article

Alkisah, Sebuah Persahabatan Di Tengah Hutan

Alkisah, Sebuah Persahabatan Di Tengah Hutan

Di Amerika, hutan dijabarkan ke dalam 2 jenis yaitu hutan Deciduous (hutan dengan pohon – pohon berdaun rindang serta memiliki tenggang waktu tertentu untuk berganti daun) dan hutan Coniferous (hutan dengan pohon – pohon berdaun jarum).

Hutan Deciduous mempunyai iklim bervariasi, terdapat 4 musim berbeda dengan temperature sekitar  4 - 15°, dimana tumbuh dengan subur 80 jenis pohon di Amerika, sedangkan yang dominan adalah sekitar 2 - 3 jenis tumbuhan bunga liar dan lumut. Untuk satwa yang hidup di hutan jenis Deciduous antara lain beruang hitam Amerika (American Black Bear), burung pelatuk (Woodpecker), sigung (Skunk) dan salamander pipi merah (Red Cheeked Salamander).

Sedangkan hutan Coniferous adalah dominan mempunyai musim dingin yang panjang (sekitar 6 - 8 bulan), banyak ditumbuhi oleh pohon - pohon berdaun runcing seperti jarum, sekilas menyerupai buah berukuran sangat kecil dalam satu kelompok yang berguna untuk menyimpan dan mencegah pohon kehilangan air. Suhu di sekitar hutan rata – rata bisa mencapai - 40 - 20°. Tanaman lain yang hidup subur di dalam hutan jenis ini adalah jamur, lumut dan pakis (sekitar 15% dari tanaman perdu, buah – buahan hutan dan jenis rumput serta bunga – bunga liar di dunia). Tidak banyak dijumpai keanekaragaman hayati di dalam hutan ini, terutama jenis mamalia besar dari ekosistem lain. Mayoritas adalah tikus dan hewan – hewan pengerat kecil, burung hantu, burung elang dan reptil seperti ular berbisa dan ular derik (Reptil Snake). Yang lainnya adalah 43 jenis mamalia, 154 jenis burung, 23 jenis reptil, 17 jenis amfibi dan beberapa jenis serangga, termasuk kupu - kupu, kumbang dan ulat.

ads

***

Dalam hutan hujan Amazon, berlokasi di Amazon Basin, Amerika Selatan, merupakan hutan hujan paling besar di dunia.

Saat musim semi tiba, suasana di sekeliling hutan kian memanas yang tercipta karena terik sinar matahari dari atas langit. Suasana kehidupan di dalamnya tersembunyi oleh rimbunnya pepohonan berwarna hijau. Dimana beberapa diantaranya adalah tempat bersembunyi mahluk paling kecil bernama organisme yang slalu khawatir suatu hari nanti akan punah oleh terbakar teriknya mentari di siang hari. Jika pohon – pohon tersebut ditebang dengan sembarangan, mereka akan berusaha untuk bertahan hidup dari ganasnya penyiksaan alam, berupa suhu lingkungan yang terlalu panas, bisa terjadi ketika ada pergantian kalender masehi.

Dan ketika musim gugur hadir, pohon - pohon hutan serta semak belukar mulai menguning. Kehijauan yang terlukis sebelumnya sudah mulai berguguran. Hanya tersisa ranting - ranting pohon berwarna kusam dan terlihat rapuh, mereka tak kuat lagi menopang daun – daun tua yang akhirnya mulai berguguran oleh kuatnya hembusan angin yang mengganggu.

Oh Tuhan, ide – Mu sangat ideal dengan menciptakan batang – batang pohon berdaun warna - warni. Seperti sekelompok malaikat baik hati dari sorga, mereka telah menyulap daun – daun biasa tersebut menjadi sesuatu yang sangat indah untuk dipandang. Adalah sebatang pohon Eucalyptus Deglupta atau penghuni hutan mengenal dengan nama Rainbow Eucalyptus, Gum Mindanao atau Gum Rainbow. Tidak hanya pohonnya saja yang menarik perhatian, juga batang - batang pohon seperti diberi cat warna – warni. Warna - warna tersebut berasal dari kulit luar pohon yang mengalami perubahan warna tiap tahunnya. Sangat ajaib bukan ?

Warna batang pohon Eucalyptus bermacam – macam, terkadang didominasi oleh warna hijau tua atau hijau muda, namun pada kesempatan lain, pohon ini memiliki warna – warna cantik seperti biru, ungu, oranye, bahkan merah marun. Eucalyptus Deglupta adalah spesies langka Eucalyptus yang tumbuh subur secara alami pada belahan bumi bagian Utara dan hutan - hutan New Britain, New Guinea, dan Indonesia (khusus ada di kepulauan Seram, Sulawesi, dan Mindanao).

Pada sebatang pohon Eucalyptus Deglupta, di salah satu ranting pohonnya yang kokoh terdapat sebuah sarang belalang yang sangat unik dan sederhana dihuni oleh sepasang suami istri balalang bernama Afrodit dan Hestia.

Sarang mereka seperti Treehouse Dome milik para bintang dari Beverly Hills, Amerika Serikat dengan perancangnya adalah Dustin Feider. Treehouse adalah rumah pohon yang berbentuk unik dan benar - benar menonjol di hutan ini terutama pada waktu malam hari, beratap tembus panel polypropylene segitiga yang bisa memantulkan sinar matahari ke seluruh ruangan dari dalam. Pada bagian depan, setengah panel dibuat terbuka, hal ini memungkinkan sirkulasi udara masuk ke seluruh ruangan disertai lightshow cantik muncul setiap matahari terbenam. Bahan – bahan yang dipakai untuk menyusun sarang ini terbuat dari material yang didaur ulang.

To be continue !

***

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads