article

Membudayakan Pelajar Cinta Lingkungan

Membudayakan Pelajar Cinta Lingkungan

HAL paling efektif untuk mengawali membangun kesadaran warga menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan yakni dari sekolah dan kampus. Dari sana dilakukan program edukasi dengan menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan bagi siswa hingga mahasiswa. 

Idealnya kesadaran menjaga lingkungan itu harus mulai ditanamkan sejak dini yakni pada anak-anak yang masuk duduk di bangku TK/PAUD. Sebab, semakin awal diberikan kesadaran soal lingkungan, hal itu akan tertanam hingga mereka dewasa. Jika hal ini dilakukan secara berkesinambungan, dalam beberapa tahun ke depan, kita akan punya “Generasi Clear & Green”. 

Salah satu program yang bisa dilakukan di sekolah yakni gerakan “Satu Siswa Satu Pohon”. Program ini bisa menggugah langsung kesadaran para siswa untuk berbuat terhadap lingkungan. 

ads

 

Pelajar maupun mahasiswa itu bisa menjadi Agen of Change yang mampu membawa perubahan, tidak hanya bagi lingkungan sekolahnya tapi juga lingkungan rumah. Menanamkan sikap disiplin dalam menjaga lingkungan bagi setiap siswa akan membawa dampak besar bagi mereka. Misalnya, pihak sekolah menerapkan sanksi khusus bagi siswa yang diketahui merusak lingkungan sekolahnya. 

Bisa juga dengan cara lain. Misalnya jika ada siswa yang terlambat masuk, mereka mendapat hukuman yang berkaitan dengan lingkungan mulai dari membersihkan sampah dan membantu tukang kebun sekolah merawat tanaman yang ada. Lalu, jika ada siswa ketahuan membuang sampah di lingkungan sekolah, siswa dikenai sanksi. Namun yang harus diperhatikan, sanksi ini semata-mata hanya untuk membangun kesadaran mereka terhadap lingkungan. 

Namun sebelum konsep-konsep seperti itu diterapkan, yang lebih penting dilakukan pihak sekolah yakni membangun kesadaran para guru dan pegawai sekolah soal lingkungan. Sebab, mereka adalah panutan siswa sehingga setiap prilakunya akan menjadi acuan bagi siswa. Kalau seorang guru merokok di dalam lingkungan sekolah lalu guru itu membuang puntung rokok sembarangan, tentu hal ini sangat tidak mendidik. 

 

Jika kesadaran sudah tercipta, baik dalam diri generasi mudanya maupun publik, maka rasa memiliki akan muncul dengan sendirinya. Bayangkan jika rasa memiliki itu telah tumbuh, maka seseorang akan begitu rajinnya merawat dan memelihara. Misalnya, kita akan tegur keras jika melihat ada orang yang membuang sampah sembarangan di hutan kota. Kita begitu marah bila melihat ada orang yang melempar sampah seenaknya di jalanan. 

Rasa memiliki akan memunculkan tanggung jawab. Dan rasa tanggung jawab tentu berkaitan erat dengan kesadaran. Ending-nya adalah kita akan sadar bahwa tugas menjaga lingkungan itu bukan hanya kewajiban pemerintah saja tapi juga masyarakat. 

Di Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, pemerintah mengajarkan banyak soal kedisiplinan yang berkaitan dengan lingkungan. Jangankan membuang sampah di sembarang tempat, meludah pun tidak perkenankan sembarangan dan sanksinya berat.

Peraturan tersebut memang benar-benar diterapkan di kedua negara itu sehingga membentuk karakter masyarakatnya. Dampak positifnya, tidak hanya masyarakatnya yang berlaku disiplin, namun para tamu yang datang ke kedua negara itu juga ikut menjadi disiplin. Sebab, aura yang dibangun di sana adalah sikap disiplin. 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads