article

Menikmati Wisata Seni Di Perancis

Menikmati Wisata Seni Di Perancis

Jika anda mendengar Kota Paris yang ada di Prancis, apakah yang terbersit dalam pikiran anda akan langsung tertuju kepada keindahan Kota Paris, merupakan ibukota Prancis yang sangat terkenal dengan trendsetter modenya. Namun banyak orang tak mengetahui bahkan kurang mengenal bahwa ada kota lain di Perancis yang cukup indah untuk anda kunjungi guna menikmati paket wisata seni.

Louvre, salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia terletak di pusat Kota Paris. Berbagai karya seni dipajang di dalamnya, mulai dari seni antik hingga seni renaissance. memiliki bangunan yang memiliki daya tarik tersendiri. Terdapat piramida gelas di area lapangannya, yang pernah menjadi objek utama dalam pembuatan film fenomenal The Da Vinci Code yang dibintagi oleh Tom Hanks. Sebagian besar orang yang pernah berkunjung ke sini berpendapat bahwa tidak cukup waktu satu hari saja buat mengelilingi tempat yang dibuka sebagai museum untuk umum pada tahun 1793 ini. Ada lebih dari 30.000 objek dari zaman pra -sejarah sampai abad 19 yang harus dilihat dan dikagumi apabila anda berkunjung kesini. Meskipun anda bukan penggemar seni, Louvre adalah salah satu tempat yang wajib untuk didatangi saat berkunjung ke Paris. Kapan lagi anda bisa melihat lukisan asli Mona Lisa yang legendaris ?

Saat anda memasuki ruang utama akan mampu memberi kesan megah di dalamnya, dan membuat jantung anda berdegup saat melihat arsitektur bangunan dari luar tampak seperti  Istana Versailles yang akan membuat anda berharap bisa selamanya ada di sini. Daya tarik tempat yang terkenal dengan nama Chateau de Versailles ini mempunyai taman yang sangat indah dimana selain mata anda akan dimanjakan dengan arsitektur serba megah dari kombinasi elemen perak, emas, beludru, dan cermin – cermin juga lukisan berkelas mancanegara. Bicara soal cermin, di sini anda bahkan bisa melihat Hall of Mirrors saat berkunjung ke dalamnya. Hall of Mirrors merupakan galeri utama dalam Istana Versailles dan menjadi salah satu ruangan yang cukup besar dan paling terkenal di dunia. Terdapat 357 cermin yang berfungsi sebagai dekorasi dalam ruang galeri ini.

ads

Seperti warga kota mode, Paris, warga yang tinggal di Toulouse merupakan orang – orang yang suka mode. Gaya berbusana mereka mirip dengan penduduk Kota Paris. Selama musim dingin berlangsung, jaket warna hitam atau cokelat menjadi pilihan favorit mereka. Toulouse, sebuah kota kecil di Prancis memang tidak terlalu dikenal seperti halnya Paris, namun Toulouse ternyata cukup besar untuk dapat menampung para pendatang. Anda akan takjub melihat betapa beragamnya warga Toulouse dalam hal berpakaian, di dalamnya ada orang Asia hingga Afrika berbaur dengan mereka yang asli Eropa.

Semula, sebagian warga Toulouse menganut agama Katolik. Seiring dengan makin banyaknya pendatang yang bertempat tinggal di sana, jumlah ini mulai merosot. Kini, Islam menjadi agama kedua dengan jumlah penganut terbesar di kota ini. Meskipun begitu, kota ini sempat menjadi saksi bisu lunturnya peran agama dalam kehidupan keseharian warganya.

Dari waktu ke waktu, wajah Toulouse sebagai kota seni di Prancis mulai banyak mengalami perubahan, padahal, kota ini dulu pernah diduduki oleh bangsa Celtik, Romawi, dan Jerman terbukti dari peninggalan berupa bangunan - bangunan tua yang berjejer rapi di sepanjang kota yang terbuat dari batu bata merah dan berdiri kokoh di seluruh penjuru kota. Dari kondisi inilah Kota Toulouse mendapat julukan sebagai pink city.

Capitolium menjadi bukti utama betapa berharganya batu bata merah bagi warga Toulouse yang sangat mencintai seni. Terletak di dataran rendah dekat Sungai Garrone, penduduk Toulouse mengandalkan tanah liat sebagai bahan utam bangunan. Batu putih menjadi simbol kekayaan pemilik rumah. Tepi Sungai Garonne asyik ditelusuri bagi pecinta wisata alam. Bahkan, saat malam hari pun anda bisa berlama – lama tinggal di sini asalkan jangan sendirian, ada penerangan yang sangat indah dan akan membuat anda merasa aman dan nyaman berada di sini buat liburan atau sekedar ngobrol bersama dengan teman - teman. Pada malam hari Selasa, Jum’at dan Sabtu, tepi Sungai Garonne benar – benar hidup oleh kunjungan turis asing dari mancanegara. Di hari - hari tersebut banyak ada mahasiswa / wi terutama dari universitas Toulouse yang datang buat bercengkerama di kafe - kafe di sepanjang lorong Saint Pierree Square. Jika ingin makan malam dengan suasana yang berbeda, anda dapat mencoba kafe – kafe di atas kapal.

Jauh sebelum industri raksasa pesawat terbang airbus mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan Kota Toulouse, perusahaan fashion dan tekstil dengan menemukan bahan untuk pewarna tekstil dari bahan – bahan alami lebih dulu menyejahterakan warga. Warna biru yag ditonjolkan didapat dari ekstrak daun pohon bernama latin Isatis tinctoria (champ de pastel) ini membawa Toulouse ke masa kejayaannya.

Demikian kami ulas secara singkat, semoga bermanfaat !

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads