Adakah yang tahu seberapa dalam lautan maha biru ? Apakah anda pernah mengukurnya seorang diri ? Dimana hal ini sesungguhnya sangat sulit untuk dilakukan dan harus dibantu oleh seorang pakar kelautan yang benar – benar membutuhkan berbagai macam cara agar dapat mengetahui kedalaman laut tersebut.
Lalu apakah kita dapat mengetahui isi hati sesama kita ? Dimana ada banyak orang yang kurang mau terbuka tentang apa – apa saja yang mereka rasakan. Mungkin begitu banyak kerahasiaan dan kebohongan yang sudah pernah diciptakan namun tak seorang pun mampu mengetahuinya.
Berbeda halnya dengan Tuhan. Tuhan tidak ingin dan tidak pernah menutup hati - Nya bagi anda. Tuhan selalu terbuka tentang apa – apa saja yang ada di hati - Nya melalui firman - Nya. Tuhan ingin agar manusia tidak menjadi binasa dan tersesat di jalanan. Oleh sebab itu, menjadi pelaku firman sangatlah penting untuk anda perhatikan.
Bagaimanakah cara untuk bisa lebih focus dan dapat mengerti hati - Nya yaitu Tuhan ? Adalah dengan hidup saling berdekatan dan bersukutu kepada Tuhan. Milikilah sebuah hubungan yang berkualitas dengan Tuhan dan bergaul dengan Tuhan di setiap saat, maka kita akan lebih mengenal pribadi Yesus, karena berkat dan berkah Tuhan telah tersedia bagi orang - orang yang hidup berkecukupan di dalam pelukan Dia.
“ Sekiranya taurat - Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku. Untuk selama - lamanya aku tidak melupakan titah – titah - Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku. Firman - Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.Â
Mazmur 119 : 92, 93, 105.
Dua hal terpenting yang menjadi kehendak Allah pada waktu Ia menciptakan manusia adalah beranak cuculah engkau maka engkau akan memenuhi bumi, ini adalah panggilan prokreasi, dan kedua adalah mengusahakan dan memelihara taman Eden atau bekerjalah sesuai dengan kemampuanmu. Ini adalah panggilan budaya. Bekerja merupakan suatu panggilan yang normal dan patut untuk dilakukan, demikian juga halnya dengan panggilan untuk menikah. Untuk berprofesi sebagai apa saja yang dihalalkan oleh Tuhan, anda bisa sebagai peternak (habel) atau sebagai petani (kain) adalah pilihan anda sendiri. †Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain, dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani †(Kej. 4 : 2).
Demikian halnya dengan pernikahan, Tuhan menghendaki seseorang menikah, tetapi menikah dengan siapa adalah pilihan anda sendiri. Mendapatkan seorang isteri yang soleha merupakan sesuatu yang baik dan berkenan dihaturkan kepada Tuhan. †Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan Tuhan. †(Ams.18 : 22).
Sebagaimana anda akan mendapatkan pekerjaan, atau posisi yang berguna adalah anugerah dari Tuhan, anda dapat meraih kekayaan adalah berkat anugerah dari Tuhan sekalipun kekayaan itu sangat susah untuk diperoleh, anda akan memiliki kesehatan dan anugerah dari Tuhan, maka demikian juga saat anda akan mendapatkan seorang isteri yang baik maka merupakan sebuah karunia Tuhan.
Amsal 19 : 14, mengatakan, †Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan. †Karunia Tuhan di dalam ayat – ayat ini erat kaitannya dengan kebiasaan pada jaman dahulu dimana seorang ayah wajib mencarikan isteri untuk anaknya sesuai dengan ketentuan Tuhan, sehingga anak - anaknya tidak memperoleh isteri yang bawel dan suka bertengkar, seperti yang diajarkan dalam ayat sebelumnya (Amsal 19 : 13)..
Akhirnya, selamat mencari nafkah sebagai berkah dari Tuhan, lalu anda bisa menemukan pasangan hidup seperti yang dikehendaki oleh Tuhan !
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.