article

Budidaya Ternak Sapi Perah (2)

Budidaya Ternak Sapi Perah (2)

Secara garis besar, bangsa sapi yang terdapat di dunia ada dua, yaitu pertama kelompok yang berasal dari sapi zebu ( bos indicus ) atau jenis sapi yang berpunuk yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta kedua adalah kelompok dari bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan nama bos taurus. Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara saat ini di dunia adalah sapi shorhorn (dari Inggris), friesian holstein (dari Belanda), yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis), brown swiss (dari Switzerland), red danish (dari Denmark) dan droughtmaster (dari Australia). Hasil survei di Indonesia menunjukkan bahwa jenis sapi perah yang paling cocok dan mampu menguntungkan petani untuk dibudidayakan di Indonesia adalah frisien Holstein yang paling banyak mengeluarkan susu.

Sentra Peternakan

Sentra peternakan sapi di dunia ada di negara Eropa (Skotlandia, Inggris, Denmark, Perancis, Switzerland, dan Belanda), Italia, Amerika, Australia, Afrika dan Asia (India dan Pakistan).  Sapi friesian holstein misalnya,    terkenal karena produksi susunya yang tinggi (+ 6350 kg / th), dengan persentase lemak susu sekitar 3 - 7%. Meskipun demikian, sapi - sapi perah tersebut ada yang mampu berproduksi susu hingga mencapai 25.000 kg susu / tahun, dan jika digunakan bibit unggul, diberi pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak dan sehat serta kondisi lingkungan yang mendukung dan menerapkan budidaya dengan manajemen yang baik maka produksi susu di dunia bisa mencapai 385 juta m2 / ton / th, khususnya pada zone yang beriklim sedang. Produksi susu sapi di Indonesia sendiri masih kurang dari 10 liter / hari dan jauh dari standar normalnya sekitar 12 liter / hari ( rata - ratanya hanya 5 - 8 liter / hari ).

ads

Manfaat Budidaya Ternak Sapi Perah

Peternakan sapi perah juga bermanfaat untuk menghasilkan daging sebagai sumber protein, susu, dan juga kulit yang dimanfaatkan untuk industri dan pupuk kandang sebagai salah satu sumber organik lahan pertanian.

Persyaratan Lokasi

Lokasi yang ideal untuk mengembangkan dan membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi bisa dengan mudah dicapai oleh kendaraan dimana kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak sekitar 10 meter dan sinar matahari harus bisa menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya sebaiknya dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.

Pedoman Teknis Budidaya

Penyiapan Sarana Dan Peralatan

Kandang harus dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang anda miliki. Pada kandang dengan tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda, penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut dibuat jalur untuk jalan.

Pembuatan kandang di atas bertujuan untuk penggemukan (kereman) yang biasanya berbentuk tunggal jika kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, maka ukuran kandang harus lebih luas dan besar sehingga dapat menampung sejumlah sapi dalam jumlah yang lebih banyak. Usahakan lantai kandang tetap bersih untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi, hindari dalam kondisi becek. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering agar kondisi kandang tetap hangat.

Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah anda pakai sebelumnya harus disuci hamakan dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan - bahan lainnya. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 × 2 m atau 2,5 × 2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8 × 2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5 × 1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2 - 2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang adalah 25 - 40 derajat C ( rata - rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dilakukan pada dataran rendah ( 100 - 500 m ) hingga dataran tinggi ( > 500 m ).

Pembibitan

Kami rangkum dari berbagai sumber, di bawah ini syarat - syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa adalah sebagai berikut :

  1. Produksi susu tinggi,
  2. Umur 3,5 - 4,5 tahun dan sudah pernah beranak,
  3. Berasal dari induk dan pejantan yang memiliki keturunan produksi susu tinggi,
  4. Bentuk tubuhnya seperti baji,
  5. Matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat,
  6. Ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelok - kelok, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek,
  7. Tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan
  8. Tiap tahun beranak.

Sementara calon induk yang baik antara lain :

  1. Berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi,
  2. Kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar,
  3. Jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar,
  4. Pertumbuhan ambing dan puting baik,
  5. Jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris, serta
  6. Sehat dan tidak cacat.

Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Umur sekitar 4 - 5 tahun,
  2. Memiliki kesuburan tinggi,
  3. Daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak - anaknya,
  4. Berasal dari induk dan pejantan yang baik,
  5. Besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat - sifat pejantan yang baik,
  6. Kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, dan punggung kuat,
  7. Muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar,
  8. Paha rata dan cukup terpisah,
  9. Dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar,
  10. Badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, serta
  11. Sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya.

Prosedur yang perlu dipelajari adalah :

Pemilihan Bibit Dan Calon Induk

Untuk mengejar produktivitas ternak yang bagus, dibutuhkan perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak. Bibit yang baru datang wajib anda karantina untuk penularan penyakit. Kemudian bibit diberi minum air yang dicampur dengan garam dapur, ditempatkan dalam kandang yang bersih dan ditimbang dan catat perkembangan penampilannya.

Perawatan Bibit Dan Calon Induk

Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkan adanya tanda - tanda birahi atau belum bunting setelah suatu periode tertentu, mereka haruslah disisihkan. Jika sapi yang disisihkan tersebut bertujuan untuk menghasilkan susu, sapi diseleksi kembali berdasarkan atas produksi susunya, kecenderungan terkena radang ambing dan temperamennya.

Sistim Pemuliabiakan

Sering ditemukan sapi perah dara dikawinkan dengan pejantan pedaging untuk tujuan mengurangi risiko kesulitan lahir dan baru setelah menghasilkan anak satu, dikawinkan dengan pejantan sapi perah pilihan. Bibit harus diberi kesempatan untuk memiliki ruang gerak aktif paling tidak 2 jam setiap hari.

Pemeliharaan

1.Sanitasi Dan Tindakan Preventif

Pada pemeliharaan ternak sapi perah secara intensif, sapi - sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif, pengawasannya sulit dilakukan karena sapi - sapi yang dipelihara tersebut dibiarkan hidup bebas. Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan) adalah sapi – sapi yang mempunyai konsepsi produksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya sekitar 11% lebih banyak daripada tanpa naungan. Bibit yang sakit harus segera diobati dan bibit yang menjelang beranak dikering kandangkan selama 1 - 2 bulan.

2.Perawatan Ternak

Ternak dimandikan sebanyak 2 hari sekali. Seluruh sapi induk dimandikan setiap hari setelah anda membersihkan kandang dan sebelum melakukan pemerahan susu. Kandang harus dibersihkan setiap hari dari kotoran sapid an sementara sapi – sapi ditempatkan pada penampungan khusus sehingga anda membersihkan dengan santai dan kotoran sapi bisa diolah menjadi pupuk. Setelah kandang dibersihkan, lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnya terbuat dari jerami atau sisa - sisa pakan hijauan ( lakukan seminggu sekali, tilam tersebut harus dibongkar ). Penimbangan dilakukan sejak sapi pedet mencapai usia dewasa. Sapi pedet ditimbang seminggu sekali sementara sapi dewasa ditimbang setiap bulan atau 3 bulan sekali. Sapi – sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Sapi dewasa dapat ditimbang dengan cara melakukan taksiran pengukuran berdasarkan lingkar dan lebar dada, panjang badan dan tinggi pundak.

2.1.Pemberian Pakan

Pemberian pakan pada sapi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :

a.Sistem penggembalaan (pasture fattening),

b.Kereman (dry lot fattening),

c.Kombinasi cara pertama dan kedua. Dimana pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan yang berupa jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, alfalfa, rumput gajah, rumput benggala atau rumput raja. Hijauan diberikan pada waktu siang hari setelah pemerahan sebanyak 30 - 50 kg / ekor / hari. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa biasanya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1 - 2% dari BB.

Sapi – sapi yang sedang menyusui (laktasi) membutuhkan makanan tambahan sebesar 25% hijauan bersama dengan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang - kacangan (legum). Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral ( sebagai penguat ) yang berupa garam dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat diberikan pada waktu yang tepat yaitu pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1 - 2 kg / ekor / hari. Selain makanan, sapi harus diberi air minum bersih sebanyak 10% dari berat badan per hari.

Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, serta dapat menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. Pemberian pakan secara kereman bisa dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau, setiap hari sapi – sapi tersebut digembalakan. Di musim hujan, sapi dikandangkan dan pakan diberi menurut jatah. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan kepada sapi – sapi ternak untuk bisa bergerak leluasa guna memperkuat kakinya.

2.2.Pemeliharaan Kandang

Kotoran sapi bisa ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+ 1 - 2minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang – kandang sapi tidak boleh tertutup rapat ( agak terbuka ) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar. Air minum harus bersih dan tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap dimana tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan tersebut tidak diinjak - injak dan terbuang percuma atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat secara permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan bersih untuk memandikan sapi.

Hama Dan Penyakit

Kenali Penyakit Sapi Perah

1.Penyakit Antraks

Penyebab : bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan / minuman atau pernafasan.

Gejala penyakit adalah :

  1. Demam tinggi, badan lemah dan gemetar,
  2. Gangguan pernafasan,
  3. Pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul,
  4. Kadang - kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina,
  5. Kotoran ternak cair dan sering bercampur darah,
  6. Limpa bengkak dan berwarna kehitaman.

Pengendalian : vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur / membakar sapi yang mati.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit apthae epizootica (AE) adalah :

Penyebab : virus ini dapat dengan cepat menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE.

Gejala yang ditunjukkan adalah : rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening, demam atau panas, suhu badan menurun drastis, nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali, air liur keluar berlebihan. Pengendalian : vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara terpisah.

2.Penyakit Ngorok / Mendekur Atau Penyakit Septichaema Epizootica (SE)

Penyebab : bakteri pasturella multocida. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.

Gejala : kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan, leher, anus, dan vulva membengkak, paru - paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua, demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12 - 36 jam. Pengendalian : vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa.

3.Penyakit Radang Kuku Atau Kuku Busuk ( Foot Rot )

Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor. Gejala yang ditunjukkan adalah : mula - mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh, kulit kuku mengelupas, tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit, dan sapi pincang pada akhirnya bisa lumpuh.

Pencegahan Serangan

Anda harus segera mengupayakan pencegahan dan pengobatan yang dilakukan dengan memotong kuku dan merendam bagian yang sakit dalam larutan refanol selama 30 menit yang diulangi seminggu sekali serta menempatkan sapi dalam kandang yang bersih dan kering.

Panen

Hasil utama dari budidaya sapi perah adalah susu yang dihasilkan oleh induk betina dengan rasa murni dan gurih serta kental berwarna putih kecoklatan.

Hasil tambahan adalah selain susu sapi perah juga memberikan hasil lain yaitu daging dan kulit yang berasal dari sapi yang sudah tua alias tidak produktif serta pupuk kandang yang dihasilkan dari kotoran ternak.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads