Bukan Kameranya yang Ganti, Tapi Lensanya!

18 Aug 2017 09:25 1321 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Dengan harga 12 jutaan untuk Nikon D7100 saya menjadi ciut, mending koleksi lensa aja ya…yang penting kemampuan teknik fotonya diasah terus. Sebagai pemula, memang masuk akal juga, kecuali sudah jadi professional, ganti kamera jadi satu hal yang masuk akal.

Setahun ini punya Kamera DSLR dengan kategori entry level. Selain harga yang terjangkau, tentu saja pengoprasian yang relatif mudah karena kamera ini diperuntukkan kelas pemula. Setelah 6 bulan menggunakan kamera yang pas di genggaman ini, agar lebih dinamis saya beli satu lensa. Tadinya sih ingin karema 18-200 mm yang cukup untuk tele. Tapi karena harganya lumayan, akhirnya saya lebih memilih lensa 70-300.

Kamera ini adalah Nikon D5200. Sudah banyak review tentang kamera ini. Walaupun untuk entrilevel, kamera ini ternyata cukup bagus hasil gambarnya. Maklum dengan kerapatan tertentu dan 24 MP, menjadikan gambar memiliki kualitas cukup bagus.

Namun belakangan, seiring beredarnya berbagai rumor dan review yang saya baca. Jika ingin masuk ke midlevel, seri 7000 cukup mumpuni. Saya pun mencari-cari review tentang Nikon D7100 yang harganya hampir duakalilipat dari Nikon D5200. Jika D5200 berkisar pada harga Rp.5800.000,- baru sudah lengkap dengan lensa 18-55 mm. D7100 harganya mencapai Rp. 12.800.000,-an. Wow lumayan harganya untuk pekerja swasta kelas pas-pasan seperti saya. Namun dengan berbagai review dan rekomendasi, begitu menggebu-gebu untuk memiliki D7100.

Belakangan, karena ada masalah dengan kamera, yaitu selalu ada bitnik hitam pada hasil bidikannya. Saya pun melakukan servis. Ternyata ada jamur pada sensornya, sehingga harus dibersihkan. Menurut tukang servisnya, jamur pada sensor itu sensitive, jika tidak mahir, bias-bisa kamerenya mati total. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dan harga servis tidak terlalu mahal alias cukup murah.

Saat saya tanya berapa harga Nikon untuk second sekitar 4,5 namun harga belinya hanya sekitar 4 jutaan. Huh murah sekali. Dan dia bertanya kenapa dijual, saya bilang mau upgrade ke Nikon D7100. Menurutnya, yang sudah berpengalaman dalam dunia photography, bukan soal kameranya saja yang membuat gambar bagus atau tidak, tapi soal lensanya. Termasuk juga soal teknik pengambilan gambarnya.

Dengan harga 12 jutaan untuk Nikon D7100 saya menjadi ciut, mending koleksi lensa aja ya…yang penting kemampuan teknik fotonya diasah terus. Sebagai pemula, memang masuk akal juga, kecuali sudah jadi professional, ganti kamera jadi satu hal yang masuk akal.

 

Setahun ini punya Kamera DSLR dengan kategori entry level. Selain harga yang terjangkau, tentu saja pengoprasian yang relatif mudah karena kamera ini diperuntukkan kelas pemula. Setelah 6 bulan menggunakan kamera yang pas di genggaman ini, agar lebih dinamis saya beli satu lensa. Tadinya sih ingin karema 18-200 mm yang cukup untuk tele. Tapi karena harganya lumayan, akhirnya saya lebih memilih lensa 70-300.

Kamera ini adalah Nikon D5200. Sudah banyak review tentang kamera ini. Walaupun untuk entrilevel, kamera ini ternyata cukup bagus hasil gambarnya. Maklum dengan kerapatan tertentu dan 24 MP, menjadikan gambar memiliki kualitas cukup bagus.

Namun belakangan, seiring beredarnya berbagai rumor dan review yang saya baca. Jika ingin masuk ke midlevel, seri 7000 cukup mumpuni. Saya pun mencari-cari review tentang Nikon D7100 yang harganya hampir duakalilipat dari Nikon D5200. Jika D5200 berkisar pada harga Rp.5800.000,- baru sudah lengkap dengan lensa 18-55 mm. D7100 harganya mencapai Rp. 12.800.000,-an. Wow lumayan harganya untuk pekerja swasta kelas pas-pasan seperti saya. Namun dengan berbagai review dan rekomendasi, begitu menggebu-gebu untuk memiliki D7100.

Belakangan, karena ada masalah dengan kamera, yaitu selalu ada bitnik hitam pada hasil bidikannya. Saya pun melakukan servis. Ternyata ada jamur pada sensornya, sehingga harus dibersihkan. Menurut tukang servisnya, jamur pada sensor itu sensitive, jika tidak mahir, bias-bisa kamerenya mati total. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dan harga servis tidak terlalu mahal alias cukup murah.

Saat saya tanya berapa harga Nikon untuk second sekitar 4,5 namun harga belinya hanya sekitar 4 jutaan. Huh murah sekali. Dan dia bertanya kenapa dijual, saya bilang mau upgrade ke Nikon D7100. Menurutnya, yang sudah berpengalaman dalam dunia photography, bukan soal kameranya saja yang membuat gambar bagus atau tidak, tapi soal lensanya. Termasuk juga soal teknik pengambilan gambarnya.

Dengan harga 12 jutaan untuk Nikon D7100 saya menjadi ciut, mending koleksi lensa aja ya…yang penting kemampuan teknik fotonya diasah terus. Sebagai pemula, memang masuk akal juga, kecuali sudah jadi professional, ganti kamera jadi satu hal yang masuk akal.

 

 

Tags Kamera

About The Author

Joko Kalasan 37
Ordinary

Joko Kalasan

Blogger tanpa Gelar. Akun ini diperuntukan bersenang-senang dengan tulisan, tulisan apapun yang lewat dalam pikiran. Saya tuliskan.

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel