article

Cara Ternak Belut Di Rumah - 2

Cara Ternak Belut Di Rumah - 2

Saat ini budidaya belut semakin digemari oleh petani UKM di daerah pedesaan karena memiliki prospek cukup cerah dimana mampu mendatangkan keuntungan bagi sipelaku. Belut bisa dipelihara di semua jenis daerah, baik itu dataran tinggi maupun rendah, dan pada daerah dengan curah hujan tinggii maupun curah hujan rendah. Hal ini wajar – wajar saja dilakukan seperti halnya padi mampu tumbuh di semua daerah, dimana setiap ada sawah yang bisa ditumbuhi oleh padi dapat dipastikan bahwa daerah tersebut kemungkinan besar dapat dijadikan sebagai lokasi untuk budidaya belut.

Selain memperhatikan dimana daerah yang tepat buat beternak belut, perlu menjaga kondisi air, syarat budidaya belut yang kedua adalah harus terdapat air bersih dalam artian bersih dari pencemaran limbah pabrik, pestisida dan detergen. Suhu rata – rata lingkungan sekitar adalah 25 - 31°C merupakan suhu terbaik untuk membudidayakan belut. Kondisi air yang bersih untuk pengembangan anak – anak belut atau sering disebut dengan bibit ini turut membantu kelancaran anak – anak belt akan tumbuh dengan subur, ukuran bibit yang baik antara 1 – 2 cm ketika belut sudah tumbuh dewasa dengan kondisi air tidak lagi menjadi masalah utama karena pada umumnya belut dewasa akan mampu hidup di air yang keruh (karena ada lumpur).

B. Media Tanah

ads

Media tanah yang akan anda pakai adalah tanah lempung yang tidak berpasir dan juga tanah yang tidak terlalu kering / liat serta mempunyai kandungan hara dalam jumlah yang cukup. Dalam hal ini disarankan untuk memakai media tanah yang diambil dari sawah / area perkebunan saja. Pematangan media tanah bisa anda lakukan dengan tahapan - tahapan sebagai berikut :

  • Masukkan tanah ke dalam tong hingga ketinggian 30 - 40 cm.

  • Masukkan air hingga tanah becek namun tidak menggenang.

  • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol ke dalam tong.

  • Aduk tanah sebanyak 2 kali dalam sehari hingga tanah menjadi lembut dan gembur.

Yang perlu anda ketahui di sini bahwa perlakuan di atas tidak berlaku untuk bahan baku tanah yang diambil dari sawah karena terlalu liat.

C. Media Instan Bokashi

Media ini bia dengan mudah anda buat di luar tong dan merupakan campuran dari bahan – bahan utama dan bahan campuran. Penggunaan 100 kilo bahan akan mampu menghasilkan 90 kilo media instan bokashi. Untuk masing – masing tong ukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Dalam pembuatan bokashi, dibutuhkan bahan - bahan utama sebagai berikut :

  • Jerami padi (40 persen)
  • Pupuk kandang (30 persen)
  • Bekatul (20 persen)
  • Potongan batang pisang (10 persen)

Bahan dan campurannya terdiri atas :

  • EM4
  • Air sumur
  • Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan sekitar 1 liter larutan molases.

Cara pembuatan media instan bokashi dilakukan dengan mudah oleh pemula, sebagai berikut :

  • Cacah jerami dan potongan batang pisang untuk selanjutnya dikeringkan terlebih dahulu. Tanda bahan yang sudah kering adalah hancur ketika anda genggam.
  • Campurkan bahan cacahan di atas dengan bahan pokok lainnya dan aduk hingga merata.
  • Campurkanlah bahan ini sedikit demi sedikit tetapi jangan terlalu basah.
  • Tutup media dengan menggunakan karung goni atau terpal selama 4 - 7 hari. Bolak - balik campuran dalam sehari sesering anda bisa melakukan agar tidak membusuk.

D. Mencampur Media Tanah Dan Media Bokashi

Untuk bisa mencapur media tanah dan media bokashi ini bisa anda lakukan dengan tahapan - tahapan sebagai berikut :

  • Masukkan media bokashi ke dalam tong dan aduk hingga merata.

  • Masukkan air ke dalam tong hingga ketinggian 5 cm dan diamkanlah hingga terdapat plankton atau cacing (sekitar 1 minggu) selama proses ini berlangsung dan tong tidak perlu ditutup.

  • Keluarkan air dari tong dan ganti dengan air baru dengan memperhatikan ketinggian yang sama.

  • Masukkkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar ke dalam tong sebanyak 3/4 bagian dan ikan - ikan kecil.

  • Masukkan vetsin secukupnya saja sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama 2 hari.

Dalam hal tersebut di atas yang perlu diperhatikan adalah ketinggian seluruh media, kecuali media tumbuhan air usahakan tidak lebih dari 50 cm.

E. Masukkan Bibit Belut

Setelah seluruh media budidaya di atas dipersiapkan sesuai dengan aturan, maka tahapan selanjutnya adalah menebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar pada tahap awal sebaiknya sebanyak 2 kg atau dengan jumlah bibit sebesar 160 - 200 ekor.

3. Perawatan

Perawatan anak – anak belut yang dibudidayakan di dalam tong sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan karena biasanya budidaya belut di rumah relatif kecil. Tetapi meskipun demikian,  perawatan harus tetapi diperhatikan dan dilakukan dengan rutin, diantaranya adalah :

A. Pemberian Pakan

Sebenarnya tidak ada peraturan khusus tentang bahan baku dan volume pemberian pakan. Tetapi sebaiknya pakan diberikan sekitar 5 persen dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang diberikan ini sebaiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan - ikan kecil, dan cacahan keong mas atau bekicot.

Berikan pakan pada hari ke - 3 setelah bibit ditebar di dalam tong. Waktu tepat untuk pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari seperti kebiasaan anak – anak belut makan di alam bebas, yaitu sore dan malam hari.

B. Pengaturan Air

Pengaturan air dibutuhkan untuk membuang sisa makanan agar tidak terlalu banyak menumpuk dan menimbulkan penyakit baru bagi anak – anak belut. Pengaturan air ini bisa anda lakukan dengan cara mengalirkan air bersih ke dalam tong. Disarankan air yang masuk berupa percikan air, dan hal ini bermanfaat besar dilakukan dengan memakai pipa paralon sebagai media aliran. Sementara untuk saluran pembuangan bisa dilakukan dengan membuat lobang pada tong dengan ketinggian sekitar 8 cm dari genangan air pada media. Untuk mengatur pembuangan sisa kotoran dari percikan air, sangat bermanfaat untuk menambah oksigen.

C. Perawatan Tanaman Air

Tanaman air ini bermanfaat sebagai penjaga kelembaban tempat budidaya anak – anak belut dan juga menjaga belut dari kepanasan.

D. Pemberian EM4

EM4 berfungsi untuk menetralisir sisa - sisa pakan. Selain itu berfungsi untuk mengurangi bau. EM4 diberikan 2 - 3 kali sehari dengan dosis 1/2 sendok makan saja terlebih dilarutkan dalam 1 liter air.

E. Perawatan Di Sekitar Lokasi

Perawatan di sekitar lokasi ini bermanfaat untuk menjaga tong dari tanaman liar, lumut, dan hama maupun predator pemangsa seperti ayam yang bisa membunuh anak – anak belut yang masih berupa bibit.

4. Pemanenan

Pemanenan belut bisa dilakukan setelah 3 – 4 bulan masa budidaya belut yang dapat dilakukan atau sesuai dengan keinginan anda, atau keinginan (permintaan) pasar. Pemanenan untuk media drum / tong dilakukan dengan sangat mudah dimana belut hasil budidaya siap dipasarkan.

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads