Saat ini budidaya belut semakin digemari oleh petani UKM di daerah pedesaan karena memiliki prospek cukup cerah dimana mampu mendatangkan keuntungan bagi sipelaku. Belut bisa dipelihara di semua jenis daerah, baik itu dataran tinggi maupun rendah, dan pada daerah dengan curah hujan tinggii maupun curah hujan rendah. Hal ini wajar – wajar saja dilakukan seperti halnya padi mampu tumbuh di semua daerah, dimana setiap ada sawah yang bisa ditumbuhi oleh padi dapat dipastikan bahwa daerah tersebut kemungkinan besar dapat dijadikan sebagai lokasi untuk budidaya belut.
Selain memperhatikan dimana daerah yang tepat buat beternak belut, perlu menjaga kondisi air, syarat budidaya belut yang kedua adalah harus terdapat air bersih dalam artian bersih dari pencemaran limbah pabrik, pestisida dan detergen. Suhu rata – rata lingkungan sekitar adalah 25 - 31°C merupakan suhu terbaik untuk membudidayakan belut. Kondisi air yang bersih untuk pengembangan anak – anak belut atau sering disebut dengan bibit ini turut membantu kelancaran anak – anak belt akan tumbuh dengan subur, ukuran bibit yang baik antara 1 – 2 cm ketika belut sudah tumbuh dewasa dengan kondisi air tidak lagi menjadi masalah utama karena pada umumnya belut dewasa akan mampu hidup di air yang keruh (karena ada lumpur).
Kami rangkum dari berbagai sumber, berikut ini diberikan beberapa cara beternak belu di rumah untuk bisa dipelajari oleh pemula buat bisnis sampingan UKM, simak bersama – sama :
1. Perhatikan Perlengkapan
Hal yang paling utama dan pertama kali harus anda persiapkan dalam budidaya belut di dalam tong adalah peralatan - peralatan sebagai berikut :
-
Tong atau Drum, disarankan yang terbuat dari bahan plastik agar tidak mudah berkarat.
-
Paralon.
-
Kawat Kasa.
-
Tandon sebagai penampung air.
-
Ember, cangkul, baskom dan juga jerigen.
2. Persiapan Dan Teknik Budidaya Belut
Persiapan dan teknik budidaya belut merupakan langkah awal yang perlu diketahui agar ketika musim panen tiba anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Perhatikan media pemeliharaan sebagai tempat berkembang biak atau media tempat membesarkan anak – anak belut. Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian lebih adalah sebagai berikut :
A. Drum atau Tong
Drum yang dimanfaatkan untuk budidaya belut harus yang tidak bocor / baru, bersih dan juga tidak berkarat. Bila drum yang anda akan gunakan terbuat dari besi atau kaleng dan bekas, maka disarankan drum tersebut sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran / karat dan lakukan pengecetan ulang lalu diamkan sampai kering hingga tidak berbau cat.
Cara mempersiapkan drum atau tong sebagai manfaat untuk media budidaya belut adalah dilakukan dengan tahapan - tahapan sebagai berikut ini :
-
Letakkanlah tong pada posisi tanah yang datar. Hal ini bertujuan agar media menjadi lebih luas.
-
Buka bagian tengah drum dan sisakan 5 cm pada bagian sisi kiri dan kanan.
-
Pasang alat sebagai pengganjal agar drum tidak menggelinding dan bergerak.
-
Buat saluran pembuangan dibawah tong dalam ukuran kecil saja. Letak saluran pembuangan ini harus disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan.
-
Buah peneduh tong, sehingga anak – anak belut terlindung dari intensitas panas matahari pada waktu siang hari yang tidak terlalu tinggi dan mengenai langsung ke permukaan drum. Bahan – bahan ini dapat dibuat dengan cara net atau waring dan bisa juga dibuat dengan memakai bahan - bahan yang lebih sederhana lainnya asalkan berguna.
Demikian kami menjelaskan tahap awal untuk perlu anda pelajari selanjutnya.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.