Berdasarkan niat untuk menginspirasi semua orang yang memiliki nasib serupa dimana mereka sedang berjuang agar mereka tidak mudah menyerah dalam mewujudkan impian. Mungkin penyandang down syndrome membutuhkan usaha dan energi dua kali lipat lebih besar dimana pada akhirnya mereka bisa menjadi sosok yang berhasil. “Lihat saja saya. Kelak saya ingin bisa hidup mandiri dan mencukupi diri sendiri 100 persen. Jadi, bermimpilah sebesar mungkin, kemudian wujudkanlah,†tegas Isabella.
Nama lengkapnya adalah Isabella Springmuhl dimana saat ini namanya semakin meroket ketika diundang oleh Cecilia Santamarina de Orive, kurator International Fashion Showcase London Fashion Week  untuk berpartisipasi dalam ajang itu pada tanggal 19 - 23 Februari 2016 yang lalu. Inilah pertama kalinya Guatemala diundang untuk turut aktif dalam International Fashion Showcase London Fashion Week. Bersama 4 desainer guatemala lain, Isabella memamerkan produknya dengan bangga dimana beberapa diantaranya tak memakai maneken, tetapi boneka seukuran bocah berusia lima tahun yang tampil seperti maneken.
“Saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan Cecilia. Ia melihat jauh ke dalam hati saya dan menemukan talenta saya,†ucap Isabella. Keikutsertaannya dalam ajang fashion ini dapat meroketkan Isabella hingga ke mancanegara dan label Down to Xjabelle kini sudah dikenal hingga ke dunia internasional. Berbagai media dari Inggris, Prancis, Australia, Argentina, Venezuela, Guatemala, sampai Amerika saat ini memburunya sebagai sumber berita yang hangat.
Dalam hal berkarya, ia tidak hanya melulu mengeksposnya sebagai penyandang down syndrome, pers justru lebih banyak memburu dan mengulas karya - karyanya yang memang benar – benar memikat terutama dalam hal permainan bordir yang rumit tetapi halus sekaligus indah dalam hal kombinasi warna – warna emas, serta menonjolkan warna - warna cerah yang bisa memancarkan keberanian. Puncaknya, ia berhasil masuk dalam 100 Inspirational Woman 2016 versi BBC.
Perjalanan karir dia selanjutnya mampu membuat pintu kesempatannya makin terbuka. Ia sering diundang untuk menggelar karya terbaru dalam berbagai ajang fashion show, seperti pada bulan Oktober tahun lalu, di Meksiko sukses menggelar koleksi pameran tekstil internasional Exintex. Awal tahun 2017 ini, jadwalnya akan tampil di ajang fashion show di Miami, Chicago dan Paris.
Lalu, apalagi yang masih menjadi harapan dan impian Isabella ?
 “ Saya ingin terus mendesain dan mengekspor karya saya ke seluruh dunia. Saya ingin orang melihat apa yang mampu dilakukan oleh anak - anak down syndrome. Ketika mereka tumbuh dan hidup di tengah dukungan keluarga dan komunitas yang penuh cinta, maka tidak ada yang tidak bisa kami lakukan, †ungkapnya.
“ Saya ingin melihat para penyandang down syndrome tampil keren dan trendi dalam baju rancangan saya, †jelas wanita pemilik label Down to Xjabelle. Label fashion ini bukanlah merupakan sebuah produk baru di dunia fashion, dimana pada jaman dulu, kakek neneknya sudah duluan mengenal dan mendesain pakaian, pernah membangun bisnis fashion dengan label Xjabelle meskipun usaha ini tutup sejak salah satu putrinya – bibi Isabella – meninggal dalam kecelakaan mobil.
“Kini saya ingin meneruskan impian Nenek dan membuat label Xjabelle menjadi besar,†ujarnya, antusias. Yang baru dari fashion karyanya adalah ia hanya menambahkan kata ‘down’ di depannya, sebagai penanda bahwa seluruh karyanya adalah merupakan hasil kreasi penyandang down syndrome dan ditujukan kepada sesama para penyandang down syndrome meskipun pada faktanya banyak gadis normal yang suka berburu kaos berlabel Xjabelle.
Dalam perjalanan selanjutnya, ia mulai memberdayakan kain tenun khas tradisional Guatemala buatan para wanita keturunan suku Indian Maya, dimana dalam sehari – hari mereka suka tampil dalam gebrakan desain dengan mengaplikasikan corak dan warna - warna ceria. Ada jaket, ponco, blus, rompi, serta tas tangan wanita dan topi.
Kami rangkum dari berbagai sumber, melihat kembali ke masa lampau, Isabella dan ibunya sekarang bisa bersyukur dimana perusahaan mereka berkembang pesat yang hanya dimulai dari sebuah hobi membuat baju boneka saat kecil lalu dikembangkan lebih serius di tempat kursus menjahit hingga akhirnya menjadi profesional seperti saat ini.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.