan perisa aditif hingga tanpa bahan pengawet. Eksplorasinya melebar ke buah-buah impor misalnya plum, pir dan anggur. Yang membuat penasaran dan belum pernah dicoba oleh kelompok wanita pecinta minuman eksotik adalah varian wine sawo dan wine mawar merah.

Usaha ini dimulai pertama kali pada tahun 2018, dipicu rasa penasaran pada proses keunikan transformasi bahan natural ketika berfermentasi. Lahirlah rasa baru yang menawan dari alkohol yang sudah menyatu dengan sari buah alami. Goalnya menyumbangkan kelancaran pergerakan roda ekonomi, membuka lapangan usaha, dan memperbaiki kesejahteraan petani buah melalui popularitas minuman fermentasi.

Dinilai dari keunikannya, produk ini akan menjadi kado istimewa yang menyenangkan bagi teman-teman anda. Terlebih di tengah pembatasan sosial yang membuat anda kangen jumpa temu dengan teman-teman di luar rumah, maka minuman fermentasi bisa menjadi temuan seru bagi sang penerima.

Untuk informasi kepada yang berminat, sebotol KHAS Fruit Wine dihargai Rp.150.000 dengan tingkat ABV sebesar 14 persen (setara dengan rata-rata wine anggur) dengan volume 500 ml. Tiada masa kadaluarsa karena minuman fermentasi bisa didiamkan lama dan masih aman dikonsumsi dalam porsi tertentu.

Kreativitas sang pemilik mampu memberikan warna terhadap kebangkitan produk artisan lokal. Tak perlu jauh-jauh keluar negeri untuk menemukan sebotol wine favorit, karena saat ini Indonesia sudah menjadi gudangnya pangan terutama buah-buahan segar yang melimpah dan tinggal menanti eksplorasi tangan-tangan kreatif yang memahami kesempatan besar market urban berdaya beli.

Pengetahuan Dasar Tentang Wine

Anggur atau populer dalam Bahasa Inggris dengan sebutan wine adalah salah satu minuman beralkohol yang dibuat dari mengumpulkan sari bauh anggur jenis Vitis Vinifera yang biasanya hanya mampu tumbuh subur di area 30 hingga 50 derajat lintang utara dan selatan. Anggur dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur itu sendiri. Ada beberapa jenis minuman anggur yang terkenal di dunia antara lain Red Wine, White Wine, Rose Wine, Sparkling Wine, Sweet Wine dan Fortified Wine. Minuman beralkohol ini yang dikembangkan dengan membuat dari sari buah-buahan lain dengan kadar alkoholnya berkisar antara 8 persen hingga 15 persen biasanya dikenal dengan istilah wine buah / fruit wine.

1/ Red Wine merupakan salah satu jenis wine yang dibuat dari buah anggur merah (red grapes) dimana beberapa jenis anggur merah yang terkenal di kalangan peminum wine di Indonesia adalah merlot, cabernet sauvignon, syrah / shiraz, dan pinot noir.

2/ White Wine adalah wine yang diolah dari buah anggur putih (white grape). Beberapa jenis anggur putih yang terkenal di kalangan peminum wine di Indonesia adalah chardonnay, sauvignon blanc, Semillon, Riesling dan chenic blanc.

3/ Rose Wine adalah wine yang memiliki warna merah muda atau merah jambu yang dibuat dari sari buah anggur merah tetapi melalui proses ekstraksi yang lebih singkat dibandingkan dengan proses pembuatan Red Wine tersebut di ats. Di daerah Champagne, kata Rose Wine merujuk kepada campuran antara White Wine dengan Red Wine.

4/ Sparkling Wine adalah wine yang mengandung cukup banyak gelembung karbon dioksida di dalamnya. Sparkling Wine yang paling terkenal adalah Champagne dari Perancis. Hanya Sparkling Wine yang terbuat dari anggur yang tumbuh di sepanjang perkebunan di desa Champagne Perancis dan diproduksi di desa yang sama lalu diberi label Champagne.

5/ Sweet Wine adalah salah satu jenis wine yang masih banyak mencampur gula dengan hasil fermentasi / residual sugar sehingga membuat rasanya menjadi sangat manis dan segar.

6/ Fortified Wine adalah wine yang mengandung alkohol lebih tinggi jika dibandingkan dengan wine biasa (antara 15 persen hingga 20,5 persen). Kadar alkohol yang tinggi ini adalah hasil penambahan spirit pada prose pembuatannya.

Seperti penjelasan dari kami tersebut di atas bahwa manusia sudah membuat minuman anggur sejak sekitar lima ribu tahun yang lalu. Anggur menjadi minuman populer di mancanegara dimana negara-negara yang penduduknya meminum anggur terbanyak (memakai data tahun 2000) adalah : Italia, Perancis, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Argentina, Britania Raya, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Rumania.

Apabila tolak ukur yang dipakai adalah angka per orang atau per kapita, daftar tersebut di atas menjadi berkembang antara lain : Luxemburg, Portugal, Kroasia, Swiss, Uruguay, dan Slovenia. Anggur selanjutnya dibuat di banyak negara, dimana tercatat negara-negara yang membuat anggur terbanyak (menggunakan data tahun 2000) adalah : Perancis, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Argentina, Jerman, Australia, Afrika Selatan, Portugal dan Chili. Sedangkan satu-satunya wine buatan Indonesia yang diolah dari buah anggur lokal adalah Hatten Wines dengan merk dagang TWOislands.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat mengenai artikel dengan judul ‘Salah  Hingga  Sawo Jadi Wine ? Ini Cerita KHAS Fruit Wine’ yang dirangkum dari beberapa sumber berita. Semoga memberikan informasi berguna bagi para pembaca.

 

 

Tags Kuliner

About The Author

Utamii 34
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel