Pengertian Database, Database Model, dan Sejarah Relational Model Database

17 Sep 2019 11:05 403 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Siapa nih yang belum tau seputar database?

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang pengertian database, database model, dan sejarah relational model database.

 

Pengertian Database

banyak sekali yang berpendapat tentang pengertian dari database ini, termasuk dari berbagai textbox dan pendapat dari para expert didunia database. Namun kali ini saya akan mengambil pendapat menurut wikipedia yaitu “A database is an organized collection of data” atau dengan kata lain “database adalah kumpulan data yang terorganisir”.

Tidak peduli apakah data ini tersimpan dalam bentuk kertas ataupun file dalam komputer, selama data ini tersusun dalam aturan dan untuk keperluan tertentu, dapat disebut sebagai database. Namun biasanya jika kita menyebut database, hal ini merujuk kepada kumpulan data yang disimpan secara elektronik dalam komputer.

 

Pengertian Database Model

Menurut wikipedia “A database model is the theoretical foundation of a database and fundamentally determines in which manner data can be stored, organized, and manipulated in a database system. Yang artinya, database model adalah teori seputar bagaimana data itu akan disimpan, disusun dan dimanipulasi dalam sebuah sistem database.

Dari awal konsep database mulai banyak digunakan (sekitar tahun 1960-an di Amerika), berbagai teori dikemukakan tentang bagaimana cara menyajikan sebuah data agar mudah digunakan. Mudah digunakan disini mencakup : membuat, membaca, memperbarui, dan menghapus data (CRUD yaitu Create, Read, Update, and Delete).

Dari situ, mulailah berkembang berbagai database model, mulai dari flat model, hierarchical model, network model, hingga relational model. Flat model adalah sebuah istilah lain dari tabel sederhana seperti di microsoft excel, tanpa aturan dan cara penulisan tertentu. Dalam hierarchical model, data disusun seperti pohon terbalik, sehingga data terorganisasi kebawah. Model database ini digunakan pada sistem database awal, seperti Information Management System (IMS) oleh IBM (1966). Sedangkan network database model merupakan pengembangan dari hierarchical model.

 

Database Model Relation

Konsep relational database model diajukan pertama kali oleh peneliti IBM, Dr. Edgar F. Cood pada tahun 1969, dan merupakan database model yang paling banyak digunakan hingga saat ini.

Pada awalnya, Dr.Codd mencari cara baru untuk menangani data dalam jumlah yang besar. Namun karena keterbatasan pada hierarchical dan network model yang umum digunakan pada saat itu, maka ia pun menerapkan prinsip matematis dalam menyusun data-data tersebut. Dan karena memang memiliki keahlian dalam bidang matematika, maka  Dr.Cood berusaha mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan yang sering muncul dalam database model pada saat itu, seperti redundansi data, hubungan antar data, dan ketergantungan kepada urutan di media penyimpanan.

Dr.Cood pun mengajukan ide tentang relational model ini dalam sebuah paper yang berjudul “A Relational Model of Data for large Shared Databanks” pada juni 1970. Relational database model ini berasal dari 2 cabang ilmu matematika yaitu set theory dan first-order predicate logic.

Sebuah relational database ini menyimpan data dalam sebuah “relasi” atau disebut juga dengan tabel. Setiap tabel terdiri dari tuple atau record dan atribut atau field. Urutan penyusunan dalam media penyimpanan fisik tidak berpengaruh dalam model ini, dan setiap record didalam tabel diidentifikasi dengan sebuah field unik.

Relational database model inilah yang paling populer dan banyak diimplementasikan dalam berbagai aplikasi database saat ini, termasuk oracle dan MySQL. Aplikasi database untuk relational model, dikenal juga dengan Relational Database Management Systems (RDBMS).

RDBMS adalah software aplikasi yang menggunakan relational database model sebagai dasarnya. Sejak 1970 an, RDBMS ini sudah banyak digunakan oleh berbagai vendor dan dalam berbagai sistem hardware. Dua RDBMS pertama adalah System R, yang dikembangkan oleh IBM dan INGRES (Interactive Graphics Retrieval System) yang dikembangkan oleh university of california di Berkeley. Keduanya pada awal tahun 1970.

Setelah keunggulan Relational Database banyak dikenal, berbagai perusahaan mulai berlalih dari hierarchical dan network database model ke relational database model. Pada tahun 1980an, Oracle RDBMS lahir, dan diikuti oleh pesaingnya saat itu, IBM DB2 RDBMS.

Jika pada tahun 1980an RDBMS hanya dapat digunakan dalam sistem mainframe perusahaan besar, namun saat ini dengan semakin majunya perkembangan teknologi di sisi hardware, PC-based RDBMS sudah banyak tersedia. MySQL RDBMS dapat diinstall di komputer/laptop biasa.

 

Client-Server RDBMS Arsitektur

Kebutuhan akan database yang dapat diakses bersama-sama oleh banyak pengguna mulai muncul di sekitar awal 1990an. Sebuah database terpusat, namun dapat diakses dari tiap komputer yang berjauhan, membuat banyak RDBMS dikembangkan dengan arsitektur Client-Server.

Dalam arsitektur Client-Server, sebuah komputer bertindak sebagai database server pusat. Server inilah yang akan melayani segala permintaan dari komputer (client) yang membutuhkan akses ke database. Namun fisik database itu sendiri juga tidak harus di dalam Server, bisa saja berada di tempat lain, namun terhubung ke Database Server untuk memprosesnya.

MySQL juga menggunakan arsitektur Client-Server. Namun nantinya dalam tutorial ini, kita akan menjalankan aplikasi server dan client di komputer yang sama. Namun pada dasarnya, jika kita menjalankan MySQL Server di komputer, setiap komputer yang terhubung kedalam jaringan dapat mengaksesnya dengan menggunakan MySQL Client. Lebih lanjut tentang hal ini akan kita pelajari dalam tutorial selanjutnya.

 

Object Oriented Database Model

Walaupun RDBMS sudah populer, dan digunakan pada hampir semua keperluan seperti bisnis, inventory, bank, dll, namun untuk kasus-kasus tertentu, Relational Database Model dianggap masih kurang mendukung, khususnya untuk aplikasi baru seperti sistem informasi geografis, dan multimedia. Sehingga mulailah dikembangkan berbagai model database lainnya, seperti object oriented database dan object relational database.

Konsep database objek model ini berasal dari dunia programming: OOP (object oriented programming), dimana setiap data dikaitkan dengan objek dari data tersebut. ODBMS (ebject database management system) juga sudah banyak beredar, seperti versant ODBMS oleh Versant Corporation, UnitData dari IBM, dan VelocityDB.

Namun konsep Object Oriented Database ini belum terlalu populer digunakan, dan mungkin saja nantinya hanya sebagai pelengkap dari relational database, yang untuk kasus per kasus memerlukan sistem database khusus.

Tags

About The Author

Tineu Nursyifa 27
Novice

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel