article

Perpustakaan Ajaib : Bibbi Bokken

Perpustakaan Ajaib : Bibbi Bokken

Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota kecil yang berjauhan letaknya namun tak membuat mereka merasa terhalang oleh jarak dan tetap saling berhubungan, kedua remaja ini sama – sama suka menulis dan membuat buku yang berisikan surat - surat yang mereka tulis tentang kerinduan hati dan kehangatan keluarga dimana telah mereka lalui sejak kecil hingga sebesar sekarang ini.

Pada suatu hari ada kejadian aneh, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang suka mengincar buku surat hasil karya mereka. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi Bokken berniat menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana ini erat kaitannya dengan berdirinya sebuah perpustakaan ajaib di salah satu kota dimana mereka tinggal yang berhubungan secara konspirasi dalam dunia perbukuan. Berit dan Nils kurang mempercayai kejadian tersebut dan tetap bersikukuh terhadap hobi mereka yang suka menulis, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan secara tak sengaja menemukan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken.

Melalui cerita yang bernuansa detektif ini, Jostein Gaarder, pengarang Sophies World, dan Klaus Hagerup, mengajak anak – anak usia sekolah untuk ikut berpetualang dalam dunia buku dan perpustakaan. Tanpa sadar, anda akan diperkenalkan dengan Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie The Pooh, Anne Frank, teori sastra, teori fiksi, teori menulis, sejarah buku dan perpustakaan, serta subjek menarik lainnya. Dengan demikian, buku ini akan mampu memikat hati si pembaca adalah pengantar kepada dunia buku yang dapat dinikmati oleh pembaca kanak - kanak, remaja, maupun dewasa. Buku terbaik yang terekomendasi saat ini adalah Oldenburgische Volkszeitung. Sebuah surat cinta kepada buku – buku karya fiksi dan dunia penulisan oleh Ruhr Nachricht.

ads

Perpustakaan Sekolah Masa Depan.

Sebenarnya sejak jaman dulu masyarakat telah mengenal lebih dekat tentang keberadaan perpustakaan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran dan pendidikan yang ditujukan kepada anak – anak dan orang dewasa. Kedudukan dan fungsi perpustakaan adalah harus menempati posisi yang strategis dan mampu menarik minat baca anak – anak serta berperan aktif sebagai fasilitator pembelajaran sepanjang hayat.

Perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan karya rekam yang dirangkum secara profesional dengan sistem yang baku untuk pemenuhan multifungsi terhadap kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi dan rekreasi bagi para pemustaka. Implementasi dari perpustakaan tersebut adalah sebagai sebuah institusi layanan publik tentang keinformasian dan pembelajaran dengan terciptanya berbagai jenis perpustakaan yang menyesuaikan kondisi dengan segmen masyarakat atau pemustaka perpustakaan itu sendiri (dari berbagai sumber).

Contohnya adalah terhadap perpustakaan sekolah misalnya saat ini terutama terhadap sekolah – sekolah di desa masih dipandang sebelah mata oleh berbagai pihak termasuk abak – anak sebagai objek. Padahal perpustakaan sekolah seharusnya mempunyai posisi yang kuat dan strategis sebagai mitra proses transfer ilmu pengetahuan antara siswa/wi dan guru di sekolah. Jangan sampai media pembelajaran informal ini hanya dijadikan sebagai “pemanis pendidikan” dengan slogan “perpustakaan adalah jantungnya pendidikan” tanpa wujud nyata dengan adanya tindakan implementasi hakikat jantung pendidikan yang semestinya dilakukan oleh pihak – pihak terkait.

Perpustakaan sekolah harus bisa dimanfaatkan sebagai penunjung yang khusus menyediakan berbagai macam sumber terhadap rujukan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan intelektual bagi siswa/wi sekolah dan menjadi mitra guru sekaligus sebagai mitra siswa/wi dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Perpustakaan sekolah masa depan merupakan contoh nyata wajib ada dalam sebuah sekolah yang dapat menjadi tujuan utama bagi perpustakaan sekolah dari tingkat dasar, menengah dan atas. Tulang punggung perpustakaan sekolah masa depan adalah berfungsi sebagai perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang diaplikasikan untuk melakukan kegiatan kerumahtanggaan terkait dengan perpustakaan sekolah. Jangan lupa memperhatikan tentang kecepatan layanan prima, promosi, kerja sama, integritas pustakawan dan kewenangan dalam mengembangkan perpustakaan sekolah sebagai salah satu indikator perpustakaan sekolah berperan aktif dalam proses pendidikan sepanjang hayat sehingga mampu menjadi penyaji informasi kepada pemustaka dan masyarakat luas.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads