article

Semalam Di Negeri Dongeng Neuschwanstein -- Bagian 2

Semalam Di Negeri Dongeng Neuschwanstein -- Bagian 2

Hampir 2 jam menempuh perjalanan dengan mobil mereka, pemandangan semakin hijau sungguh mempesona mata melihat. Kemudian di kejauhan, mereka mulai menemukan sebuah titik putih tepatnya dibawah kaki gunung yang memiliki puncak berkilau karena tertutup salju tebal. Beberapa menit selanjutnya, sebuah kastil berwarna putih pucat tampak berdiri dengan megah tidak jauh dari mereka. Gadis itu benar – benar seperti berada dalam negeri dongeng Hans Christian Andersen.

Mereka tiba di pelataran tempat bus - bus wisata besar dan mobil diparkir. Jacob dengan hati – hati memarkir mobilnya.

Diseberang mereka berdiri dengan sangat megah sebuah kastil yang semua bangunannya di cat dalam balutan warna kuning. Namun mereka masih harus mendaki beberapa meter lagi untuk sampai ke atas bukit, mencapai bangunan kastil utama. Pesona pemandangan alam Neuschwanstein benar – benar membuat mereka bersemangat dan sempat melupakan nafas yang memburu dan terengah - engah, berusaha sekuatnya untuk segera tiba di atas. Kurang lebih berjalan 15 menit dengan kaki, mereka berhenti sebentar di tepi sebuah tebing, melihat ke bawah tampak sebuah danau Alpsee berkilau terkena cahaya matahari di siang hari. Bangunan kastil pertama yaitu istana kuning semakin terlihat mengecil di bawah sana. Berjalan lagi dengan penuh semangat, akhirnya mereka tiba di depan sebuah kastil berwarna putih seolah – olah muncul dengan tiba – tiba dari rimbunnya hutan perdu dan pohon – pohon pinus. Sekali lagi ayah melihat wajah gadis itu benar – benar kaget dan senang seperti kisah – kisah menarik yang tertulis di dalam cerita – cerita dongeng.

ads

Kami menyusuri jalan beton yang cukup lebar, sambil menikmati keindahan di depan mata. Kastil ini tampak masih dalam perbaikan, terutama terhadap beberapa anak tangga yang tampak masih berantakan di sekitarnya. Disamping kastil kami berhenti, dibawah sana lagi - lagi danau yang tampak memanjang dengan bangunan - bangunan kecil di sekitarnya. Di dalam kastil, ada beberapa guide spesial khusus membantu dan memandu turis atau pengunjung melihat - lihat bagian dalam istana. Antara bulan Juni – Agustus, merupakan musim puncak dimana kastil Neuschwanstein paling banyak mendapat pengunjung hingga 6.000 orang setiap harinya.

Menengok sedikit ke sejarah dari berdirinya kastil Neuschwanstein.

Pada era Raja Ludwig II meninggal dunia sekitar tahun 1886, istana kerajaan belum sebesar kastil saat ini bahkan beberapa bangunan masih dalam proses renovasi. Hingga meninggalnya Raja Ludwig II, belum juga tersedia konsep menarik pemakaian tata ruang istana yang akan dibangun. Untuk kepentingan kunjungan turis, beberapa ruangan dan ruang pengadilan akhirnya direncanakan untuk terlebih dahulu diselesaikan. Sebenarnya, Raja Ludwig II tidak suka istananya dikunjungi oleh masyarakat umum. Namun 6 minggu setelah Raja Ludwig II meninggal, Gubernur Luitpold membuat suatu keputusan supaya istana dibuka saja untuk pengunjung umum. Sejak saat itu hingga sekarang dan melalui perang dunia ke I, Neuschwanstein menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi House of Wittelsbach yaitu sumber pendapatan keluarga kerajaan Bavaria sampai tahun 1914.

Sejarah bercerita banyak bahwa Istana berhasil diselamatkan dari kehancuran Perang Dunia II, karena tertolong oleh lokasinya yang begitu terpencil. Pada tahun 1944 kastil digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang rampasan Nazi dari Perancis. Setelah Perang Dunia II usai, Reichsbank Jerman memakai istana ini sebagai tempat menyimpan untuk selanjutnya dibawa ke tempat tersembunyi lainnya yang seorang pun dari masyarakat awam tidak mengetahui dimana ? Pada awal bulan April 1945, tentara Nazi berencana untuk meledakkan istana beserta seluruh isinya dengan tujuan untuk menghindari adanya pencurian benda - benda bernilai seni tinggi supaya tidak jatuh ke tangan musuh. Namun rencana itu berhasil digagalkan oleh pihak yang menyebut komunitasnya sebagai kelompok SS - Gruppenfuhrer yang sebelumnya sudah mendapat tugas rahasia sebagai pelaksana penyelamat istana. Akhir Perang Dunia II, istana diserahkan kepada Sekutu dalam keadaan utuh.

Mereka bertiga melanjutkan perjalanan liburan ke dalam ruang – ruang kastil. Kamar tidur sang Raja merupakan sebuah kamar yang sangat elegan dan dalam ukuran super luas, diisi tempat tidur besar model kuno terdiri dari tiang kayu sebanyak empat buah terletak pada ujung - ujungnya, dan di bagian atas dipenuhi beragam ukiran dan gambar Katedral Bavaria. Pemandu mereka selanjutnya menunjukkan satu pintu rahasia, yaitu sebuah pintu yang hanya berupa panel dinding berukir, ternyata bisa ditarik untuk menuju ke ruangan lain. Ajaib !

Dekorasi dan lukisan dalam istana terinspirasi oleh opera - opera karya Richard Wagner, komposer kesayangan sang Raja. Ruangan lain yang sama menariknya seperti kamar tidur utama sang Raja adalah The Throne Room, penuh dihiasi oleh lukisan - lukisan kuno bernilai seni tinggi tertempel di seluruh temboknya serta mozaik pada lantai ruangan. Disebelahnya adalah The Singers’ Hall dibangun khusus untuk mengadakan pertunjukan musik dan drama. Hingga hari Raja Ludwig II wafat, beliau tidak sempat menyelesaikan untuk menyaksikan sebuah pertunjukan apapun di gedung itu. Namun tempat yang sangat akustik tersebut, hingga sekarang masih dirawat dengan baik dan pada hari – hari tertentu dipakai untuk pertunjukan konser musik atau drama dan festival film. Ruangan favorit pengunjung bernama The Grotto, dibentuk seperti sebuah gua lengkap dengan miniatur air terjun mungil dan taman – taman bunga kecil sebagai ruang untuk bersantai. Ada musik dari Singers Hall yang bisa dinikmati setiap saat dari tempat ini dan kompleks restoran mewah yang menyediakan aneka hidangan lezat dari berbagai penjuru dunia. Memandang pesona alam dari dalam istana keluar, sangat mengagumkan, dimana langit selalu cerah namun tak jarang berawan disertai hujan gerimis, gunung dengan puncak ditutupi salju tebal, danau biru, hutan lebat dan sebuah air terjun sangat romantis tampak dari kejauhan. Jam 18.15 mereka usai berkeliling istana, baru turun dari kastil hingga ke parkiran mobil.

Musim salju di kota Neuschwanstein.

Saya melihat mereka berdua sedang berbincang – bincang sangat serius di taman bunga belakang vila sederhana keluarga kami. Disela – sela mereka berhenti berbicara, kadang - kadang dari mulut mungil gadis itu sering bersenandung kecil lagu kenangan masa – masa ayah saya remaja dahulu, To Love Somebody oleh Bee Gees . Namun di tengah asyiknya kami dalam lamunan masing – masing sambil menikmati senandung kecil tersebut, tiba – tiba dia bertanya sekaligus mengatakan kepada ayah saya ... “ Jangan Anda menyukai lagu itu lagi !? Sebenarnya saya sangat menyukainya namun mengingatkan kepada saya sebuah kenangan tak menyenangkan “. Sejak itu ayah tidak pernah mencoba untuk mendengarkan lagu yang berkesan terlalu hati - hati tersebut atau melihat lirik lagu yang pada masa itu begitu terkenal. Dia hanya mendengarkan lagu – lagu dari karya terbaru beberapa penyanyi terkenal saat ini saja.

Padahal, hal - hal yang terjadi seperti cara itu, ayah saya tidak pernah meminta penjelasan lebih mendetail lagi darinya. Itu karena, ayah saya tahu bahwa tunangan gadis ini sangat kaya raya. Jadi kelihatannya, dia ingin memberikan kehidupan yang lebih baik khusus bagi dirinya. Dan di dalam sebuah ruang kecil tempat ayah saya selalu berpikir dan berbagi cerita dengan teman – temannya yang mempunyai beragam masalah kehidupan, meminta darinya sekedar sebuah kenyamanan hidup entah itu untuk sebuah karir gemilang atau cinta.

Seperti juga gadis ini, sementara dia sedang mengalami trauma bersama tunangan tercinta, tidak etis rasanya menyodorkan selembar nota tagihan dengan nominal besar kepadanya. Dia tidak hanya benar - benar mencintai kekasihnya namun juga seluruh keluarganya, tapi disisi lain ia juga memiliki rasa hormat yang besar tentang dirinya sendiri. Ketika waktu berlalu satu hari sangat cepat, dia mengatakan kepada ayah saya bahwa dia memutuskan akan melangsungkan pernikahan dengan tunangannya tersebut dan dia tidak akan mempunyai waktu banyak lagi untuk berbicara dengan ayah saya tapi dia ingin selalu menjaga persahabatan sejati ini, di dalam hatinya selamanya dan meminta ayah saya untuk melakukannya juga. Ayah saya tidak pernah ingin putus hubungan dengan dia. Jadi, ia berjanji bahwa ia tidak pernah berbicara dengannya lagi sesering yang dia inginkan, dan dia juga berjanji untuk menjaga persahabatan dan kenangan mereka bersama di dalam hati masing – masing selamanya.

Jadi setelah sekitar lima belas tahun itu terjadi, ia selalu menggunakan waktunya kala merenung seorang diri untuk meminta penjelasan dari dirinya, apakah dia pernah bermaksud menyatukan kami berdua dalam satu ikatan cinta ? Dan rupanya dia telah melakukan sesuatu yang salah untuk itu dengannya ? Pertanyaan - pertanyaan aneh yang selalu menghantui pikiran kami berdua.

Suatu hari saya menemukan ayah sedang mendengarkan lagu itu lagi, To Love Somebody oleh Bee gees, untuk mencintai dan mengenang seseorang dari kehidupan di masa lalu, dimana lagu tersebut secara kebetulan berkumandang sangat lembut dari salah satu chanel radio di dalam ruang kerja ayah di vila sederhana kami yang sangat luas ini. Ia mendengarkan lebih dalam, sangat hati - hati setiap kata dari bait lagu itu. Tiba – tiba dia menangis seperti pada hari terakhir dimana gadis tercintanya itu datang hanya untuk mengucapkan selamat tinggal padanya buat selama – lamanya karena ia harus mengikuti calon suami tercinta ke luar negeri, dalam sebuah rencana pernikahan mulia.

Sssssst ………. sekarang ayah saya sudah meninggal. Yang bisa saya lakukan hanyalah duduk di kursi kesayangan beliau semasa aktif bekerja sebagai seorang dokter ahli jiwa, menyempatkan sedikit waktu luang saya untuk membaca tulisan – tulisan pribadi beliau yang tertuang dalam sebuah buku diary sangat tebal, bercerita banyak tentang kumpulan emosi dari orang – orang yang beliau cintai dan kasihi seperti halnya kami, anak – anak dari beliau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads