Untuk menikmati wisata alam sekaligus belajar mengenal tentang keberadaan kincir angin yang bermanfaat besar bagi pertanian, anda bisa berlibur ke sebuah desa kecil yang berlokasi di Belanda bernama Kinderdijk, sebuah desa yang terletak lebih rendah dari permukaan laut. Desa ini merupakan sebuah kawasan yang mempunyai 17 kincir angin raksasa dan telah berdiri cukup lama yaitu sejak abad ke 18. Ada dua cara untuk bisa mencapai desa kecil yang dipenuhi oleh kincir angin raksasa ini. Pertama dengan memakai bis tujuan Molenwaard. Kedua dengan menggunakan waterbus yaitu semacam perahu cepat yang mampu menampung lebih dari 50 orang. Sepeda dan motor juga dapat terangkut oleh waterbus ini. Lokasi waterbus terletak tidak jauh dari jembatan termahsyur di Rotterdam, yaitu Erasmus Brug. Untuk menuju ke waterbus, anda bisa naik tram dan turun di Wilhemina Plein. Dari sini jalan kaki saja menuju ke waterbus.
Sebelum anda dibuat terpana dengan wisata alam yang ditawarkan oleh Kinderdijk, perlu mengetahui tentang informasi sistem transportasi plus pembayaran di Belanda. Anda akan mengenal yang namanya OV Chipkaart. Merupakan sebuah kartu yang dipakai untuk tap in dan tap out di semua transportasi umum, kecuali kereta. Kalau anda tidak memiliki OV Chipkaart, bisa beli tiket sekali jalan / tiket yang berlaku satu jam (tergantung kebijakan perusahaan angkutan) di mesin atau loket di stasiun metro. Di halte - halte pemberhentian tram, sama sekali tidak ada tempat beli tiket.
Untuk satu kali perjalanan, anda akan dikenakan tarif yang berbeda – beda sesuai dengan jaraknya. Tapi, setiap kali check in, saldo anda akan tersedot oleh ongkos perjalanan ditambah dengan jaminan sebesar 4 Euro. Jika anda tidak check out, tetap saja 4 Euro akan melayang. Makanya wajib check in dan check out. Bukan hanya bisa kehilangan 4 Euro saja anda bisa kena denda 40 Euro. Lebih baik patuhi peraturan yang ada di sana. Mesin check in dan check out ada pada masing – masing pintu. Jadi tak ada alasan untuk lalai check in dan check out. OV Kaart bisa bermanfaat untuk membayar ongkos waterbus. Waterbus ini tidak mengantar anda hingga ke Kinderdijk. Anda harus naik perahu yang lebih kecil untuk bisa menuju ke Kinderdijk. Cukup mengeluarkan 1,75 Euro melalui rute pendek ke Kinderdijk. Yang ini harus dibayar tunai. Nanti anda akan diberi tiket kertas oleh nahkoda kapal. Dari kejauhan anda akan melihat tanda / ucapan selamat datang di Kinderdijk. Setelah nahkoda merapatkan kapalnya ke daratan, anda masih harus berjalan kaki menanjak ke atas tak kurang dari 250 meter untuk masuk ke kawasan wisata Kinderdijk merupakan taman kincir angin terbesar di Belanda yang terkenal memiliki tempat menginap tradisional dengan harga – harga terjangkau.
Selanjutnya anda bisa menikmati kincir angin dan wisata alam yang akan anda lakukan disini adalah gratis untuk setiap pengunjung. Anda pasti akan dibuat kagum ketika melihat dari jarak dekat ada 19 kincir angin tua yang dibangun sekitar tahun 1740, dan jika anda ingin melongok ke dalam salah satu kincir angin tersebut akan dikenakan biaya sekitar 7 Euro seperti sedang jalan – jalan ke sebuah museum tua di Belanda. Seperti dijelaskan di atas, Kinderdijk termasuk ke dalam 25 persen kawasan Belanda yang berlokasi di bawah permukaan laut. Nah, si kincir angin ini berfungsi untuk mengeringkan wilayah di sekitarnya dari kelebihan air. Untuk Kinderdijk sendiri, ada sekitar 19 kincir angin yang hingga saat ini masih berfungsi dengan baik selain sebagai objek wisata alam dan edukasi.
Di sini cuaca selalu cerah, bersama para jurnalis dari Indonesia (dari berbagai sumber) yang diundang oleh Netherlands Board of Tourism and Convetion (NBTC) tiba di tempat ini, siang hari. Suhu udara hangat dengan langit biru dan awan tipis menyambut kedatangan mereka. Sepanjang mata memandang, dimana – mana ada kanal air, padang rumput, dan belasan kincir angin kecil yang berputar dan mengeluarkan suara unik. Unik dengan menonjolkan ciri khasnya sendiri, seperti ucap Napoleon saat pertama kali beliau tiba di Zaanse Schans. 600 kincir angin telah mampu menciptakan wilayah industri pertama kali di dunia.
Saat ini ada taman kincir angin berusia sekitar 250 tahun dan merupakan museum terbuka untuk turis asing yang sangat mempesona berdiri di lahan liar kawasan pedesaan yang ada di Belanda. Lima kincir angin terbesar di dunia diketahui berlokasi di pusat Kota Schiedam. Kincir angin -kincir angin di Schiedam berukuran lebih dari 130 kaki (40 meter) dan memiliki peranan penting untuk pengairan dan pertanian. Meskipun ada banyak desa yang memiliki kincir angin, di wilayah Kinderlijk berada pada urutan pertama. Kinderlijk adalah sebuah desa yang merupakan mahakarya pengelolaan air tercanggih sebagai lanskap khas Belanda.
| Â | |
|
Anda bersiap – saipa untuk membidik kamera kesayangan terhadap objek alam yang maha sempurna tersedia di sini. Asalkan anda tidak berkunjung ke Kinderdijk setiap bulan Desember hingga Februari karena untuk perawatan beberapa kawasan wisata, di lain waktu, Kinderdijk selalu terbuka untuk turis asing. April menjadi bulan yang paling ramai untuk dikunjungi oleh turis dari Asia di samping anda akan terhindar dari kondisi kurang menyenangkan yaitu berdesak - desakan sama sesama pelancong.
Â
|
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.