article

Eksekutor Leasing pun Bisa Menangis

Eksekutor Leasing pun Bisa Menangis

PERNAHKAH Anda tertawa, tegang lalu menangis secara bergantian dalam satu waktu? Saya mengalaminya malam ini. Asli! Itu terjadi saat menonton penampilan Reinold di Stand Up Comedy Academy 3 Indosiar. Pria asli Ambon yang tinggal di Bandung itu kesehariannya berprofesi sebagai eksekutor leasing. 

Ini hal pertama yang menarik menurut saya. Seorang yang dalam pekerjaan sehari-harinya banyak bergelut dengan ketegangan (karena menjadi juru tarik kendaraan yang menunggak membayar angsuran), ikut acara melawak. Apa bisa dia? Karena makin penasaran, saya tunggui penampilannya. 

Benar saja. Kesan pertama, melihat penampilan Reinold malam itu, saya agak tegang. Dandanannya khas seorang eksekutor leasing. Kaos, jaket, clana jeans, plus sepatu kets. Dua anting yang menghias telinga lengkap dengan kacamata hitam yang menutupi matanya menambah kesan “sangar” sosok Reinold. 

ads

Materi stand up comedy-nya tak jauh-jauh dari profesi yang digeluti. Bercerita soal orang yang menunggak membayar cicilan motor. Tapi di sinilah Reinold begitu cantik memainkan perannya. Cerita yang mendebarkan itu dibalut dengan candaan-candaan. Joke-joke yang dilontarkan sederhana. Tapi selalu dapat mengundang tawa seluruh penonton Indosiar. 

 

Singkatnya, Reinold sukses tampil malam itu. Seluruh juri pun acung jempol, mulai dari Raditya Dika, Abdel Achrian, Jarwo Kwat, Komeng dan Panji Pragiwaksono. Tapi bagaimana pun juga, Reinold adalah eksekutor leasing. Di tengah komentar juri yang kerap meledek dirinya, wajah Reinold tetap terlihat serius. Tak ada senyum lebar. 

Keseruan terjadi saat Jarwo Kwat usai memberi komentar. Saat seorang host tanya ke Jarwo bagaimana penampilan Reinold malam ini? Dengan bercanda, Jarwo pun menjawab “Nggak lucu.” Tiba-tiba Reinold sewot. Mengejar Jarwo Kwat. Dengan “tampang seram”-nya, ia menarik tangan Jarwo Kwat. 

Seolah, si Jarwo ini seorang konsumen yang menunggak kredit motor selama berbulan-bulan, hehe… Meski ini adalah bagian dari gimik, penonton tetap terhibur, mereka tertawa, meski ada perasaan tegang-tegang sedikit. Seolah mereka—termasuk saya bertanya, gimik apa beneran sih? 

Sesi berikutnya, tibalah saatnya Reinold diminta menceritakan keluarga. Anaknya dua. Pertama perempuan, kedua laki-laki. Sudah dua tahun tidak bertemu. Mereka tinggal di Ambon, diasuh oleh ibunda Reinold. Saat ditanya kenapa tidak pernah pulang, ia berujar, kalau pulang butuh ongkos besar. Daripada duitnya habis untuk ongkos, mendingan dikirimkan ke kampung halaman untuk keperluan anak-anak dan keluarganya. 

Untuk mengobati kangen, Indosiar pun menampilkan video anak-anak Reinold. Si sulung Wati mengungkap kekangenan kepada sang Papa. Mata Reinold berkaca-kaca. Tapi sepertinya ia tahan air mata agar tidak tumpah. Ia berusaha kontrol sambil terus bercerita tentang keluarganya. Rasa kangen Reinold sebagai ayah pun tak tertahankan kepada anak-anaknya. 

 

Detik berikutnya, di saat Reinold masih bercerita, tiba-tiba muncul kedua anaknya dengan sang ibunda. Spontan ia hampiri sang bunda, dipeluknya erat-erat. Berikutnya dua anak-anaknya pun didekapnya erat. Kali ini, Reinold tak kuat lagi menahan air matanya. Tumpah. Menetes. Reinold pun menangis. Para Host ikut menangis. Juri juga. Para mentor sama. Saya juga menangis. Ikut hanyut dalam suasana haru. 

Sungguh baru kali ini saya menyaksikan ada seorang eksekutor leasing menangis. Inilah sisi lain dari hidupnya. Dalam keseharian menjalani pekerjaan, ia harus tegas dan terkadang agak bersikap keras saat berhadapan dengan para penunggak kredit motor. 

Tapi dalam kehidupan keluarga, ia adalah seorang ayah yang lembut. Di panggung Stand Up Comedy Academy 3 Indosiar, Reinold tampak sekali begitu menyayangi keluarga. Ia tumpahkan air mata tanpa malu-malu. Suatu hal yang bertolak belakang dengan kesehariannya barangkali. Air mata kerinduan dengan dua anaknya dan sang bunda yang sudah dua tahun tidak bertemu. 

Dan di sisi lain, kita sama-sama melihat, Reinold adalah sosok yang lucu. Buktinya, ia begitu mengocok perut penonton dengan joke-joke yang dilontarkan. 

Malam ini saya puas sekali menonton acara Stand Up Comedy Academy 3 Indosiar. Banyak pelajaran berharga yang saya petik dari penampilan Reinold. Tentang perjuangan hidup, kelembutan hati dan kasih sayang.

Lewat penampilan Reinold juga, akhirnya saya bisa membuktikan bahwa tertawa, tegang dan menangis itu bisa dilakukan secara bergantian dalam satu waktu. Semoga Reinold juara!

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads