article

Lonceng - Lonceng Angin

Lonceng - Lonceng Angin

Sabtu.

Perjalanan ini terasa sangat panjang, Wina ke Linz, sepanjang hari saya memandang keluar jendela train. Saya hampir melamun tanpa melakukan sesuatu yang lebih bergairah, hingga tak terasa akhirnya aku tiba di tempat tujuan. Dan itu harus, karena jika ada hari sebelum kemarin dan aku tidak ada di sini dalam tepat waktu, atau aku seharusnya mengingat dan memberi perhatian lebih, tentu saja semua akan berlalu dengan sangat baik, aku bisa menjaga sikap, dan apabila benar, aku bisa seperti seorang Lady atau Queen, aku akan membuat catatan paling indah dalam buku diary ini. Aku berharap ini akan menjadi sebuah awal dan berakhir bahagia, memulai sebuah perjalanan baru, Linz ke Wina dan tidak akan membiarkan selembar catatan terbang ditiup angin, untuk beberapa naluri dan hasrat tajam telah memberitahuku bahwa hal – hal sekecil apa pun akan menjadi penting bagi kehidupanku selanjutnya. Karena aku merasa seperti berada di dua tempat, dan mustahil bagi seseorang untuk memulainya dalam waktu bersamaan, merasa lebih mantap seperti sebuah pengalaman baru daripada aku urungkan niat untuk datang ke tempat ini, sehingga hati ini benar – benar berniat untuk datang, bisa merasakan keyakinan yang begitu dalam bahwa inilah diriku di dalam cermin besar itu, hanya sebuah pengalaman pertama yang tak terlupakan.

Kemudian.

ads

Apabila pikiranku benar, aku akan memulainya dengan sungguh – sungguh ? Tidak, aku harus berpikir dua kali, atau seribu kali adalah bagian terpenting dari ending cerita setelahnya. Aku adalah kunci utama, tapi aku berusaha meyakinkan diri ini sekali lagi, apakah posisiku akan kuat, atau apakah aku harus mencari seratus orang pendukung ? Mungkin. Beberapa akal sehatku memberitahu bahwa aku harus mencoba dan tetap berhati – hati.

Semuanya terlihat sempurna.

Seorang laki – laki menjemputku di train station kota Linz, membantu menyelesaikan akomodasi, selanjutnya kami berkenalan, “ Namaku  Eva  dan  anda ? “ “ David ! “ jawabnya singkat dan ramah sambil menjabat erat tangan kananku, kami bersenang – senang hingga menunggu puncak acara akan tiba beberapa jam lagi, sebuah pesta seorang sahabat lama.

Kota Linz.

Jam menunjukkan pukul 10 siang, ketika dia menawarkan kepadaku untuk jalan – jalan sebentar ke sebuah objek wisata bernama Schloss Schonbrunn, sebuah istana peninggalan raja pertama Austria, beserta taman – tamannya yang luas menggambarkan sentuhan arsitektur paling tinggi dan aspirasi kesuksesan raja – raja Eropa di masa lalu. Sebuah karya mulia dan seni yang sangat indah, sudah diakui oleh dunia dan ini benar – benar sangat megah, tentu saja mengagumkan bisa berkunjung ke dalamnya, terlepas dari singkatnya waktu yang ada.

Kami pun menjadi cepat akrab dan layaknya sepasang kekasih, hidup bersama dalam lembaran – lembaran cerita di buku diary kami hingga terisi penuh oleh kisah – kisah penuh kenangan dan tak terlupakan di masa depan dan selanjutnya.  

Namun, empat tahun menikmati sebuah kehidupan baru di kota Linz, aku dan dia mulai memiliki setumpuk kesibukan di masing – masing kantor baru kami dan mulai melupakan suasana romantis saat pertama kali berjumpa, berkenalan, mulai merajut tali kasih hingga akhirnya memutuskan untuk hidup bersama dalam satu atap rumah kami yang sangat luas dan asri berlokasi di pusat kota.

Tiba – tiba dia menghilang, tidak ada pemberitaan khusus kemana ia pergi, untuk keperluan pribadikah atau tugas kantor ! Aku hanya bisa berpikir dan menduga bahwa jika dia meninggalkanku dengan seseorang yang baru, aku yakin bahwa siapa pun yang mendampinginya kelak, pasti akan berusaha untuk menyembunyikan perasaan mereka. Aku tahu itu karena aku akan melakukannya sendiri. Aku percaya dan bisa jujur dalam segala hal - hal lain, tapi aku sudah mulai menyadari bahwa inti dan pusat alam semesta adalah cinta yang indah, penuh gairah untuk selalu melihat yang terindah, dan bahwa hal itu tidak akan nyaman dijalani terlalu cepat dengan mempercayai seseorang yang belum sah menjadi milik anda. Aku bahkan bisa melihat bulan di siang hari, karena aku takut ada orang lain juga turut serta dalam sayembara ini, tetapi jika aku menemukannya dalam gelap, aku yakin harus menemukan seribu satu alasan untuk tidak mengatakan apa - apa tentang hal itu. Bagi aku, semua begitu cantik dan romantis. Aku berharap kami mempunyai lima atau enam rencana, anak – anak manis, aku tidak akan pernah pergi ke tempat tidur seorang diri, aku seharusnya tidak pernah bosan dan selalu berhasrat untuk saling memandang.

Bintang – bintang, aku berharap bisa mendapatkan beberapa keberuntungan untuk dimasukkan ke dalam hati kami, tapi aku kira tidak pernah bisa melakukannya dengan sempurna. Anda akan terkejut menemukan betapa jauh mereka berlari meninggalkan saya, karena mereka sedang tidak mencari sesuatu di dalam hidup ini.

Ketika pertama kali seseorang peduli dan menunjukkan sesuatu tadi malam, aku mencoba untuk mengetuk beberapa pintu, tetapi tidak berhasil mencapai, yang paling mengejutkan adalah aku mencoba menyingkirkan gumpalan – gumpalan awan yang mulai menutupi akal sehatku hingga aku merasa sangat lelah, tapi aku tidak pernah memiliki satu pun kebahagiaan tersebut.  

Itu pertama kalinya dia meninggalkan saya !

Ah, aku tidak akan pernah lupa bahwa sebelumnya aku tidak pernah menyangka. Hatiku memimpin segenap gerakan dalam tubuh ini. Aku berkata, “ Hanya dia satu – satunya laki – laki yang pernah saya miliki di dalam hati ini. Dan sekarang dia pergi ! “ Dalam keputusasaan, aku berkata lagi, “ Hatiku patah, aku tidak tahan hidup seperti ini lagi ! “ dan menyembunyikan wajahku di kedua telapak tangan saya, tidak ada pelipur lara. Dan ketika aku berniat untuk membawa duka ini pergi bersama angin malam yang berhembus sangat kencang dan begitu dingin, dia muncul lagi, sangat putih dan bersinar, indah dan aku melompat ke dalam pelukannya, sekali lagi !

Itu adalah kebahagiaan yang sempurna, aku tahu kebahagiaan sebelumnya, tapi tidak seperti ini. Aku tidak pernah meragukan dia sesudahnya. Kadang - kadang dia seperti menjauh, mungkin satu jam, mungkin hampir sepanjang hari, tapi aku menunggu dan berusaha yakinkan hati, lalu aku berkata, “ Dia sibuk di kantor, atau dia sedang menjalani sebuah liburan panjang ke beberapa negara di Eropa yang menjadi favorit perjalanan wisatanya selama ini, tapi dia akan datang. “ Dan itu sangat diharapkan. Dia selalu melakukannya.

Pada malam hari, seperti biasa dia tidak datang jika suasana hati kami terlalu gelap, karena itu adalah hal yang memalukan, tapi jika ada sebuah bulan bersinar di atas langit, dia pasti akan datang. Saya tidak takut gelap, tapi dia lebih dewasa dari saya. Dia adalah sebuah kenyamanan dan tempat aku berlindung ketika hidup ini terasa sulit.

Selasa.

Pagi – pagi sekali aku menemani mama bekerja memperbaiki kebun bunga di taman belakang rumah kami yang sangat luas, dan aku sengaja melakukan ini dengan harapan bisa mengusir rasa kesepian yang selalu datang. Tapi dia tidak seperti aku.

Siang hari, aku berhenti sejenak, dan rileks, memandang lebah dan kupu - kupu melayang sangat santai menikmati madu bunga, adalah mahluk indah yang selalu suka menangkap senyum manusia, anugerah luarbiasa dari Allah untuk udara dan langit, kita harus melestarikannya ! Aku mengumpulkan mereka, dan memasukkan ke dalam kotak kaca, menjadi rangkaian karangan bunga paling indah lalu mengenakan pakaian paling indah yang pernah aku koleksi, sementara menunggu dia datang menjemputku, aku makan sebutir buah apel hijau yang ranum berasa sangat manis, penuh air dan harum. Kemudian aku duduk di tempat teduh dan berharap seseorang segera datang. Tapi dia tidak kunjung tiba.

Aku meletakkan sebatang tongkat kering di atas tanah dan mencoba untuk membuat beberapa lubang di dalamnya dengan jarak yang sama, melakukan rincian skema yang telah kami rencanakan sebelumnya, dan segera saya mendapati jiwa ini menggigil ketakutan dan sangat mengerikan. Sebuah film dewasa keluar dari pikiranku, dan aku menjatuhkan segala sesuatu, kemudian berlari ! Aku pikir itu adalah roh, tentu aku begitu ketakutan ! Lalu aku melihat ke belakang, meyakinkan diri bahwa itu tidak akan datang lagi, jadi aku bisa bersandar di sebuah batu dan beristirahat, terengah - engah, dan membiarkan kaki – kaki pincang kami terus gemetar sampai jiwa – jiwa atau roh mereka stabil, maka saya bisa merayap dengan hati – hati, kembali menguntai sebuah peringatan, menonton, dan siap untuk terbang jika diberikan kesempatan lagi, dan ketika saya mendekati, aku ingin waktu cepat – cepat berlalu, kami berpisah seperti istri petani sedang menyiangi ranting – ranting kering dari semak mawar, dan mengintip melalui kisi – kisi jendela, berharap orang – orang itu turut merasakan kebahagiaan kami, aku terlihat sangat licik dan cukup terlatih, tapi roh – roh tersebut pergi. Aku pun turut pergi ke sana, dan ada sejumput debu berwarna abu – abu, begitu lembut tersisa di dalam sebuah lubang. Aku menaruh jari saya di dalamnya, merasakannya,  dan  mengatakan, “ Aduh ! “ Membawanya keluar lagi. Itu adalah rasa sakit yang paling kejam. Aku menaruh jari saya di mulut, dan mencoba berdiri pada satu kaki, kemudian yang lainnya, lalu mendengus, penderitaanku berkurang, hati ini penuh bunga, dan mulai membangun sebuah pondok lagi.

Aku ingin tahu apakah masih ada sisa – sisa debu bara api bekas memanggang ikan salmon kemarin malam ?

Tiba - tiba ada seseorang meneriakkan nama itu kepada saya, meskipun aku ragu untuk menolehkan kepala, seperti seseorang bisa menjadi apa pun di dunia ini. Jadi tanpa ragu - ragu saya memakai nama itu, terdengar sangat cantik. Saya telah berhasil menciptakan sesuatu yang tidak ada sebelumnya, aku telah menambahkan hal – hal baru untuk tetap memiliki sebuah harta paling berharga di dunia ini, aku menyadari hal ini, dan bangga atas prestasi saya, dan akan menjalankan serta menemukan dia, mengatakan padanya tentang sesuatu yang ringan, berpikir untuk meningkatkan diri dengan bercermin kepada setumpuk buku – buku iman, namun belum melakukannya. Tidak, dia tidak akan peduli untuk rencana – rencana seperti ini lagi. Dia akan bertanya apakah semua baik – baik saja, tentu untuk perkembangan kami selanjutnya, dan  apa yang bisa saya lakukan  untuk  menjawab ? Karena, jika itu tidak baik untuk sesuatu, tetap akan terasa indah untuk dikenang.

Aku mendesah, dan tidak pergi. Aku merasa baik – baik saja, meskipun tidak bisa membangun sebuah kastil mewah, tidak bisa menikmati hasil buah melon di ladang petani tetangga tua kami, tidak bisa terburu - buru menanam buah – buahan di kebun, itu semua sudah tidak berguna, itu adalah sebuah kebodohan dan kesombongan, ia akan membencinya. Tapi bagiku itu  tidak  tercela,  aku  berkata, “ Oh, anda ibarat setitik api, aku mencintaimu, anda adalah mahluk – mahluk bumi begitu mungil dan berwarna pink, namun anda tetap paling indah, dan itu sudah cukup membuat hati saya suka . “ aku mengumpulkan segenap rasa unik ini ke dalam dada. Tapi masih mampu menahan diri. Lalu aku membuat percakapan – percakapan lain yang lebih ringan, meskipun itu terlihat begitu sederhana, aku sempat khawatir itu adalah plagiat.

Aku tempa lagi, dan ketika saya telah membuat setumpuk abu dari bara api semalam ketika kami berdua menginap di dalam sebuah gubuk bambu yang sangat sederhana di tengah ladang bunga tulip milik salah seorang kolega David di kantor, aku seperti menggenggam sekumpulan asa yang sudah kosong dan menjadi segenggam rumput kering coklat, berniat untuk membawa pulang dan tetap selalu bermain dengan kondisi tersebut, tapi angin malam melanda dan menghanyutkan, meludah ke arahku keras, sehingga aku terjatuh dan berusaha untuk lari. Ketika aku melihat kembali sebuah semangat biru, tinggi menjulang menggapai langit dan berguling menjauhi awan berkabut hitam, langsung aku berpikir tentang sebuah nama. Meskipun, setelah beberapa untaian kata - kata menghibur telah aku lakukan, aku belum pernah menghadapi badai begitu dahsyat seperti malam ini.

Segera semangat lain, kuning dan merah melonjak – lonjak menembus asap tebal, dan mereka sudah memberiku sebuah nama panggilan yang cukup menarik. Aku benar kali ini, meskipun kumpulan – kumpulan tersebut adalah api pertama yang pernah tercipta dalam duniaku yang paling rahasia. Mereka memanjat pohon, kemudian mengguyur sekantong air dari atas lalu mengaburkan asap – asap tersebut, dan aku harus bertepuk tangan dan tertawa atau menari dalam pelukan hangatnya, ini sangat baru dan terasa unik namun begitu indah !

Dia berlari, dan berhenti lalu menatap, dan mengatakan bukan dengan kata – kata halus selama beberapa menit. Ah, itu terlalu buruk, bahwa ia harus bertanya dan bertanya beberapa ratus kali untuk memastikan aku harus menjawabnya, tentu saja dan akan aku lakukan. Saya bilang itu adalah cinta. Jika kesal bahwa saya harus tahu dan ia harus bertanya, itu bukan salahku, saya tidak punya keinginan untuk mengganggunya lagi. Setelahnya semua berlalu dalam diam.

“ Bagaimana kisahnya ? “ Pertanyaan lain muncul, dan langsung mendapatkan sebuah jawaban. “ Saya berhasil. “ Perasaan kami sedang melakukan sebuah perjalanan jauh dan lebih jauh dari perkiraan awal saat hubungan ini baru dimulai. Ia pergi ke tepi hutan, tempat kami biasa membakar ikan sungai dan berdiri, melihat ke dasar sungai berair sangat jernih, dan berkata, “ Apa ini ? “ “ Bara api. “ Dia mengambil satu untuk membuktikan, tapi berubah pikiran dan meletakkannya lagi. Lalu bergegas pergi. Tidak ada kepentingan spesial.

Tapi saya tetap tertarik. Ada abu, berwarna hitam abu - abu dan lembut, halus, sangat cantik, aku tahu apa yang mereka rasakan. Dan bara api kemarin malam ? Aku tahu juga. Saya melanjutkan perjalanan ke tengah hutan dimana banyak terdapat pohon – pohon apel liar berbuah sangat lebat dan sudah mulai ranum, berjatuhan di atas padang rumput yang tebal, aku meraup mereka, dan sangat senang, karena aku masih begitu muda dan nafsu makan sangat aktif. Tapi aku kecewa, mereka semua meledak, menjadi begitu terbuka dan sangat manja. Seperti beberapa biji buah apel yang masih mentah. Namun semua yang aku jumpai di hutan ini akan berguna kelak.

Jumat.

Aku melihatnya lagi, sejenak, Senin lalu pada malam hari, tetapi hanya sesaat. Aku berharap dia akan memuji saya, menyapa dan kami bersama – sama menikmati suasana malam hari begitu mempesona di kota ini, karena aku telah bermaksud baik dan telah bekerja keras untuk itu. Tapi dia tidak senang, dan berbalik meninggalkan aku. Dia justru memperhatikan objek lain. Saya mencoba sekali lagi membujuk dia untuk berhenti mengagumi pesona alam karena telah diwahyukan kepadaku setitik gairah baru, cukup berhasrat dan jelas berbeda dari makna sebuah cinta, kesedihan, dan orang - orang lain yang kebetulan berada di sekitar kami, aku berharap kami tidak pernah jemu, karena hal ini justru memberiku saat - saat tergelap, merampas kebahagiaan, membuat aku menggigil dan gemetar. Tapi usahaku gagal, dia tidak bisa dibujuk, mungkin karena ia belum menemukan rasa takut sehingga ia tidak bisa mengerti saya, saat ini.

Buku diary dia.

Mungkin aku harus ingat bahwa dia masih sangat muda, seorang gadis belia yang cantik dan sangat menawan. Dia adalah semua kepentingan, keinginan, kelincahan dunia merupakan sebuah pesona, sebuah keajaiban, misteri, sukacita, meskipun dia tidak bisa berbicara untuk melukiskan khayalannya, ketika dia menemukan sekuntum bunga baru, dia harus segera memetiknya untuk diletakkan dalam sebuah vas bunga cantik dan membelai atau mencium baunya, dan mencurahkan seluruh perasaan hatinya paling dalam dan sebuah cinta atau hasrat dengan setumpuk kasih sayang. Dia adalah warna – warna gila, sebutir batu permata berwarna coklat, pasir putih, lumut di pinggir sungai, dedaunan hijau, langit biru, mutiara fajar, bayangan ungu di pegunungan, pulau - pulau emas mengambang di laut merah saat matahari terbenam, kapal – kapal kecil yang berlayar pucat di bawah sinar bulan purnama, melalui awan berarak lembut membelah langit dengan ribuan bintang bak perhiasan yang berkilauan, tidak satupun dari mereka adalah nilai – nilai praktis yang dengan mudah bisa dimaknai, sejauh yang saya lihat, tetapi karena mereka memiliki warna dan keagungan, itu sudah cukup bagi dia, dan dia kehilangan pikirannya atas keindahan dan keanggunan mereka. Jika dia bisa tenang dan diam beberapa menit pada suatu waktu, itu akan menjadi tontonan paling menarik dan hening. Dalam hal ini aku berpikir bahwa aku bisa menikmati atau menatapnya, memang aku yakin pasti bisa, oleh karenanya aku datang untuk menyadari bahwa ia adalah cukup menarik sebagai mahluk paling lentur, cantik, ramping, langsing, bulat, berbentuk indah, lincah, anggun dan ketika ia berdiri, marmer putih dan batu besar seakan bermandikan cahaya matahari, dengan kepala muda miring ke belakang dan tangan menaungi matanya, mengamati burung – burung terbang di atas langit, aku mengakui bahwa dia sangat cantik.

Senin.

Jika ada sesuatu di planet ini yang bisa membuat dia tertarik lebih dalam, atau peduli, tapi itu tidak dilakukan olehnya. Dia tidak memiliki diskriminasi, ia mengambil semua yang positif dari mereka, dia pikir mereka semua adalah harta – harta paling berharga, meskipun setiap orang baru bisa menerima dan menyadarinya.

Ketika pada suatu hari seekor Brontosaurus Raksasa melangkah dengan pelan dan hati – hati menuju ke perkemahan, dia menganggap hal itu sebagai akuisisi, namun aku menganggap itu sebuah bencana, merupakan contoh yang baik dari kurangnya harmoni yang berlaku dalam pandangan kami akan hal tersebut. Dia ingin menjinakkan hewan besar itu, sementara aku ingin memberikan hadiah karena mereka bersedia pindah. Dia percaya itu, Brontosaurus Raksasa bisa dijinakkan oleh sebuah perlakuan baik dan akan menjadi hewan peliharaan yang paling penurut, aku mengatakan bahwa hewan peliharaan dua puluh satu meter dan 4 hingga 8 meter ini akan tepat untuk memiliki sebuah kandang yang nyaman, karena, mereka memiliki cukup banyak niat terbaik dan tidak begitu membahayakan, bisa duduk manis bersama – sama di teras rumah kami yang asri, dimana kami bisa melihat dengan kedua mata ini yang terkadang linglung.

Ketika suatu masa aku mengetahui bahwa hatinya bertekad untuk memiliki sebongkah batu besar yang sangat kuat tertanam di puncak bukit paling tinggi, dia tak bisa menyerah. Dia pikir kita bisa memulainya lagi dari bawah, dan ingin selalu aku untuk membantunya, tapi aku tidak mau, itu terlalu berisiko besar. Seperti halnya makna sebuah sex, dan kita tidak memiliki tangga untuk mencapainya. Lalu ia ingin naik, dan melihat – lihat pemandangan. Tiga puluh atau empat puluh meter dari atas permukaan tanah, seperti pohon besar tumbang, dia selalu berpikir bahwa dia pasti bisa memanjat, tapi dia salah, ketika ia sampai di tempat yang curam dan terlalu licin, sulit turun, dan akan melukai dirinya sendiri, tapi bagi saya itu adalah sebuah eksperimen.

Apakah ia puas sekarang ?

Tidak ada yang pernah mengetahuinya, meskipun melalui sebuah demonstrasi, ide – ide brilian yang kebenarannya belum teruji dan tidak sejalan, kami tidak akan mudah untuk memiliki mereka. Sebuah semangat yang tepat, saya mengakui itu, sangatlah menarik perhatian kami, aku benar – benar merasakan pengaruh tersebut.

Nah, dia masih mempunyai sebuah teori yang tersisa tentang sebongkah batu besar yang tertancap kuat di puncak bukit paling tinggi di kota ini, dia berpikir bahwa jika kita bisa menjinakkannya dan membuatnya lebih ramah kepada kita, maka kami bisa berdiri di sungai dan bersama – sama menggunakan sebuah jembatan untuk menyeberang. Apalagi emosinya cukup jinak, setidaknya sejauh ia prihatin, jadi dia mencoba semua ide, walau sekali waktu pernah gagal, setiap kali dia mempunyai kesempatan, dia benar – benar ingin ke darat atau menyeberang sungai, aku keluar dan mengikutinya, jalan – jalan di sekitar taman bunga liar di gunung atau bermain dengan hewan – hewan peliharaan kesayangan. Mereka semua melakukan itu termasuk kami.

Jumat, Selasa, Rabu, Kamis dan hari ini.

Semua memejamkan mata. Ini akan membutuhkan waktu yang lama, sendirian, daripada tidak diinginkan.     

Aku harus memiliki, aku pikir, jadi saya kembali berteman dengan binatang dan beberapa jenis tanaman bunga liar yang paling indah di hutan. Mereka hanya menarik, dan memiliki disposisi paling baik dan cara politest paling menarik, mereka tidak pernah terlihat jahat, mereka tidak pernah membiarkan anda merasa bahwa anda mengganggu, mereka tersenyum pada anda dan mengibaskan ekor mereka, jika mereka mempunyai satu, maka mereka selalu siap untuk bermain -main atau tamasya atau apa pun yang anda ingin mengusulkan. Mereka adalah tuan - tuan yang paling sempurna. Dari itu, hari ini kami telah memiliki waktu yang tepat, dan belum kesepian, lonesome ! Tidak, saya harus mengatakan tidak. Mengapa, selalu ada segerombolan domba – domba berlari sangat gembira di sekitar kami, aku mulai menghitung, empat atau lima, apakah anda tidak bisa menghitungnya ? Dan ketika anda berdiri di atas batu di tengah - tengah sungai yang mengalir sangat deras dan melihat keluar, ke atas bukit terhampar padang rumput ilalang berwarna hijau segar, memercik embun pagi dan memberi warna - warna kemilau dari matahari di pagi hari, bergelombang dengan garis – garis cakrawala memantul, bahwa anda mungkin berpikir itu adalah sebuah danau, hanya anda yang tahu itu bukan atau iya, dan ada badai burung camar dengan dengingan sayap – sayap mereka yang lebar menantang angin, atau ketika matahari menyerang semua penghuni bumi, anda bisa yakin akan memiliki semua kobaran warna yang bisa menenangkan pikiran anda, cukup untuk mendapatkan sebuah ruang kosong dimana kedua mata anda bisa memandang bebas ke alam yang masih perawan.

Kami telah membuat perjanjian khusus untuk bertemu di kota ini, rumah kediaman kedua orangtuaku. Dia adalah tipe laki – laki yang gemar keliling dunia dan telah melihat banyak keajaiban dunia, saya pun ikut senang. Ketika kami mendapat kesempatan untuk menikmati liburan musim gugur ke Linz, ini adalah sebuah kesempatan yang sangat mengesankan, berkunjung ke kebun binatang untuk melihat seekor harimau atau macan tutul Asia yang hampir punah, memiliki bulu – bulu tebal nan lembut serta mereka adalah hewan paling pintar dan cukup terlatih untuk memakai otaknya buat berdekatan dengan kami, manusia, sama halnya seperti seekor gajah dengan belalainya yang panjang dan kokoh, sangat berkesan.

Hewan – hewan tersebut terlihat akur dan semua ramah satu dengan yang lainnya, jarang ada perselisihan tentang apa pun. Mereka semua berbicara, dan berlomba menyampaikan sebuah pesan padaku, tetapi berbicara dengan bahasa mereka sendiri, kadang – kadang membuat aku bingung tapi mereka tetap mengerti, seperti sekelompok anjing penjaga. Itu membuat aku merasa malu, ternyata mereka lebih perduli daripada aku bercakap – cakap dengan rumput dan ilalang liar di tengah hutan, karena saya ingin menjadi bagian dari hidupnya dan berniat untuk bersungguh – sungguh menjalaninya.

Saya telah belajar beberapa hal, sekarang, meskipun pada awalnya tidak samasekali. Aku tahu itu. Aku tidak pernah cukup pintar untuk mempelajari di sekitarku saat air mulai turun membasahi helai demi helai rambut ini ketika bersama – sama berjalan menyusuri sebuah taman kecil di sudut kota, tapi sekarang saya tidak keberatan. Aku telah berhasil, kecuali dalam ruang gelap dan penuh mata yang selalu menatap tajam ke arahku. Namun aku tahu, sebenarnya semua itu tidak dalam kegelapan, karena kolam renang di dalam hotel – hotel mewah tidak pernah kering, tentu saja, selalu ada air apalagi saat malam hari datang. Cara terbaik untuk meyakinkan sesuatu adalah dengan berani mencobanya, maka anda pasti tahu, dan bila anda kurang beruntung menduga, anda tidak pernah mendapatkan kesempatan bagus untuk itu.

Ada beberapa hal yang tidak bisa anda pelajari, tapi anda tidak akan pernah tahu dan anda tidak bisa begitu saja menebak atau mengandaikannya, tidak, anda harus bersabar dan terus bereksperimen hingga suatu saat menemukan bahwa anda tidak bisa lagi menikmatinya. Dan itu sangat menyenangkan untuk memiliki setitik perasaan seperti ini, membuat dunia kami begitu menarik. Jika ada apa - apa untuk mencari tahu tentang kebenaran sebuah makna cinta, itu akan menjadi membosankan. Bahkan mencoba untuk mencari tahu atau tidak mencari tahu, hanya semenarik mencoba untuk mencari tahu atau tidak mencari tahu, dan saya tidak tahu, tapi lebih dari itu, rahasia tetes demi tetes air hujan adalah harta paling berharga sampai aku benar – benar mampu meraihnya, atau kegembiraan itu akan sirna, dan aku bisa mengenali rasa kehilangan itu.

Dengan pengalaman – pengalaman seru yang aku rasakan baru – baru ini, aku tahu bahwa sebentar lagi musim gugur akan berlalu, oleh karena itu aku harus lebih banyak mengorek hal – hal erat kaitannya dengan masalah ini, karena tidak ada cara lain untuk mengumpulkan lalu membuktikannya, sampai sekarang. Jika tidak, sebuah kegembiraan akan pergi. Tentu akan membuat aku merasa sangat sedih, dan entah kapan aku akan menemukannya lagi, sebuah kegembiraan yang baru, dan saya suka kondisi begitu ! Malam ini, aku tidak bisa tidur karena memikirkan hal – hal seperti ini.

Aku sempat bingung, tapi sekarang bisa menggunakan akal sehat saya lagi, adalah sebuah rahasia besar dari dunia ini, sangat indah dan aku berterima kasih kepada sang Pemberi untuk semua karya besar beliau. Aku merasa ada banyak hal untuk kami bisa pelajari, saya selalu berharap begitu dan tidak terlalu bergegas, aku bisa bertahan berminggu - minggu. Aku telah mencoba dan mencobanya, selalu begitu. Aku bertanya - tanya mengapa bisa terjadi ? Mengapa harus ditonjolkan ? Saya kira itu adalah sebuah ilusi kecil yang biasa dihadapi oleh pasangan kekasih, walaupun saya tidak cukup mempunyai bukti – bukti kuat tentang hal ini, aku hanya bisa menunjukkan bahwa satu atau yang lainnya adalah perasaan halusinasi, dan biarkan seseorang yang tepat bisa mengambil keputusan.

***

Setiap malam tiba, aku duduk di bangku kayu tua pada sudut taman rumah kami di kota ini, hanya untuk menonton ribuan bintang - bintang di atas langit yang tidak akan bertahan lama. Aku telah melihat beberapa yang terbaik memancarkan sinarnya dan berlari ke sisi lain dari ruang langit. Karena sebuah bintang jatuh bisa memberikan petunjuk, mereka semua bisa merasakan, karena mereka semua bisa meleleh, mereka semua bisa mencairkan suasana malam yang begitu dingin dan mencekam menjadi hangat dan nyaman. Namun aku juga siap menghadapi kesedihan yang akan datang setelahnya. Maksud saya, duduk setiap malam di sini dan melihat mereka bermain begitu ceria, selama aku bisa tetap terjaga dan aku akan terkesan oleh kilau memori pada otak kecilku, sehingga kapan pun mereka dibawa pergi, aku bisa dengan khayalanku mengembalikan mereka dengan kondisi utuh, berjuta – juta keindahan untuk langit hitam dan membuat mereka berkilau kembali, dan dua kali lipat akan menyilaukan kedua mata ini.

Setelah pertemuan – pertemuan penting yang kami lakukan dengan rutin.

Ketika saya melihat kembali kebelakang, pertama kali berkenalan dengan dia di sebuah taman, itu adalah sebuah mimpi yang paling indah bagi saya. Namun seiring berjalannya waktu dan intensitas kebersamaan kami semakin sering berjumpa, aku tidak begitu perhatian lagi terhadap masa lalu. Seiring dengan musim yang telah berganti, taman – taman bunga di sudut kota ini mulai layu, tapi aku telah menemukan dia akan selalu berada di sampingku. Dia mengasihi saya dan dia bisa melakukannya sangat sempurna, hingga aku pun mulai mencintainya dengan segenap kekuatan alam yang penuh gairah dan hasrat, aku berpikir, ini adalah waktu yang tepat untuk “ making love “ dan seks menjadi fokus utama. Jika aku bertanya pada diri sendiri mengapa aku mencintainya, aku akan menjawab tidak tahu, dan tidak benar - benar peduli untuk mengetahuinya, jadi aku kira jenis cinta pertama ini bukanlah sebuah peristiwa luar biasa sebagai sebuah pemikiran dan penalaran penuh perhitungan, seperti cinta seseorang untuk hewan – hewan kesayangan mereka, burung – burung di dahan taman yang setiap pagi selalu berkicau, tapi aku tidak mencintainya karena suara – suara yang begitu merdu, namun saya tetap berpikir bahwa ini harus terjadi, semakin mereka menyanyikan lagu – lagu pujian, semakin saya tidak bisa berdamai dengan kondisi itu. Namun aku tetap memintanya untuk bernyanyi, karena aku ingin belajar menyukai segala sesuatu yang dia merasa tertarik. Aku yakin aku bisa belajar, meskipun pada awalnya sangat sulit, tapi sekarang aku menjadi terbiasa.

Hal itu tidak muncul karena keberuntungan, bahwa aku ternyata juga mencintainya, tidak, bukan karena itu. Sebuah cinta tidak bisa disalahkan untuk kecerahannya, karena ia tidak datang seorang diri, dia ibarat sebuah iman dari Tuhan sebagai sang kreator, dan itu sudah cukup penting bagi kami untuk berani menjalaninya. Ada tujuan yang bijaksana terselip di dalamnya, saya tahu pasti tentang hal terebut. Hanya waktu yang akan mengembangkan, meskipun aku pikir itu tidak akan tiba – tiba berbunga lalu berbuah, selain itu, tidak ada kata – kata terburu – buru, ia cukup baik seperti juga yang aku lakukan terhadapnya.

Kami menjadi sepasang kekasih karena mempunyai latarbelakang kehidupan pribadi dan pendidikan yang hampir sama, namun aku berpikir bahwa itu bukanlah sebuah alasan yang tepat. Dia belajar sendiri, dan tidak benar - benar tahu banyak hal tentang aku, tetapi bisa begitu baik dan penuh perhatian.

Hal tersebut tidak karena sang ksatria akhirnya mengetahui bahwa aku mencintainya, tidak, bukan itu. Dia pernah menegaskan kepada saya, tapi saya tidak menyalahkan dia, itu adalah masalah seks biasa, saya berpikir lagi, dan dia tidak membicarakan tentang seks lebih lanjut. Tentu saja saya tidak akan bercerita secara vulgar, karena aku akan binasa sejak pertama memulainya, tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah keganjilan seks, kami tidak mengambil pusing masalah tersebut, karena aku tidak memberi kesempatan kepadanya untuk lebih diperhatikan selain hal – hal yang erat kaitannya dengan sebuah pendekatan awal.

Lalu mengapa aku perlu menjelaskan bahwa aku ternyata bisa mencintainya ? Hanya karena dia adalah seorang pria yang paling maskulin pernah saya pikirkan. Juga dia begitu baik dan aku mencintainya untuk itu, tapi aku bisa mencintainya tanpa itu. Jika karena sesuatu dan lain hal dia terpaksa harus memukul saya, saya harus terus mencintainya.

Dia adalah seorang laki – laki dewasa yang sangat kuat dan tampan, aku mencintainya untuk hal yang satu itu, dan saya selalu mengaguminya bahkan bangga, tapi aku bisa mencintainya tanpa sebuah kualitas bagus. Lalu aku mulai tertawa di dalam hati, sederhana saja, aku harus bisa mencintainya jika terpaksa, dan selanjutnya akan bekerja untuknya, sebagai seorang budak ? Aku harus selalu berada disamping tempat tidurnya sampai kematian memisahkan kami. Dan sudah pasti aku akan berdoa untuknya.

Ya, aku pikir aku mencintainya karena dia adalah milikku. Tidak ada alasan lain, aku kira. Dan ini akan menjadi sebuah awal paling menarik bahwa cinta bukanlah terjadi karena sebuah paksaan untuk alasan apapun. Dia pasti datang, hanya tidak ada yang tahu dari mana dan tidak bisa diuraikan tanpa seorang pendamping.

Itu adalah hal paling penting yang sedang aku pikirkan. Tapi aku hanyalah seorang gadis biasa, dan ketidaktahuanku serta kurangnya pengalaman tentang sebuah hubungan yang serius antara seorang laki – laki dan seorang perempuan, jadi saya belum memahami secara keseluruhan meskipun kami menyadari bahwa hati kami berdua telah bersatu.

Empat puluh tahun kemudian.

Di dalam gereja St. Stephen’s Cathedral kota Wina Austria. Hari ini aku berdoa di altar gereja sambil membawa seikat bunga mawar berwarna merah, “ Allah, pencipta yang penuh kasih, telah menuntun kami dalam sebuah perjalanan yang teramat panjang untuk selalu saling mengasihi dan menyayangi, kukuhkanlah cinta dan keinginan luhur kami yang dilandasi oleh ikrar untuk saling mengikatkan diri dihadapanMu. Limpahkanlah rahmat, buatlah kami pantas dan kudus agar mampu menjadi tanda kehadiranMu yang nyata. Amin.

Ini adalah kerinduanku untuk kembali ke masa silam, bahwa kami berdua bisa melewati masa – masa tersulit dari kehidupan bersama yang sudah kami miliki dan jalani, kerinduan yang tidak akan pernah lenyap dari bumi, tetapi harus tetap memiliki tempat di hati masing – masing pasangan suami istri yang mencintai sampai akhir waktu.

Tetapi jika salah satu dari kami harus pergi mendahului, doa kami akan tetap melekat di hati, bahwa hal itu akan menjadi iman paling kuat meskipun aku akan menjadi semakin lemah dan rapuh, karena ia adalah untuk saya selamanya, akankah aku bisa menanggungnya untuk keadaan jiwa ini yang semakin kerdil ?

Doa adalah sebuah sikap yang paling abadi, dan tidak akan berhenti hingga seseorang tiba di tempat tujuan masing – masing. Aku adalah istri pertama dan istri terakhir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads