article

Review Buku Pilihan Minggu Ini : 15 Warsa Barli Asmara - Tanah Air Baru, Indonesia

Review Buku Pilihan Minggu Ini : 15 Warsa Barli Asmara - Tanah Air Baru, Indonesia

15 Warsa Barli Asmara, Barli Asmara / Gramedia Pustaka Utama. Berawal dari mimpi - mimpi yang diucapkan, selanjutnya akan menjadi untaian doa, lalu doa menjadi kenyataan, Barli Asmara dalam buku terbarunya menceritakan secara runut tentang perjalanan karier dan usaha pencapaiannya di industri fashion selama 15 tahun. Ada emosi terlalu ringkih yang dituangkan secara mendalam pada masing - masing cerita. Ada pula ulasan tentang orang - orang terdekat, serta cara ia mengatasi beragam rintangan yang justru membuatnya makin tumbuh besar hingga sekarang ini.

Tanah Air Baru, Indonesia, Hilde Janssen / Gramedia Pustaka Utama. Dengan mengenakan gaun musim panas terbaik yang mereka miliki, Dolly bersama kakak beradik Miny, Annie, dan Betsy berlayar untuk liburan musim panas di Jakarta. Saat itu tanggal 1 Januari 1947, ketika mayoritas orang - orang Belanda perantauan memutuskan untuk meninggalkan tanah air, mereka sebagai gadis Belanda justru tercebur ke dalam perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia. Seperti ikan di sungai yang melawan arus, keempat wanita cantik berusia 20 tahun tersebut justru berpihak kepada Republik yang baru saja lahir. Buku ini merupakan sebuah kisah manis yang mereka jalani selama tinggal di Indonesia yang lebih banyak bercerita tentang kesetiaan dalam sebuah hubungan dan dukungan terhadap Kemerdekaan Republik Indonesia yang penuh pergolakan pada masa itu.

Generation M : Young Muslims Changing The World, Shelina Zahra Janmohamed / I.B. Tauris. Dari fashion magazines berlanjut ke social networking. Dari Mipsterz (sebutan untuk Muslim hipsters) ke Haloodies (pertemuan halal). Begitu pula halnya dari kencan internet halal ke boy band Muslim. Anak muda Muslim generasi masa kini populer disebut sebagai generation M. telah menetapkan ciri khas tersendiri terhadap penemuan jati diri berlandaskan keyakinan mereka. Sebuah generasi yang penuh energik dan mapan serta dengan penuh semangat berjuang melewati pergolakan kehidupan masa kini yang serba modern, tapi tetap memegang teguh iman.

ads

Wo(w) man, Merlyn Sopjan / Indie Book Corner. Apa maksud kesendirian buatmu ? Sepi ? Tak ada siapa pun di sisimu ? Boleh saja berpikir seperti itu. Namun, kesendirian atau apalah namanya, bukan pikiranku atau pikiranmu yang bisa menjawab, karena yang akan bicara cuma hati, sebuah pesan singkat dari sang penulis kepada para pembaca yang sedang mencari makna terhadap sebuah hubungan yang sedang mereka jalani pada saat terjadinya hubungan tersebut. Secara lugas sang penulis menjelaskan bahwa wanita tanpa vagina tidak perlu lagi diperdebatkan. Menurutnya, Tuhan menciptakan sepasang mahluk yang berbeda untuk menunjukkan kebesaran-Nya. Merupakan sebuah pernyataan tentang kejujuran hati dan berani mengangkat tema yang sangat sederhana tentang makna hidup dan arti sebuah cinta bagi yang menjalaninya. Wajib untuk anda baca, karena masing - masing mahluk hidup di dunia ini mendapat berkah dari Tuhan yang tidak membuat rencana yang kurang sempurna terhadap ciptaannya.

Membaca buku di atas akan membantu anda untuk bisa tampil lebih percaya diri sehingga mampu menjadi yang terbaik untuk pasangan anda. Dan anda perlu ingat bahwa waktu yang berlalu tidak akan pernah terulang kembali. Anda perlu belajar tentang bagaimana cara memaknai setiap peristiwa yang pernah terjadi dalam hidup di masa lalu akan membuat waktu yang terlewati menjadi tidak berguna lagi saat ini. Dengan mengaplikasikan bahasa yang lugas, Merlyn mengingatkan kepada anda bahwa banyak tindakan yang telah anda lakukan dalam hidup ini haruslah berlandaskan cinta, kejujuran, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri.

Andy F Noya, Host Kick Andy Di Metro TV

Saya selalu percaya, untuk menjadi jujur itu tidak mudah, that's why "Jujur" adalah satu hal yang paling saya kagumi dari membaca buku ini. Merlyn dengan luar biasa memaparkan isi kepalanya dengan sangat jujur dan tanpa tedeng aling - aling. Saya seperti sedang belajar lagi tentang bagaimana sederhananya memaknai hidup dan sedemikian sederhananya cinta Merlyn mengajak saya dan kita semua untuk memulai kembali menata hidup dengan sederhana, apa adanya tapi penuh dengan cinta. Dan saya mau berterima kasih untuk masih peduli itu semua. By the way, "Mimpi Tentang Ibu" adalah bagian favorit saya, yang membuat saya sadar.

Hally Ahmad, Film Publicist, Event Spesialist

Sejauh yang saya kenal, Mbak Merlyn di segala keanggunan dan kejudesannya juga tergambar di kalimat yang ia pilih. Lugas, berani, jujur, tanpa tedeng aling - aling. Itu yang saya suka. Tak ada basa - basi. Membuat kita malu, gerah, tapi asyik untuk mengintip. Dengan beberapa kali gaya bertutur yang "keluar dari jalur" tapi tetap menarik. Dan tanpa modal kecerdasan, Mbak Merlyn takkan mampu menelaah dan mengangkat hal yang sederhana di depan mata.

Rizka Azizah (Chika), Features Editor Femina Magazine, @rizchik

Tanpa perlu menggurui dan menyebut inilah cita - cita atau harapan setiap orang, melalui buku ini yang ditulis dengan bahasa manis dan getir silih berganti, Merlyn mengingatkan bahwa kita perlu lebih beradab untuk memperbaiki kehidupan yang mulai melunturkan nilai - nilai kemanusiaan dan cinta sejati. Merlyn ingin dirinya lebih bermakna bagi sesama manusia dan kehidupan ini.

Chrissy Siahaan, Women Activist

Melalui buku ketiganya, Merlyn kembali mengajak pembaca untuk berdialog tentang hidup dan kehidupan, yang sarat dengan ketidakadilan akibat sekat yang tajam. Merlyn berusaha memaknai hidup dengan berpikir melampaui sekat yang masih sangat dominan dalam masyarakat kita. Bukan hal yang mudah dan tanpa tantangan, tetapi Merlyn secara konsisten terus melakukannya. Dan, semuanya dilakukannya melalui  tutur kata yang lugas, tanpa basa - basi.

Deskripsi Selanjutnya

Merlyn Sopjan sukses menerbitkan dua judul buku sebelumnya yang menjadi Best Seller dan selalu hangat diperbincangkan : Jangan Lihat Kelaminku (2005) dan Perempuan Tanpa V (2006). Setelah sepuluh tahun menekuni dunia tulis menulis, ia datang lagi dengan buku - bukunya yang baru : wo(W)man. Buku ini ditulis dengan mengaplikasikan gaya cerita yang asik dan santai, dimana melukiskan perasaan sang penulis yang terlihat terlibat langsung sebagai tokoh cerita utama dalam buku tersebut. Ia menulis berbagai kisah, kehidupan metropolis, affair antara dua insan pecinta dalam sebuah pergaulan kaula muda, ingatan pada ibu di masa lalu, rasa sayang pada ayah, catatan kecil terhadap orang - orang kesepian, kehidupan orang jalanan, kehidupan gelap para pelaku sex di kota - kota metropolitan yang terjebak pola hidup yang serba bebas, sebab hidup yang tak adil, serta permasalahan lain dalam kehidupan masa kini rentan dialami oleh manusia kota yang super sibuk. Dalam buku ketiganya di atas Merlyn sepertinya ingin menunjukkan pada dunia tentang kedewasaan sepasang manusia, baik dalam berpikir dan bertindak.

Demikian kami mengulas semoga saja bermanfaat !

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads