Jepang merupakan salah satu negara dengan keindahan alamnya yang luar biasa memukau. Tidak heran kalau pada akhirnya banyak wisatawan suka berbondong - bondong datang ke Jepang. Kalau Kota Tokyo adalah identik dengan pemandangan kota metropolitan, maka Kota Nara menyuguhkan keindahan alam dan nuansa Jepang yang klasik seperti zaman dahulu. Kota Nara merupakan salah satu ibukota dari Perfektur Nara, yang bersebelahan dengan Perfektur Kyoto.
Di sini kanji lebih banyak digunakan untuk menulis “Nara†seperti pada zaman dahulu adalah salah satu alasan kota ini diberi nama "Nara" adalah karena wilayah kota secara keseluruhan tampak datar (narashita youna) dimana anda mungkin sudah mengetahui tentang tujuh kuil Buddha dan kuil Shinto yang ada di Nara, namun masih sedikit saja yang mengetahui tentang keberadaan taman - taman indah di Nara.
Nah, melalui artikel kami kali ini akan memaparkan tentang tiga taman yang sangat indah dapat anda jumpai di Kota Nara.
1.Taman Bunga Isuien.
Merupakan taman bunga tertua di Kota nara yang dibangun di dekat Sungai Yoshikawa dengan latar belakang Pegunungan Wakakusayama yang indah dan selalu tertutup salju di sepanjang tahun.  Taman ini dibangun pada Zaman Meiji dan terdiri dari dua taman utama yang disatukan dengan sebuah jembatan kecil. Taman bagian barat merupakan taman yang asli yaitu bagian dari manishu – in berisikan kuil – kuil kecil yang merupakan bagian pelengkap dari kuil yang lebih besar bernama kofuku - ji. Taman bagian barat ini kemudian dibeli oleh Kiyosumi Michikiyo adalah seorang bangsawan kaya raya dari Kota Nara. Ia kemudian membangun kembali taman tersebut menjadi taman bunga penuh dengan kuil – kuil mini pada tahun 1673 - 1681 dan di pinggir taman mendirikan dua rumah mungil dari kayu berbentuk panggung buat keluarga, yaitu sanshu - tei dan tei – shu - ken. Sedangkan taman bagian timur yang berukuran lebih besar dari taman bagian barat, didirikan pada tahun 1899. Taman bagian timur ini dirancang oleh Seki Tojiro, seorang pebisnis berasal dari Kota Nara. Pada tahun 1939, Jyunsaku Nakamura, seorang pedagang dari Nara, membeli kedua taman tersebut lalu menyatukannya untuk dijadikan Museum Neiraku adalah sebuah museum yang menyajikan koleksi keramik - keramik tradisional khas orang Jepang.
Taman ini mempunyai sebuah kolam utama yang dihiasi patung kura - kura dan burung bangau. Dua hewan ini menggambarkan umur seseorang yang panjang dalam kepercayaan Jepang. Kolam utama terhubung dengan taman - taman bunga di sekitarnya dengan menggunakan batu pijakan. Kolamnya berbentuk seperti kanji mizu atau sangat unik yang berarti “air†dan merupakan asal - usul penamaan isui - en. Anda akan melewati taman ini kalau menempuh perjalanan dari stasiun menuju ke today - ji. Jadi, jangan sampai melewatkan waktu untuk melihatnya, alamat yang jelas adalah :  74 Suimon - cho, Nara – shi dengan nomer telepon : 0742 – 25 – 0781. Jam buka : 9:30 am - 4:30 pm yang dapat di akses sekitar : 15 menit berjalan kaki saja dari Stasiun Kintetsu Nara dan dikenai tiket masuk  per person : 650 yen.
2. Nara Park
Ini dia salah satu taman terbesar yang kedua di Jepang dan menjadi tempat wajib bagi para wisatawan asing untuk berkunjung. Belum lengkap rasanya kalau anda liburan ke Nara tapi melewatkan begitu saja sebuah taman bunga yang sangat natural ini.
Nara Park atau Nara Kouen mulai dibuka pada tahun 1880 ini berlokasi di kaki Gunung Wakakusa. Karena itu, tak mengherankan kalau taman ini banyak disukai turis asing yang khusus menyajikan pemandangan alam pegunungan dan sungai yang begitu indah. Taman ini dinobatkan sebagai salah satu "Places of Scenic Beauty" yang diberikan oleh Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) tahun lalu. Luas Nara Kouen ini sekitar 660 hektar dan meliputi beberapa situs sejarah seperti Tadai-ji, Kafuku-ji, Kasuga, dan juga Nara National Museum.
Anda bisa berjalan – jalan menyusuri taman dimana anda tidak akan merasa kelelahan dan bosan karena dekat dengan Todai - ji yang dibangun pada zaman kekaisaran Nara. Kemudian dari Nigatsu - do, anda jalan kaki sedikit saja mengikuti baris - baris pepohonan dan di sana anda akan menemukan Kuil Kasuga Taisha yang berusia sangat tua dan dibangun pada zaman Nara. Tak perlu berjalan jauh lagi karena sebentar lagi anda akan menemukan Nara National Museum yang bergaya retro di sebelah barat taman. Museum ini banyak menyajikan kesenian - kesenian tua erat kaitannya dengan ajaran Buddha, patung Buddha berukuran besar di area taman gedung utama merupakan satu hal yang tidak boleh anda lewatkan selama berwisata di Nara Park ini. Selain Todai – ji, anda juga bisa menemukan Kofuku - ji di Nara Park. Kofuku - ji mempunyai bangunan pagoda tertinggi di Nara. Pagoda ini rata – rata berusia tua yang dibangun pada tahun 730 dan pernah terbakar sebanyak lima kali karena beberapa alasan politik. Pagoda yang ada saat ini merupakan pagoda yang dibangun kembali sekitar tahun 1426.
Nara Park dikenal dengan taman rumput sangat luas berisi jejeran bunga sakura dan pohon eukaliptus dengan daunnya yang berwarna – warni dimana berkeliaran sekumpulan rusak – rusa jinak yang sengaja dilepas untuk objek wisata. Rusa adalah hewan suci di Jepang yang dianggap sebagai utusan para Dewa dalam kepercayaan masyarakat Jepang. Ada sekitar 1200 rusa di Nara Park dibiarkan bebas berkeliaran dan berinteraksi dengan para pengunjung sehingga para turis bisa bebas memberi makan rusa. Rusa -rusa di sana sudah dilatih untuk jinak dengan manusia, walaupun kadang – kadang bisa saja berubah agresif kalau anda mengganggunya tetapi mereka mudah menjadi akrab jika anda memberinya makan berupa sayuran dan buah – buahan segar. Makanan khusus untuk rusa disebut shika - senbei adalah bentuk makanan rusa ini adalah biskuit bulat pipih yang biasa diberikan kepada anjing atau kucing peliharaan anda di rumah.
3. Yoshiki – en
Merupakan sebuah rumah panggung untuk acara minum teh yang beratapkan jerami kering dan terletak di sebelah selatan taman bunga isui – en tersebut di atas. Taman yang terdiri dari  kolam, rumah minum teh, dan taman rumput ini dinamakan yoshiki - en karena dialiri oleh sebuah aliran Sungai Yoshikigawa, sama seperti kondisi taman isui - en. Pada zaman Meiji dulu, tempat ini merupakan milik pribadi seorang keluarga kaya raya dari Eropa. Kemudian pada tahun 1919, taman ini dijual dan dibuka untuk umum pada akhir zaman Showa. Pada tahun 2011, taman ini menjadi salah satu prefectural cultural property. Yoshiki - en dipenuhi oleh bangunan - bangunan berornamen kayu seperti rumah minum teh yang terpisah di taman rumput dengan kesamaan berupa sebuah rumah tradisional Jepang yang beratapkan jerami di tengah taman bunga, dan beberapa kamar / saung sebagai tempat peristirahatan sembari memandang pohon - pohon eukaliptus atau sakura sedang berbunga di Yoshiki - en. Taman bunga ini akan menyajikan warna -warna dedaunan yang berubah – ubah sesuai dengan musim. Maka dari itu datanglah pada saat musim semi untuk menyaksikan keindahan dedaunan yang berwarna - warni atau datang pada saat musim gugur untuk sekedar bersantai guna melihat buah ceri sedang berjatuhan dimana anda bisa mempersiapkan kantong plastik untuk mengumpulkannya nanti di rumah buat selai buah ceri sakura.
Alamat lengkap : 60 - 1 Noborioji - cho, Nara, telepon : 0742 22 5911 dengan jam buka : 9 am – 5 pm. Tiket masuk : 250 yen ( bebas biaya masuk untuk turis asing). Akses :
-
Berjalan sebentar ke arah timur dari Stasiun Kintetsu Nara.
-
Dari Stasiun JR Nara menggunakan bis Nara Kotsu nomor #2, #70, #72, #97 menuju pemberhentian Kencho - higashi.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan !
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.