article

Seni Tujuh Dekade

Seni Tujuh Dekade

Tak sekadar sebagai momen untuk dapat memamerkan karya - karya agung maestro seni rupa dari Indonesia dan mancanegara, pameran yang dikuratori oleh A. Rikrik Kusmara ini bertujuan untuk menampilkan sisi lain dari sang seniman yang jarang dikenal sebelumnya. Ratusan karya seni dalam berbagai bentuk dipamerkan dengan tujuan agar masing – masing pengunjung di Galeri Nasional bisa mengenal lebih dekat tentang seni lukis yang telah melegenda tersebut, yang digelar pertengahan Februari tahun lalu. Termasuk 7 lukisan berukuran satu meter yang diyakini adalah media pencapaian estetika terbaru yang dikerjakan oleh Srihadi, dimana sebelumnya lebih suka melukis dalam media yang kecil. Foto lukisan bisa dilihat pada Srihadi Studio melalui web site terkait.

Banyak momen yang dilewati oleh seniman senior tanah air, Srihadi Soedarsono, dalam perjalanan karir mereka untuk mencari inspirasi dalam berkarya selama 70 tahun dalam melukis. Mulai dari pengalamannya menjadi seorang tentara pelajar, profesinya sebagai pewarta gambar, hingga saat ia mendapatkan beasiswa guna belajar seni ke negara Paman Sam. Perjalanan karir yang cukup panjang melalui proses kreatif tersebut pada akhirnya dirangkum dalam sebuah pameran bertajuk Srihadi Soedarsono : 70 Years Journey of Roso.

Bangun Rumah Seni Tujuh Lantai Seorang Diri

ads

Adalah Hu Guangzhou, seorang petani dari China, membangun sebuah rumah seni tujuh lantai hanya seorang diri saja bertekad semangat yang kuat, agar dapat ditinggali bersama saudara -saudaranya yang akan kembali pada waktu musim liburan tiba. Meskipun saat ini salah satu saudaranya dikabarkan sudah meninggal lebih dari satu dekade lalu, namun Hu bersikeras bahwa mereka masih hidup dan sehat – sehat saja, hingga pada suatu hari akan kembali dan tinggal di rumah yang dibangunnya.

Hu Guangzhou menjelaskan bahwa telah menghabiskan waktu sekitar tiga tahun untuk membangun rumah tersebut hanya dengan memanfaatkan bahan - bahan limbah dan sisa - sisa sampah saja. Bahan yang digunakan dalam pembangunan rumah hingga menjadi sebuah hunian yang bersahaja dan sebagian besar adalah dari tanah liat dan batu - batu yang dikumpulkannya dengan gerobak kecil dari sungai.

Selama proses pembangunan, Ia sempat mengalami kecelakaan ringan saat ia terpeleset ketika hendak menyelesaikan tingkat kedua rumahnya, yang membuatnya sempat menunda bekerja selama berbulan - bulan. Meskipun demikian, kondisi buruk ini tak membuatnya berhenti. Ia pun terus membangun lima lantai lagi dengan penuh semangat.

Pemerintah setempat sempat memprotes aksi Hu yang dianggap aneh dan lain dari biasanya, namun pada akhirnya mereka tak tega untuk merusak hobi unik lelaki tua tersebut seperti akan merubuhkan rumah yang dibangun Hu dengan susah payah karena memakai bahan – bahan yang tidak biasa. Pemerintah selanjutnya mencoba untuk kolaborasi dan mengajak Hu pulang ke rumah orang tuanya di China dimana ia tak memiliki pasangan atau anak tunggal, tapi ia menolak untuk karena alasan ia telah mendapat subsidi dari pemerintah setiap tiga bulan, dan pada hari – hari tertentu seperti tahun baru, Natal dan hari besar perayaan agama Budha warga Tionghoa, ia memperoleh sekotak bakpau kacang ijo dan sebotol teh bunga melati.

 “ Apa ia punya gangguan mental ? Ini hasil karya dari seorang jenius, orang - orang normal tak mampu mengerti, ” seorang berkomentar, dikutip Daily Mail, Sabtu 13 Februari 2016.

“ Mereka yang ingin menghancurkan bangunan ini sebaiknya hadapi dulu diagnosa gangguan mentalnya, dan pisau dapur ! ” komentar seorang lainnya.

Penduduk asli di Linqu, provinsi Shandong, Tiongkok memang sempat dibuat heboh oleh Hu Guangzhou yang membangun rumah seorang diri hanya dari benda – benda bekas yang sebenarnya kurang layak huni dan lebih mirip sebuah gubuk tetapi karena letaknya yang strategis di pinggiran kota maka sekilas pandang menyerupai sebuah karya seni. Struktur bangunan rumah ini aneh dari luar menyerupai benteng yang terdiri dari dua lantai bahkan setelah berhasil diunggah ke internet, oleh beberapa netizen mengatakan bahwa arsitektur itu menyerupai sebuah bangunan yang ada dalam sebuah animasi Jepang terkenal Ghibli yang bersifat ikonik, Howl’s Moving Castle.

Menurut sebuah koran lokal, Qilu Evening News yang dilansir CCTV News, pembuat bangunan tersebut adalah seorang pria berusia 55 tahun yang mengalami gangguan jiwa. Silahkan anda lihat foto – foto bangunan yang eksklusif melalui web site terkait.

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads