Musim gugur telah tiba.
Kami sedang mengikuti tur ke provinsi - provinsi bagian selatan yang paling indah di Perancis, rute kami telah membawa saya beberapa mil menuju ke rumah kediaman kami yang dikenal dengan nama Maison de Sante, nanti, dimana pertama kali saya mengetahui tentang pesona alam negeri Perancis terutama kota Paris dari salah seorang teman medis saya. Seperti saya belum pernah mengunjungi tempat – tempat semacam ini sebelumnya, saya berpikir bahwa kesempatan ini terlalu bagus untuk disia – siakan, apalagi dalam perjalanan ini saya ditemani oleh seorang pria paruh baya sangat baik hati, selama satu jam atau lebih, dan kami menjadi sangat akrab satu dengan yang lainnya. Beliau penuh perhatian terhadap kekhawatiran saya bahwa ini adalah perjalanan pertama kali saya menginjakkan kedua kaki ini di Perancis, dia berusaha membuat sebuah persahabatan dan tidak akan membiarkan saya mendapat gangguan dari orang – orang gila di jalanan seperti kondisi kota metropolitan pada umumnya dimana kehidupan keras selalu ada. Bagaimanapun saya merasa aman berada di dekatnya, dia dengan senyum ramahnya selalu memberikan ulasan cerdas tentang rasa ingin tahu saya terhadap sesuatu di luar jendela bus, sehingga saya merasa santai mengikuti perjalanan ini hingga hari terakhir nanti. Namun saat ia tiba di tempat tujuan dan mengucapkan selamat tinggal kepadaku, aku berusaha meyakinkan diri ini bahwa mungkin akan ada beberapa kesulitan dalam memperoleh akses ke tempat – tempat tertentu, dan aku rasa pria itu mengetahuinya, buru – buru dia menghibur dan akan selalu membantu saya untuk menemani hari – hari terindah meskipun perasaanku ragu tentang hal tersebut.
Saya mengucapkan terima kasih, dan kami turun di pinggir desa Najac, merupakan sebuah desa yang terletak di sepanjang punggung bukit di pinggir sungai Aveyron. Saat ini desa ini mempunyai sekitar 2000 orang penghuni dari berbagai ras manusia di seluruh dunia, namun seiring berkembangnya waktu, jumlah tersebut menjadi menurun dikarenakan para pekerja buruh dan sektor swasta mulai bermigrasi ke kota – kota lain sehingga Najac hanya memiliki penduduk berjumlah 752.
Perekonomian desa bersumber pada pariwisata, nelayan dan pertanian. Sebagian besar tanah di area ini masih digunakan untuk lahan pertanian dengan hasil jangka panjang dan memiliki nilai ekonomis cukup tinggi seperti rempah – rempah, buah – buahan, bunga dan sayur - mayur. Bila musim panas tiba, desa ini selalu dipenuhi oleh para turis mancanegara yang berdatangan dengan tujuan untuk berlibur, mereka berasal dari Inggris, Kanada, Belanda atau dari utara Perancis.
***
Kami bersama – sama menapaki sebuah jalan utama yang ditutupi oleh rumput Jepang dalam waktu setengah jam, tak terasa telah membawa kami masuk lebih dalam ke sebuah hutan lebat dan area perbukitan melalui jejeran pohon – pohon hutan dan naik ke jalan tanjakan yang cukup suram sekitar dua mil, ketika aku akhirnya bisa melihat sebuah bangunan menyerupai kastil – kastil mewah di Eropa, Maison de Sante sebagai sebuah pemandangan yang begitu mempesona. Sangat menakjubkan, meskipun agak kotor, banyak bobrok dan terlihat seperti bangunan tua karena kelalaian pemiliknya. Tapi memberi inspirasi menarik bagi saya yang masih diselimuti oleh rasa khawatir dan berpikir untuk menaiki seekor kuda saja lalu memutuskan kembali ke jalan utama. Saya merasa malu dengan kelemahan ini dan tetap melanjutkan perjalanan.
Aku melihat ke sekeliling bangunan, tampak sunyi dan senyap, tiba – tiba aku menyadari bahwa ada sesuatu sedang mengintai kami, jendela rumah itu sedikit terbuka, dan di dalamnya samar – samar terlihat wajah seorang pria paruh baya sedang mengintip kami yang berdiri di halaman rumah. Dalam sekejap sesudahnya, pria itu buru – buru membuka pintu rumah, keluar menyambut kami dengan mengulurkan tangan kanannya untuk berjabatan sekaligus berkenalan. Beliau adalah Monsieur Maillard. Seorang laki – laki bertubuh gemuk, cukup tampan, memiliki suara yang sangat sopan dan halus, terlihat bahwa beliau adalah seseorang yang begitu berwibawa, dan mempunyai martabat serta kewenangan yang sangat mengesankan di lingkungan tempat tinggal atau pergaulannya.
Setelah semuanya baik – baik saja, teman laki – laki paruh baya yang sudah berbaik hati mengantar ke tempat ini akhirnya pamitan, tinggallah saya bersama Monsieur Maillard asyik bercakap – cakap tentang rencana kami selanjutnya dan berharap memiliki sedikit waktu luang buat menikmati beberapa objek wisata di negeri ini.
Kami berdua masuk ke dalam rumah, ternyata kondisi di dalam sangat berbeda dengan keadaan rumah di bagian luar, saya melihat ada sebuah ruang tamu kecil dan sangat rapi, berisi rak buku, pot bunga, dan alat – alat melukis. Menoleh ke sebelah kanan ruangan terlihat kobaran api pada tungku perapian yang membantu penghuninya tetap merasa hangat dan nyaman. Pada sudut ruangan terdapat sebuah piano besar berwarna hitam, sangat elegan, dimana seorang wanita muda, cantik dan begitu anggun sedang duduk dan asyik memainkan lagu dari seorang musisi terkenal, Bellini, mengenakan gaun sangat indah, dia berhenti sejenak dan menerima saya dengan sebuah anggukan penuh kesopanan sebagai seorang Lady Perancis. Suaranya kecil dan rendah, dia bersikap tenang. Sementara saya melihat diri sendiri, setelah melakukan sebuah perjalanan yang cukup panjang dari kota London, kelihatan kotor dan kesedihan menutupi kulit wajahku sehingga mereka bisa beranggapan bahwa saya sedang kelelahan yang teramat sangat dan terlihat pucat. Kami pun berkenalan dan membuat dada saya bersemangat kembali.
***
Aku pernah mendengar dan membaca tentang kantor Lembaga Sosial dan Kemanusiaan yang dikelola oleh Monsieur Maillard, di pusat kota Paris, bahwa lembaga ini dibangun dengan tujuan membentuk sebuah sistem menenangkan bagi beberapa pasien sakit jiwa yang sedang membutuhkan terapi penyembuhan, bahwa semua hukuman yang terlalu vulgar diharapkan dihindari, bahkan kurungan jarang diberlakukan jika tidak dalam kondisi terpaksa, sehingga sistem pengobatan mereka lebih banyak memberikan kebebasan yang terarah, jelas dan bahkan beberapa diantaranya diizinkan untuk berkeliaran keluar kantor dan berpakaian seperti orang waras pada umumnya.
Mengingat hal tersebut, saya sangat berhati - hati dalam bersikap maupun mengeluarkan kata – kata untuk memulai sebuah percakapan ringan, karena wanita muda dihadapan saya ini terlihat sedikit murung, aku tidak bisa yakin bahwa dia waras ! Pada kenyataannya, ada setitik perasaan gelisah tertentu menggantung di kedua bola matanya yang berwarna biru langit, membuat saya membayangkan dan berharap semoga dia tidak akan bersifat vulgar terhadap seorang tamu. Aku membatasi percakapan ini dengan memilih topik – topik ringan dan bersifat umum, seperti yang saya duga bahwa ini tidak akan menyenangkan atau menarik bahkan berkesan sangat membosankan. Dia menjawab dengan sopan dan sangat rasional untuk semua pertanyaan yang saya lontarkan. Bahkan saya kaget, dia sangat cerdas namun terlalu fokus pada hal – hal yang dia sukai, telah mengajarkan saya untuk tidak menaruh kepercayaan terlalu cepat pada bukti – bukti kecil sehingga saya terus berlatih, dan hati - hati dengan cara yang aku pilih ini.
***
Saat ini saya adalah laki – laki bujang berprofesi sebagai seorang dokter ahli jiwa pada sebuah rumah sakit milik pemerintah di kota London, cukup tampan dan cerdas serta sangat menyukai kehidupan, nama saya adalah dr. Sigsmond Eska Odom.
Saya mengambil beberapa biji buah anggur, memakannya dengan ringan lalu menyeruput beberapa teguk teh hangat dari dalam cangkir keramik di atas meja ruang tamu ini. Wanita muda itu segera meninggalkan ruangan. Saat ia berbalik, aku sempat melihat sepasang mata penuh berjuta tanda tanya dan saya berharap tuan rumah bisa menjawabnya.
“ Tidak, dear ! “ katanya, “ Oh, tidak ada satupun dari anggota keluarga saya, keponakan saya dan seorang wanita asing sekalipun di sini yang gagal, mereka pasti berhasil. “
“ Saya mohon bantuan dari Bapak untuk kecurigaan ini ? “ jawabku, “ Tapi sebelumnya, maafkan saya. Pemerintah selalu mendukung keperluan ini, apalagi di kota Paris, dan saya pikir perlu untuk anda mengetahuinya lebih dulu.
“ Ya, ya, itu adalah diriku yang harus berterima kasih atas kehati - hatian kalian, begitu terpuji. Kita jarang menemukan begitu banyak pemikiran tajam pada diri seorang pria muda, sebagai akibat dari kesembronoan cara kami terutama untuk para pengunjung baru. Sementara sistem yang lama masih beroperasi, dan pasien – pasien saya diizinkan memiliki sebuah hak istimewa untuk bisa berkeliaran ke sana kemari sesuka hati mereka, mereka sering merasa terangsang untuk ide – ide gila dan sedikit berbahaya tersebut. Karena itu saya berkewajiban untuk menegakkan sistem baru yang lebih disiplin dan agak sulit memperoleh akses ke tempat yang lebih besar. Saya bisa dipercaya bahwa sistem ini secara umum merupakan salah satu terapi di mana pasien bisa merasakan keriangan, tidak hanya memanjakan diri sendiri saja tetapi mereka mampu mendorong dirinya sendiri menjadi lebih waras, dan banyak obat yang telah kami berikan untuk bisa membantu mereka menjadi lebih baik. Tidak ada argumen yang begitu menyentuh, apalagi alasan lemah dari orang gila sebagai absurdum atau iklan untuk argumentum. Kami memiliki orang – orang terpercaya. Obatnya adalah, bersikeras pada hal – hal kecil sebagai fakta untuk menunjukkan kesalahan – kesalahan dari seorang pasien sampai mereka cukup paham akan kebodohan – kebodohan yang mereka telah lakukan, dan dengan demikian diharapkan cara ini akan memberikan sebuah keajaiban penyembuhan. “
“ Kami juga menyediakan hiburan dari jenis yang paling sederhana, seperti musik, menari, latihan senam, bermain kartu, kelas - kelas tertentu untuk menulis, melukis dan sebagainya. Kami terpengaruh untuk memperlakukan setiap individu seolah - olah mereka adalah orang – orang biasa dan hanya memiliki gangguan fisik biasa, dan kata “ gila “ dilarang digunakan. Tujuannya adalah untuk mengatur setiap orang gila agar mampu menjaga tindakan yang lain, memberikan kepercayaan dalam pemahaman atau kebijaksanaan dari orang gila itu sendiri, adalah untuk mendapatkan kembali kesehatan jiwa dan tubuh mereka. Diperlukan beberapa penjaga tambahan meskipun harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal. “
“ Namun anda tidak memiliki hukuman apapun !? “
“ Tidak satupun. “
“ Dan anda tidak pernah membatasinya ? “
“ Sangat jarang. Sekarang dan kemudian, dengan penyakit tertentu pada beberapa individu, krisis, atau mengambil giliran, perasaan – perasaan tidak nyaman atau tiba - tiba marah, jangan sampai gangguan itu menginfeksi sisanya, dan kita harus bisa mengabaikan dia, teman – temannya, untuk hal – hal yang tidak berhubungan. Dia biasanya dipindahkan ke rumah sakit umum . “
“ Dan anda sekarang telah mengubah semua ini, apakah anda berpikir untuk bisa membantu mereka menjadi lebih baik ? †“ Jelas. Sistem ini memiliki kelemahan, dan bahkan berbahaya. Saat ini saya dengan senang hati memperkenalkannya ke seluruh Maisons de Sante di Perancis. “
“ Saya sangat terkejut, “ kataku, “ Apa yang kau katakan padaku. Untuk saya bisa memastikan bahwa pada saat ini tidak ada metode lain pengobatan untuk pasien sakit jiwa lebih vulgar dari sistem ini di setiap bagian negara. “ “ Kamu masih muda, teman, “ jawabnya, “ Namun waktunya akan tiba, ketika anda harus mulai belajar untuk menilai sendiri tentang apa yang sedang terjadi di dunia, tanpa percaya dengan gosip dari orang lain. Percayalah terhadap sesuatu yang anda dengar sendiri. Sementara tentang kami, Maisons de Sante, jelas bahwa beberapa teorinya akan menyesatkan anda. Setelah makan malam nanti, bila anda telah cukup pulih dari kelelahan perjalanan yang cukup panjang tadi pagi, saya akan senang membawa anda ke lantai dua, dan memperkenalkan kepada anda sebuah sistem yang menurut pendapat saya, bahwa setiap orang yang telah menyaksikan operasi ini akan membandingkan dengan cara lainnya, dan dianggap paling mujarab. “ “ Milikmu ? “ Aku bertanya, “ Salah satu penemuan anda sendiri ? “
***
Kami berbicara hal – hal lain selama satu atau dua jam, dimana ia menunjukkan sebuah kebun bunga dan bagian – bagian lain yang cukup menarik untuk aku lihat dan nilai selain teori – teori penyembuhan dan terapi yang sudah beliau ciptakan.    “ Saya belum bisa membiarkan anda melihat pasien – pasien saya,†katanya,         “ Hanya pada saat – saat tertentu saja. Untuk pikiran sensitif, selalu ada lebih atau kurang dan biasanya sangat mengejutkan. Saya tidak ingin merusak nafsu makan kita malam ini. Pelayan kami akan menyediakan beberapa potong sajian istimewa dari daging sapi menehoult, dengan irisan kembang kol dalam baluran saus veloute, setelah itu segelas clos de vougeot akan menyegarkan saraf anda sehingga kita bisa berdiskusi lebih matang. “
Tepat pukul sembilan, acara makan malam dimulai, tuan rumah melakukannya dengan luar biasa. Kami berkumpul di sebuah ruangan yang sangat besar, mereka tampaknya adalah orang – orang berpangkat di tempat ini, kaya - raya, dan para wanitanya memakai banyak perhiasan mencolok dari jenis Vielle Cour. Saya melihat bahwa dua pertiga dari tamu mereka adalah wanita, dan beberapa yang terakhir adalah seperti aku. Usia mereka beragam terutama untuk kelompok wanitanya, yang tertua adalah tujuh puluh tahun, sepertinya mereka sangat suka perhiasan, seperti cincin, gelang, dan anting - anting, serta memakai gaun dengan bagian dada, punggung dan lengan mereka setengah telanjang.
Saya mengamati lebih lanjut, bahwa sangat sedikit dari gaun – gaun tersebut dibuat dengan baik dan hati – hati oleh penjahit mereka. Tiba – tiba mata saya menemukan kembali wanita muda yang cukup menarik, ketika pertama kali saya tiba di rumah ini, di ruang tamu kecil dimana dia sedang memainkan piano, tapi saya terkejut, kali ini dia mengenakan gaun yang kurang pantas, sepatu hak terlalu tinggi, dan topi renda dengan warna kusam. Sepertinya ………. dia sedang berkabung dan dalam kesusahan besar. Aneh, menyebabkan saya kambuh untuk mencoba gagasan gila dari tuan rumah tentang sistem menenangkan seorang pasien sakit jiwa.
Ternyata Monsieur Maillard telah berhasil menipu saya di perjamuan makan malam ini, aku mengalami perasaan tidak nyaman, dan menemukan diriku sedang makan dengan orang – orang gila, tapi aku ingat yang telah diinformasikan, di Paris adalah kota tempat berkumpulnya orang – orang eksentrik, dengan sejumlah besar gagasan kuno, dan saat itu juga, setelah berbicara dengan beberapa anggota perusahaan pemegang saham, kekhawatiran saya segera menghilangkan.
Ruang makan Monsieur Maillard.
Meskipun cukup besar dan nyaman serta berdimensi sempurna, tidak ada terlalu banyak keanggunan di dalamnya. Misalnya, lantainya berkesan kotor dan penuh debu, karpet sering ditiadakan. Ada sepuluh jendela berukuran besar tanpa tirai atau jendela hanya ditutup dengan kain bermotif sembarang, dimana – mana terpasang jeruji besi bergaya diagonal. Pintu berada di ujung lainnya. Meja itu luar biasa besar dan diletakkan di tengah – tengah ruangan. Penuh dengan piring, dan makanan paling lezat di dunia. Ada cukup banyak daging untuk berpesta. Tidak pernah dalam hidup saya sebelumnya, menyaksikan begitu mewahnya acara makan malam biasa, tentu menyebabkan pemborosan, atau terlalu banyak pengeluaran dari hal - hal yang tidak begitu penting. Kekurangannya adalah pengaturan sehingga ada titik – titik tertentu yang kurang bersih, mata saya terbiasa untuk memakai cahaya lampu, namun di dalam ruangan ini terlalu terang oleh sinar matahari, tetapi beberapa pelayan menaruh banyak lilin pada tempat lilin dari perak, yang disimpan di atas meja. Ada beberapa pegawai kesehatan dari rumah sakit ternama di kota Paris hadir, juga duduk – duduk santai tujuh atau delapan pemain paduan suara gereja lembaga ini dengan alat musiknya masing – masing seperti biola, fifes, trombon, dan drum. Orang - orang ini mengganggu saya selama jamuan, dengan gaya percakapan mereka yang bebas hanya ditujukan untuk kota Paris dan musik yang seharusnya mampu menghibur untuk semua yang hadir, kecuali diriku sendiri.
Aku mengambil tempat duduk di sebelah kanan tuan rumah, dan memiliki nafsu makan yang sangat baik. Tentu saja harus diselingi dengan percakapan, hal itu adalah sebuah semangat. Para wanita, seperti biasa, suka berbicara banyak. Saya segera menemukan bahwa hampir semua perusahaan yang bergerak untuk jasa pendidikan, adalah dunia yang periang. Dia dengan bangga berbicara tentang posisinya sebagai pengawas paling tinggi dari Maison de Sante ini, dan memang, dia adalah sumber ide – ide gila yang sangat spektakuler saat ini, banyak memberi kejutan bagi saya. Namun lepas dari teori – teori menyesatkan tersebut di atas, dia adalah laki – laki yang senang bercerita lucu, sehingga pasien – pasiennya suka.
Kami saling memperkenalkan diri dan berbincang – bincang satu dengan yang lainnya  selama perjamuan  makan  malam berlangsung, sangat akrab dan terlalu “ hot “.
Sementara itu, anda harus mengetahui bahwa orang gila juga memiliki musim periang, mereka akan berhias secantik mungkin, mengenakan pakaian mewah dan serasi menempel di tubuhnya, dan menambahkan beberapa asesoris dan perhiasan - perhiasan mewah. Seperti ruangan ini, saat ini, penuh dengan botol – botol anggur, dan orang – orang gila ini adalah setan yang tahu bagaimana untuk minum anggur, mereka hidup dengan baik, saya dapat memberitahu anda beberapa pasien seperti yang mereka ceritakan.
Dan pengobatan adalah spesies tertentu, dimana pemimpin atau seorang pemberontak sekalipun memerlukannya. “ Kenapa, karena untuk kepentingan itu, orang gila belum tentu bodoh, seperti yang telah saya amati, dan itu adalah sebuah pendapat jujur bahwa pengobatan adalah cara paling baik yang selalu diterapkan untuk semua terapi, meskipun sangat sederhana namun  tidak ada masalah sama sekali.
“ Seperti langit dan sorga ! “ Aku berteriak penuh hasrat, “ Yang pasti adalah orang gila bisa merusak kapan pun mereka inginkan ! “ “ Dan saya sangat takut sekali ? “ jawab Monsieur Maillard, sekarang wajah beliau menjadi begitu pucat. Dia hampir menyelesaikan kalimat berikutnya, sebelum sebuah teriakan keras dan kutukan terdengar tajam dari bawah jendela ruang makan, dan segera setelah itu, semua menjadi jelas bahwa beberapa orang di luar rumah sedang berusaha untuk masuk ke dalam ruangan. Pintu dipukuli dengan palu, dan kaca jendela pecah oleh lemparan batu – batu kerikil, kami terkejut dan terguncang dengan kekerasan luar biasa tiba – tiba terjadi di sekitar kami.
Sebuah adegan dari kebingungan paling mengerikan sudah terjadi. Monsieur Maillard, dengan sigap melemparkan dirinya ke bawah meja makan. Aku diharapkan bisa membantu menenangkan kondisi buruk tersebut, para anggota orkestra yang selama lima belas menit terakhir sudah berhasil menghibur kami ternyata sedang mabuk berat karena terlalu banyak minum anggur, berebut mencari tempat buat berlindung, meja makan perjamuan menjadi berantakan, benda – benda dari keramik dan gelas pecah, dan aku mendengar beberapa orang meneriakkan yel – yel aneh, “ Yankee Doodle, yankee doodle ! “ apa yang mereka telah lakukan dan inginkan ?!
Saya mendapat sebuah pukulan yang mengerikan, setelah itu saya berguling di bawah sofa dan berbaring diam selama beberapa menit, aku mendengarkan dengan semua telinga apa yang sedang terjadi di dalam ruang makan ini, seperti sebuah tragedi.
Monsieur Maillard, ternyata telah mengajarkan ide – ide gila yang kurang disukai oleh teman – teman seprofesinya sehingga beberapa diantara mereka melakukan pemberontakan, hanya berkaitan dengan kesuksesannya sendiri. Pria ini memiliki sebuah panti yang sangat besar, berkembang cukup pesat hanya dalam waktu sekitar dua atau tiga tahun saja, bahkan sekaligus bisa menjadi seorang pengawas, dan menjadi pasien ?!
Fakta yang terakhir ini tidak diketahui oleh teman - teman seperjuangannya, justru saya menemukan setelah melalui perjalanan cukup panjang hingga bisa berkenalan langsung dengan beliau.
“ Penjaga, tolong kami ! “ sepuluh orang bertubuh gempal berlari dengan sigap menuju ke dalam ruangan yang telah tiba - tiba dikuasai, terjadi pergumulan seru dimana akhirnya para penjaga Monsieur Maillard berhasil membekuk mereka, dan mengirimnya ke dalam sel bawah tanah. Mereka dipenjara selama lebih dari satu bulan, merupakan periode dimana Monsieur Maillard telah bermurah hati memungkinkan mereka melakukan tindakan bodoh tersebut.
Akhirnya, salah satu dari pemberontak tersebut berhasil melarikan diri melalui selokan di bawah ruang dapur, memberikan kebebasan untuk semua tragedi yang gagal mereka lakukan.
“ Sistem yang mengerikan sekaligus menenangkan J, “ namun saya tidak dapat membantu atau setuju dengan ide – ide jitu Monsieur Maillard, melakukan sendiri terapi pengobatan, sangat adil, sederhana, rapi dan tidak memberikan kesempatan sekecil apa pun terhadap masalah lain untuk bisa masuk.
Saya akhiri penelitian ini, dan kembali ke Inggris. Saya hanya bisa menambahkan catatan kecil bahwa, meskipun saya telah mencari setiap perpustakaan di seluruh Eropa untuk sebuah buku tentang terapi pengobatan pasien sakit jiwa paling parah, karya Dokter Tarr dan Profesor Fether, dua sahabat lama dari Monsieur Maillard, sampai hari ini, usaha saya benar - benar gagal !
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.