Salah satu yang menyebabkan pelaku industri mutiara hingga saat ini keberadaannya tetap eksis yang terletak di Kelurahan Malaka, Desa Teluk Nara, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat adalah mereka membuka ruang pajang (showroom) dan tur edukasi tentang mutiara ditujukan buat anak – anak usia sekolah.
Kejelian perusahaan asing dari Australia yang saat ini banyak menjamur dibeberapa kota pariwisata di Indonesia untuk menggabungkan industri mutiara dan wisata edukasi adalah patut ditiru oleh pelaku industri local dimana kadang – kadang ada serombongan turis asing dalam grup besar dan kecil terlihat asyik menikmati tur tersebut pada akhir Maret lalu, tahun ini. Dari wisata mutiara inilah diharapkan para wisatawan asing dan domestik mau berkunjung ke Lombok untuk dapat mengetahui seluk - beluk budidaya mutiara alam sekaligus berbelanja.
Mutiara air laut menjadi salah satu kekayaan komoditas khas Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang saat ini dikenal hingga keluar negeri. Jenis kerang yang banyak dibudidayakan di Pulau Lombok ini adalah spesies pinctada maxima atau biasa dikenal sebagai ratu mutiara di dunia.
Proses pemeliharaannya dimulai sejak larva kerang yang dipelihara di dalam tangki dengan daya tamping sekitar lima ton air laut berisi rata – rata sembilan juta larva kerang hingga berumur tiga minggu. Proses pemeliharaan di ruang tertutup ini harus dilakukan dengan sangat berhati - hati, bahkan pakan larva berupa plankton pun dimonitori secara detail kualitasnya.
Setelah berumur tiga minggu maka larva dipindahkan ke tangki lain dan baru siap – siap dipelihara di air laut lepas setelah mencapai ukuran diameter sekitar 1 mm ke atas atau 40 hari. Kerang yang berumur dua tahun baru siap menjalani proses insersi (pemasangan) inti nukleus (bibit mutiara), dengan nukleus yang berasal dari mutiara kerang air tawar dari Sungai Mississippi, di Amerika Serikat.
Proses panjang inilah yang menyebabkan mutiara air laut harganya sangat mahal, tentu selain karena keindahannya. Fase budidaya mulai dari pembenihan hingga bisa dipanen pertama kali membutuhkan waktu hingga empat tahun. Dalam satu kerang mutiara hanya terdapat 1 - 2 butir mutiara saja.
Masing – masing proses insersi membutuhkan satu donor kerang untuk diambil mantle tissue (organ lunak kerang mutiara) yang selanjutnya ditanam menyelimuti nukleus yang akan menentukan warna mutiara siap panen. Setelah tiga bulan kemudian, kerang dipindahkan dengan sinar X untuk menyeleksi ukuran mutiara terbagus yang dikehendaki.
Sebulan sekali cangkang mutiara dibersihkan di atas bagang yang mengapung di sepanjang pesisir pantai untuk menghindari gangguan berupa cacing, hama, dan kotoran – kotoran yang akan mempengaruhi pertumbuhan kerang dan hasil mutiara. Setelah itu barulah dikembalikan lagi ke tempat bagang lain di tengah laut ( dilakukan di kawasan Lombok Timur – dari berbagai sumber).
Setelah panen pertama, kerang – kerang mutiara air laut baru bisa dipanen dua tahun kemudian, hingga 2 - 3 kali masa panen. Kondisi perairan laut secara fisik dan kimia mempunyai pengaruh besar terhadap susunan dan kelimpahan organisme di dalam air, termasuk bagi kehidupan kerang mutiara.
Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang batu mulia ini yang diharapkan mampu menarik minat beli kaum wanita pengkoleksi benda – benda berharga yang selanjutnya akan membeli salah satu perhiasan yang dihasilkan dari rancangan beberapa toko – toko online yang khusus menjual mutiara dalam berbagai model.
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.