article

Putsa, Si Apel India

Putsa, Si Apel India

Putsa atau dikenal juga dengan nama populer apel India ini mempunyai nama secantik buahnya yang berwarna hijau terang adalah salah satu buah yang berasal dari India. Di sana, putsa dibudidayakan secara modern dan dalam skala besar oleh petani buah.

Apel India ini sama dengan kebanyakan buah apel lainnya, memiliki ukuran sebesar bola pingpong atau lebih besar sedikit seperti telur bebek dengan cita rasa manis dan renyah serta berair, enak dikonsumsi sebagai buah meja, dibuat jus, sebagai campuran membuat salad segar atau dalam skala besar dijadikan bahan campuran membuat obat batuk sirup untuk anak – anak seperti di Indonesia, dengan tingkat kematangan sekitar 80% sudah dipanen untuk mendapatkan kondisi buah yang terasa renyah. Putsa di luar India kerap dimanfaatkan sebagai tanaman hias berupa tabulampot yang memiliki ukuran pohon tidak terlalu tinggi, sekilas pandang terlihat batangnya agak rapuh, namun bunga dan bakal buah di setiap ranting umumnya sangat banyak. Untuk menghindari patah pada batang utama maka petani buah membuang beberapa bakal buah yang tumbuh lebat dalam satu tangkai.

Pot yang dimanfaatkan untuk menanam putsa di dalam pot adalah yang berdiameter 35 cm dimana merawat putsa tidak sesulit yang anda bayangkan. Putsa menyukai media tanam yang lembap, bukan becek atau basah, dan hindari tanahnya jangan terlalu kering. Untuk penyiraman, gunakan air buangan bekas AC, atau cucian beras, daging, dan ikan. Untuk pupuk, dapat menggunakan NPK yang bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali. Dosis pemakaian NPK untuk semua tanaman adalah 10 liter air dengan 5 sendok teh NPK. Campuran air dan pupuk agar diaduk merata. Selanjutnya, cukup pemberian 1 gayung saja untuk setiap pot tanaman yang tersedia. Seperti juga tanaman lainnya, perhatikan pasokan intensitas cahaya dengan memilih lokasi pembenihan putsa di tempat yang mendapatkan sinar matahari secara langsung.

ads

Usai melakukan perawatan dengan pemberian pupuk, ketika bakal buah mulai bermunculan, mulailah melakukan penjarangan dengan membuang sebagian buah pada salah satu ranting pohon yang terlalu kecil tetapi memiliki bakal buah yang cukup banyak. Bakal buah putsa biasanya memang sangat banyak sekali saat musim berbuah, namun tidak semuanya berhasil dibesarkan. Pilih buah yang bagus dan lainnya yang agak jelek anda buang saja. Langkah ini dimaksudkan untuk memperoleh buah yang besar dan layak untuk dikonsumsi dengan rasa manis. Sambil anda menyeleksi bakal buah, lakukan juga pemangkasan cabang dan ranting yang tak berguna serta membuang daun - daun kering dan kuning atau cabuti rumput dan tanaman liar di sekitar tempat pohon apel ini tumbuh (biasanya pada kebun dalam skala besar).

Hama yang suka menyerang tanaman putsa biasanya adalah kutu putih dan penggerek batang. Tanaman yang terkena hama putih terlihat dari batang, daun, dan bakal buahnya diselimuti lapisan seperti kapas berwarna putih yang lengket. Jika anda biarkan begitu saja, kutu putih bisa menulari tanaman lainnya dan lama - lama pohon akan mati.

Disarankan untuk membungkus bakal buah dengan plastik atau kertas koran untuk tujuan menghindari serangan lalat buah ketika bakal buah tampak mulai membesar dan mendekati waktu panen. Buah yang terlanjur terserang hama lalat buah, biasanya tidak dapat dikonsumsi lagi, karena daging buahnya berisi ulat dan mudah busuk.

Putsa enak disantap pada waktu pagi hari sebagai menu sarapan pagi setiap hari karena dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Maka dari itu, putsa sangat baik diberikan bagi penderita diabetes dan darah tinggi apalagi harga putsa di pasaran sangat murah meskipun saat ini termasuk buah impor dari India, putsa adalah tanaman yang tidak mengenal musim berbuah di sepanjang tahun, sehingga dikenal sebagai buah sepanjang masa dengan bentuk pohon yang cantik, pohonnya tidak terlalu tinggi, dan rajin sekali berbuah saat musim berbuah tiba.

Putsa, Apel India (Ziziphus Mauritiana) Yang Tumbuh Subur Di Semarang

Meskipun termasuk salah satu buah impor komersil dan bernilai jual cukup mahal di Indonesia, tanaman apel India ini sekarang mudah ditemui di perkebunan – perkebunan buah skala besar Kota Semarang. Buah apel India ala Kota Semarang berbentuk lonjong kira - kira hanya sebesar telur bebek / ada yang sebesar bola tenis, diameter antara 5 – 6 cm, dengan berat sekitar 50 – 85 gram per buahnya. Kulit buahnya berwarna hijau cerah, mengkilat ketika masih muda dan akan berwarna sedikit kekuningan serta kusam ketika sudah matang. Daging buahnya berwarna putih bersih dengan rasa buah yang lebih manis dari rasa apel pada umumnya. Tekstur kulit dan buahnya renyah, seperti tekstur jambu mutiara. Di tengah daging buah terdapat biji tunggal berbentuk lonjong berwarna coklat muda seukuran biji jamblang (duwet).

Secara umum, putsa memang belum menjadi buah komersial, sehingga agak sulit ditemukan ada pedagang buah – buahan yang menjual putsa di pasar – pasar tradisional (kami rangkum dari berbagai sumber). Kebanyakan baru ditanam di halaman rumah sebagai pohon hias bagi para penggemar tanaman. Pohon - pohon putsa yang berukuran besar bisa anda jumpai di Kampoeng Kopi Banaran, berdekatan dengan kompleks Cafe dan taman bermain di tengah perkebunan kopi yang lokasinya ada di pinggir jalan Semarang menuju Solo. Konon di daerah Bojonegoro ini, buah putsa dikebunkan secara komersial untuk diolah menjadi sirup putsa dan dodol putsa. Tanaman putsa ala orang Semarang sangat rajin berbunga dan terus berbuah lebat sepanjang musim, sangat atraktif dan mampu menarik pandangan mata untuk mengaguminya sehingga banyak ibu – ibu rumah tangga tertarik untuk menanam satu atau dua pohon saja sebagai tanaman hias di pekarangan rumah mereka. Tanaman ini termasuk salah satu tanaman buah yang mudah tumbuh, tidak memerlukan sebuah perawatan khusus dan kelebihannya adalah cocok dimanfaatkan sebagai tanaman tabulampot pun tetap subur memamerkan buah - buahnya yang lebat dan ranum.

Apel India ini masih berkerabat sangat dekat dengan bidara (zizhipus spontanea). Ada yang menyebut putsa sebagai kultivar uanggul dari bidara dan apabila anda bersedia mengamatinya, ada beberapa perbedaan diantara keduanya. Buah bidara tidak enak dimakan begitu saja (harus diolah terlebih dahulu seperti dibuat sambal) dan berbentuk bulat, sedangkan putsa enak disantap sebagai buah meja dan bentuknya agak lonjong. Batang pohon bidara berduri dan bisa tumbuh sangat besar, sedangkan putsa hampir tidak berduri dan rata – rata pohonnya tidak terlalu besar.

Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat !

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads