article

Tren Fashion Jepang Ini Mampu Mengubah Style Wanita Dunia

Tren Fashion Jepang Ini Mampu Mengubah Style Wanita Dunia

Style yang sekarang sedang digandrungi oleh wanita sedunia ini adalah style yang bertolak belakang dengan gaya gothic, style ini selalu up to date dan selalu mampu tumbuh kembang secara berdampingan. Bila gaya gotik lebih banyak menonjolkan warna - warni hitam dan mengerikan serta jadul, maka lolita merupakan kolaborasi dimana kostumnya akan mengadaptasi renda - renda dan warna cute. Ada dua gaya lolita yang dikenal yaitu lolita yang cute dan manis, lebih banyak mengemas warna - warna pastel, dan lolita punk yang lebih menonjolkan paduan gotiknya.

Takenokozoku merupakan perintis sebagai awal mulanya muncul Harajuku di Jepang. Di daerah tersebut banyak dijumpai street fashion bermunculan dan dilahirkan langsung mendapat banyak penggemar. Style ini dikenalkan kepada masyarakat awam di akhir tahun 70-an hingga awal 80-an dengan konsisten memakai warna – warna neon disertai aksesoris yang disesuaikan seperti nametag, dasi, peluit, dan lain sebagainya, Hingga saat ini, style lolita lebih banyak digemari dibandingkan gaya gotik, bahkan beberapa brand terbarunya misalnya seperti Baby the Stars Shine Bright, Metamorphose, dan Angelic Pretty berhasil meraup omzet jual yang cukup tinggi menjual aneka busana dengan style lolita.

Sofia dengan mode Lolita | foto: copyright dailymail.co.uk

Sebuah toko baju bernama Takenoko merupakan inspirasi style Takenokozoku saat ini sedang gencar dipromosikan dimana nyaris keseluruhan pakaiannya adalah longgar dan baggy, umumnya bernuansa warna – warna natural untuk wanita dewasa, pink menyala, biru atau ungu untuk kaula muda. Busana Takenoko cocok dikenakan selain oleh kelompok Ko Gal, ada wanita Jepang lain yang memang menyukai warna kulit hitam sehingga mereka sengaja suka menghitamkan kulit. Mereka dikenal sebagai kelompok gadis Ganguro, yang suka berdandan jadul dan memperlihatkan hasil tanning esktrimnya yang rata – rata berwarna sangat gelap. Mereka gemar mengenakan platform shoes, mini dress, lengkap dengan gaya rambut yang dibleaching, eyeliner hitam, lensa kontak biru dan concealer berwarna putih yang dipakai untuk lipstik.

ads

Gadis – gadis tersebut suka sekali menari dan mengenakan apapun yang nyaman untuk kulit cantik mereka yang dengan leluasa mendukung pergerakan mereka. Kemanapun mereka akan pergi, boom booxes selalu menyertai bahkan saat mereka akan berkumpul dengan kelompoknya, mereka suka menikmati lagu dan saling memamerkan gerakan tarian mereka, asesoris dari emas dan perak dengan model klasik yang mereka kenakan hingga dandanan rambut yang sedikit norak..

Ganguro merupakan style yang sangat terkenal diantara remaja Shibuya dimana nyaris semua remaja pernah mencoba gaya ini hanya untuk mengikuti perkembangan jaman saja. Namun, di akhir tahun 2001, gaya ini mulai meredup seiring dengan salon - salon tanning banyak yang pindah ke Eropa dan Amerika. Style lain yang tren dikalangan anak – anak muda dalah Manba yang menyerupai dengan Ganguro. Berasal dari istilah yamanba yang artinya jelek, jadul / buruk rupa namun mereka tidak lagi menghitamkan kulitnya, mereka hanyal sebagai pecinta style manba saja yang suka memanfaatkan foundation untuk memberikan kesan kulit lebih eksotik sebagai hasil tanning.

Sama dengan kelompok di atas, manba gemar menarikan tarian yang populer dikenal dengan nama tari para - para, gerakan sinkron ini begitu halus dan memukau yang mengikuti musik tekno. Salah satu kelompok manba yang terkenal adalah angeleek yang suka berbusana serba berwarna cerah, beragam aksesoris, dan make - up warna putih di sekitar mata serta bibir. Juga, mereka gemar melakukan hair extension dengan warna rainbow.

Style lainnya yang sedang tren saat ini adalah kigurumin merupakan style fashion yang baru – baru ini diperkenalkan kepada warga Jepang dan langsung mendapatkan sambutan yang meriah, mereka hanya populer dari tahun 2003 - 2004 saja.

Meskipun cukup populer, fenomena gaya fashion ini banyak juga diminati oleh warga Jepang untuk kaula muda di kota – kota besar semacam Tokyo, dan juga turis mancanegara yang remaja mau mencoba mencicipinya. Mereka akan mengenakan busana yang serba aneh dan mencolok, semisal kostum hewan yang dibeli di toko busana pesta, lalu digunakan buat nongkrong di sekitar Shibuya untuk memamerkan kostum karya mereka yang apik. Kostum yang paling terkenal adalah Pikachu, Hamtaro, atau Winnie the Pooh dengan tambahan berupa make - up yang diadaptasi sebagai hasil style manba.

Demikian kami memberikan penjelasan semoga bermanfaat untuk objek wisata budaya yang perlu untuk anda ketahui tentang remaja Jepang yang suka gaul.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads