article

Saturday In Love -- 1

Saturday In Love -- 1

Malam valentin di Campodimele, Italia.

Di kamar tidur, aku memikirkan akan menulis apa ? Berbagi rasa sakit untuk waktu yang lama, hal ini telah menyiksaku selama berbulan - bulan dan aku memutuskan untuk membaginya dalam setiap lembar buku diary ini. Saya tahu banyak dari anda akan menyalahkan sikap ini dan mengatakan bahwa sayalah yang bersalah, jika saya bisa mengakhiri semuanya, tapi aku sangat jatuh cinta dan saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk menjaga pria di sebelah saya tetap tersenyum manis, bahkan jika saya sendiri harus menghancurkan diri sendiri.

Kami waktu itu masih berusia sangat muda, 18 tahun dan sedang menikmati suasana pesta valentin di aula sekolah kami, terletak di dekat lapangan gedung Palazzo Poli, kota Roma. Undangan terbuka untuk kaula muda di luar sekolah, kami membuat pesta besar di area air mancur Trevi, merupakan air mancur yang paling indah di kota Roma, menampilkan kemewahan para bangsawan Italia, begitu menggugah dan cukup menarik perhatian turis mancanegara untuk melihatnya sambil mendengar suara percikan air yang berjatuhan dari sumbernya, berasal dari penampungan air Acqua Vergine, dimana tempat ini menyimpan cerita legenda tentang seorang perawan yang meneteskan air mata bahagia ketika mendapat lamaran pernikahan dari seorang prajurit Romawi yang sangat tampan seperti seorang pangeran Inggris. Di sekeliling air mancur dibangun patung - patung Neptunus atau Dewa Samudra yang sedang mengendarai sebuah kereta kuda sembrani. Seperti tradisi pesta valentin tahun – tahun sebelumnya, pesta valentin dimeriahkan oleh sekelompok jomblo dan beberapa pasangan kekasih menurut tradisi warga Roma asli yaitu disela – sela acara pesta kami berlomba melemparkan koin dengan tangan kanan melalui bahu kiri ke tengah kolam air mancur dan make a wish.

ads

Aku datang bersama – sama beberapa teman dekat lainnya. Kami berlomba mendandani diri secantik dan seseksi mungkin, aku memakai gaun malam sederhana berupa minidress hitam polos dan mengkilat keluaran terbaru rumah produksi Mariella Fashion, dengan rambut kubiarkan tergerai menutupi punggung yang setengah terbuka, kaki terbalut stocking putih dan kupadukan dengan sepatu jenis pantofel berwarna abu – abu emas, make up tebal ala gadis Tokyo, “ Cantik sekali seperti Cinderella. “ Beberapa dari teman – teman pesta memuji penampilanku malam ini.

Semuanya dimulai tiba – tiba, hanya satu pengantar, satu tanggal, satu percakapan dan aku benar - benar tersesat dalam pesona cinta pertama. Cinta sudah menangkap saya, aku tahu kau pikir ini tidak bisa menjadi nyata, bahwa selama setengah jam berdiri di lantai dansa, anda tidak bisa yakin cinta bisa tumbuh secepat itu, menyentuh lembut dinginnya angin malam di luar pesta, membawa sebuah perubahan besar setelahnya.

Berapa cinta yang aku kenal ?

Ada cinta kedua yang datang seperti tornado, ada cinta yang bersedia menunggu anda setiap hari, minggu, bulan bahkan tahun ... dan itu tidak datang dengan tiba - tiba, ada cinta yang tidak pasti untuk melewati ambang pernikahan namun kadang -kadang sepasang hati tetap melakukannya, dan ada cinta sejati yang bisa dibawa melangkah ke masa depan selamanya.

Kami saling berkenalan, “ Hi, namaku Charles. “ “ Senang berkenalan dengan anda, namaku Marilla. “ Kami menjadi cepat akrab satu dengan yang lainnya, apakah ini yang namanya cinta ?

Dimana saya benar - benar percaya dan merasakan sensasi itu, bahkan jika terjadi perubahan pikiran yang bisa  menghancurkan dinding kepercayaan, apakah ada keajaiban setelah mukjizat. Hal ini dapat sangat menyakitkan hati, itu membuat anda menarik napas, kadang -kadang membawa anda ke depan, tapi kadang - kadang membuat buta. Kadang -kadang membunuh anda dalam rangka untuk menghidupkan kembali atau menyingkirkan anda selamanya.

To be continue !

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads